Gaya Hidup

Sering Terbangun saat Malam Hari? Yuk Atasi dengan Langkah Ini

Selasa, 24 Oktober 2023 - 03:02 | 28.23k
Terbangun di malam hari bisa dialami siapapun dan dapat menyebabkan perasaan pening di pagi hari dan kelelahan di siang hari. (Foto: Freepik)
Terbangun di malam hari bisa dialami siapapun dan dapat menyebabkan perasaan pening di pagi hari dan kelelahan di siang hari. (Foto: Freepik)

TIMESINDONESIA, JAKARTATerbangun di malam hari merupakan hal yang biasa terjadi pada individu dengan gangguan pola tidur dan penderita asma. Terbangun di malam hari dapat menyebabkan perasaan pening di pagi hari dan kelelahan di siang hari.

Dikutip dari Hindustan Times, Senin (23/10/2023), masalah pernapasan bisa diatasi secara alami dengan melibatkan kombinasi perubahan gaya hidup, teknik pernapasan, dan pengobatan herbal.

Dr HP Bharathi dari Jindal Naturecure Institute menyarankan beberapa pendekatan alami untuk dipertimbangkan.

1. Pertahankan pola makan sehat

Konsumsilah makanan seimbang yang kaya akan buah-buahan, sayuran, biji-bijian, dan protein tanpa lemak. Ini memberikan nutrisi penting untuk kesehatan paru-paru.

2. Tetap terhidrasi

Minumlah banyak air untuk menaga sistem pernapasan Anda tetap terhidrasi.

 3. Olahraga teratur

Lakukan aktivitas fisik secara teratur untuk meningkatkan kapasitas paru-paru dan kesehatan pernapasan secara keseluruhan. Aktivitas seperti jalan cepat, yoga, dan berenang bisa bermanfaat.

4. Latihan pernafasan

Latih teknik pernapasan dalam seperti pernapasan mengerucutkan bibir dan pernapasan diafragma untuk meningkatkan fungsi paru-paru.

 5. Menghirup uap

Menghirup uap dari semangkuk air panas (dengan atau tanpa tambahan herba seperti kayu putih) dapat membantu meredakan hidung tersumbat.

6. Teh herbal

Teh herbal tertentu seperti jahe, akar licorice, dan timi dapat memberikan efek menenangkan pada sistem pernapasan.

7. Hindari asap dan polutan

Jauhi asap rokok, polutan, dan bahan iritan lainnya yang dapat memperburuk masalah pernafasan.

Sementara Konsultan Senior, Kedokteran Paru di Rumah Sakit Primus Superspeciality di Chanakyapuri, New Delhi, Dr SK Chabra turut berbagi keahliannya dalam hal gangguan pernapasan ini.

"Masalah pernapasan dapat sangat mengganggu tidur Anda, menyebabkan berbagai masalah yang memengaruhi kesejahteraan seseorang secara keseluruhan. Kondisi seperti mendengkur, sleep apnea, dan batuk kronis dapat menghambat kemampuan Anda untuk menikmati tidur nyenyak," kata Chabra.

Mendengkur, sering kali disebabkan oleh terhambatnya aliran udara, dapat mengganggu diri sendiri dan pasangan tidur, sehingga menyebabkan tidur sering terbangun.

Sleep apnea, yang ditandai dengan jeda pernapasan berulang kali dan disertai dengkuran keras, tidak hanya mengganggu tidur tetapi juga meningkatkan risiko masalah kesehatan seperti hipertensi dan penyakit jantung. Selain itu, batuk kronis atau rasa tidak nyaman dapat membuat sulit untuk tertidur dan tetap tertidur, sehingga menyebabkan insomnia.

Chabra menambahkan menjaga berat badan ideal melalui pola makan seimbang dan olah raga teratur dapat mengurangi keparahan gangguan pernafasan. Menyesuaikan posisi tidur, tetap terhidrasi, dan menggunakan pelembab udara juga dapat meningkatkan aliran udara dan meringankan gejala.

Menghindari alkohol dan merokok sangatlah penting, karena kebiasaan ini dapat memperburuk masalah pernafasan. Memasukkan teknik relaksasi ke dalam rutinitas waktu tidur Anda dapat meningkatkan kualitas tidur dengan mengurangi stres dan kecemasan.

"Dengan mengatasi masalah pernafasan secara alami, Anda dapat meningkatkan kualitas tidur dan kesehatan secara keseluruhan," tutup Chabra. (*)

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.

Advertisement



Editor : Deasy Mayasari
Publisher : Sholihin Nur

TERBARU

Togamas - togamas.com

INDONESIA POSITIF

KOPI TIMES