Gaya Hidup

Dianggap Kuno, Memasak Pakai Gerabah Justru Lebih Sehat dan Nikmat

Minggu, 15 Oktober 2023 - 02:13 | 97.88k
Ilustrasi alat masak berbahan gerabah. (FOTO: dictio.id)
Ilustrasi alat masak berbahan gerabah. (FOTO: dictio.id)

TIMESINDONESIA, JAKARTAAlat memasak berbahan tanah liat atau yang disebut gerabah dianggap kuno. Memang sih, orang tua jaman dulu kalau memasak pakai gerabah, baik itu panci maupun penggorengan atau wajan. 

Tapi tahukah Anda, ternyata memasak pakai gerabah kembali ngetren seiring dengan pola gaya hidup sehat yang terus meningkat.

Nah berdasarkan jurnal kesehatan, gerabah justru lebih baik dari sisi kesehatan dibandingkan alat masak lainnya. Sebab bahan alami pada gerabah sangat mimum mengandung racun. 

Sebelumnya sempat ramai alat masak berbahan teflon yang ternyata berbahaya digunakan jika sudah terkelupas. Kandungan miklroplastik bisa tercampur dengan makanan dan masuk dalam tubuh. Dalam jangka panjang akan berakibat buruk pada kesehatan tubuh. 

Peralatan masak berbahan gerabah bersifat basa. Sifat ini dapat berinteraksi dengan makanan saat proses memasak, sehingga dapat menyeimbangkan pH-nya. 

Karena itu memasak pakai gerabah dapat mempertahankan nilai gizi dan nutrisi dari sayuran tidak banyak terbuang. 

Dari sifat basa gerabah, saat proses memasak juga dapat menghilangkan racun yang mungkin saja terkandung dalam sayur/ daging. 

Kerennya lagi memasak menggunakan gerabah dapat meningkatkan cita rasa dan aroma khas. Ini karena proses pemanasan yang lebih merata dan lama. Ya, memasak pakai gerabah memang lebih lama, namun akan mendapatkan hasil yang enak, baik dari segi rasa maupun aroma.

Gimana, tertarik beralih menggunakan gerabah sebagai alat masak alami nan sehat? 

Ada beberapa treatment sebelum Anda menggunakan gerabah. Sepulang dari pasar setelah membeli gerabah, Anda tak bisa langsung menggunakannya

Anda harus mencuci dengan cara khusus agar gerabah siap dipakai. Pertama, cuci bersih gerabah baru dengan sabun dan sabut pencuci pirin seperti biasa. 

Setelah dibilas bersih, rendam dalam air selama satu malam. Pastikan semua bagian gerabah terendam sempurna. Cara ini untuk memastikan tidak ada udara yang terperangkap dalam gerabah baru. 

Esok paginya keringkan gerabah, sebaiknya dijemur di terik matahari sampai benar-benar kering. Untuk menghilangkan bau tanah liat pada wajan atau penggorengan, panaskan gerabah di atas kompor dengan api kecil. Olesi dengan minyak secara merata. Kemudian masukkan parutan kelapa dan aduk hingga kelama kecokelatan. Buang kelapa goreng dan bilas penggorengan dengan air. 

Sementara untuk panci dapat dimasukkan air sampai hampir penuh dan teh. Rebus sampai mendidih. Bilas dengan air. 

Tadaaa, panci dan penggorengan berbahan tanah liat atau gerabah siap digunakan. Selamat mencoba! (*)

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.

Advertisement



Editor : Dhina Chahyanti
Publisher : Rizal Dani

TERBARU

Togamas - togamas.com

INDONESIA POSITIF

KOPI TIMES