Gaya Hidup

Bahaya Sleep Deprivation: Dampak dan Cara Mengatasi Kekurangan Tidur

Rabu, 27 September 2023 - 02:25 | 100.91k
Mengantuk di kantor akibat kurang tidur. (Foto: DCStudio/Freepik)
Mengantuk di kantor akibat kurang tidur. (Foto: DCStudio/Freepik)

TIMESINDONESIA, JAKARTASleep deprivation atau kurang tidur merupakan masalah kesehatan yang umum di masyarakat saat ini. Namun, apa sebenarnya bahaya dan dampak yang timbul akibat kurang tidur? Mari kita bahas lebih lanjut.

Sleep deprivation merupakan kondisi ketika seseorang tidak mendapatkan tidur yang cukup, baik dalam hal durasi maupun kualitas tidur. Orang dewasa umumnya disarankan untuk tidur antara 7-9 jam per malam untuk menjaga kesehatan fisik dan mental.

Namun, berbagai faktor seperti tekanan pekerjaan, gaya hidup yang sibuk, gangguan tidur, atau kebiasaan buruk dapat menyebabkan kurang tidur. Kehidupan modern sering kali mendorong orang untuk mengejar produktivitas dan kesibukan yang tak kenal waktu. Salah satu yang seringkali terabaikan adalah tidur yang cukup.

Dampak Kurang Tidur

Kurang tidur dapat mengganggu fungsi kognitif kita. Ini termasuk kesulitan berkonsentrasi, menurunnya kemampuan memecahkan masalah, dan penurunan daya ingat. Orang yang kurang tidur cenderung lebih mudah marah, mudah tersinggung, dan cenderung mengalami perubahan suasana hati yang drastis.

Sleep deprivation sudah dikaitkan dengan berbagai masalah kesehatan, termasuk penyakit jantung, diabetes, obesitas, dan penurunan sistem kekebalan tubuh. Ditambah lagi Ketika tubuh tidak mendapatkan istirahat yang cukup, tubuh akan merasa lelah, kaku, dan kurang energi.

Kurang tidur dapat memengaruhi metabolisme tubuh, termasuk mengganggu produksi hormon yang mengatur nafsu makan. Hal ini dapat berkontribusi pada masalah berat badan.

Cara Mengatasi Sleep Deprivation

Cobalah untuk menjaga jadwal tidur yang konsisten. Cobalah untuk tidur dan bangun pada waktu yang sama setiap hari, bahkan di akhir pekan. Hindari mengkonsumsi kafein dan alkohol. Kafein dan alkohol dapat mengganggu tidur. Hindari konsumsi kafein beberapa jam sebelum tidur dan batasi konsumsi alkohol.

Pastikan kamar tidur anda gelap, sejuk, dan tenang. Gunakan kasur yang nyaman dan bantal yang mendukung. Sertalakukan relaksasi sebelum memejamkan mata. Cobalah teknik relaksasi seperti meditasi atau pernapasan dalam. Cara ini dapat membantu meredakan stres dan mempersiapkan tubuh untuk tidur.

Batasi penggunaan gadget. Layar elektronik seperti ponsel dan komputer dapat mengganggu tidur. Batasi penggunaannya sebelum tidur. Terakhir, lakukan olahraga secara teratur. Berolahraga secara teratur dapat membantu meningkatkan kualitas tidur. Namun, hindari berolahraga terlalu dekat dengan waktu tidur.

Sleep deprivation adalah masalah serius yang dapat berdampak negatif pada kesehatan fisik dan mental. Untuk menjaga kesejahteraan kita, penting untuk memberikan prioritas pada tidur yang cukup dan berkualitas.

Dengan menjaga rutinitas tidur yang sehat dan menerapkan kebiasaan tidur yang baik, kita dapat mengurangi risiko sleep deprivation. Kurang tidur hanya akan membuat kita tidak bisa menjalani kehidupan yang lebih seimbang dan produktif.

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.

Advertisement



Editor : Khodijah Siti
Publisher : Sholihin Nur

TERBARU

Togamas - togamas.com

INDONESIA POSITIF

KOPI TIMES