Gaya Hidup

Sudah Diet Tapi Berat Badan Susah Turun, Kenapa?

Selasa, 31 Oktober 2023 - 02:28 | 65.50k
Ilustrasi. Berat badan susah turun meskipun sudah diet. (Foto: Freepik)
Ilustrasi. Berat badan susah turun meskipun sudah diet. (Foto: Freepik)

TIMESINDONESIA, JAKARTA – Memiliki berat badan berlebih memang tidak nyaman. Selain karena alasan kesehatan, berat badan berlebih juga bisa mengganggu aktivitas sehari-hari. Salah satu cara untuk menurunkan berat badan adalah dengan diet. Tetapi cara ini bukan jaminan berat badan bisa turun. Banyak yang sudah melakukan diet namun tak kunjung mencapai berat badan yang diinginkan. Kenapa?

Ada banyak faktor yang memengaruhi keberhasilan penurunan berat badan. Berikut ini sejumlah daftar penyebab berat badan susah turun yang perlu diperhatikan.

1. Tingkat Stres yang Tinggi

Saat stres, tubuh akan cenderung memproduksi kortisol atau hormon stres lebih tinggi dari biasanya. Kadar kortisol yang meningkat secara kronis akibat stres dapat menyebabkan tubuh mengubah makanan menjadi lemak, bukan mengubahnya menjadi energi.

2. Kurang Tidur

Kurang tidur tak hanya dapat menyebabkan berat badan susah turun, tapi juga sangat berpengaruh pada kesehatan tubuh secara keseluruhan.

Saat tidak mendapatkan waktu cukup untuk tidur, akan cenderung mengalami pertambahan berat badan. Pasalnya, kurang tidur bisa membuat Anda merasa lapar, menimbulkan rasa lelah, dan kurang termotivasi untuk berolahraga.

3. Tidak Memperhatikan Asupan Makanan dan Jadwal Makan

Jika ingin diet berhasil, kurangi porsi nasi putih yang Anda makan. Ganti porsi nasi yang dipangkas dengan sayuran, lauk tinggi protein, dan buah-buahan.

Selain itu, hindari makanan tinggi karbohidrat lain seperti roti, mi instan, pasta, kue-kue, dan kentang goreng. Makanan ini mengandung tinggi indeks glikemik yang dapat merangsang produksi lemak berlebih.

Makan tidak teratur atau terlambat makan dapat mengakibatkan Anda lebih sulit mengendalikan nafsu makan. Terlambat makan membuat Anda cenderung kelaparan dan makan lebih banyak saat waktu makan berikutnya.

4. Terjadinya Penumbuhan Otot dan Kepadatan Tulang

Makan dengan defisit kalori yang dibarengi dengan berolahraga seperti kardio dan latihan beban dapat menyebabkan hilangnya lemak dan terjadinya penumbuhan otot. Di sisi lain, olahraga juga dapat meningkatkan kepadatan tulang.

5. Konsumsi Obat

Obat-obatan tertentu dapat memberikan efek samping pertambahan berat badan, misalnya obat antidepresan dan obat asam lambung. Selain obat-obatan, efek samping penggunaan alat kontrasepsi hormonal mengakibatkan kenaikan berat badan pada sebagian orang.

6. Kurang Gerak

Tubuh perlu aktif bergerak untuk mempercepat pembakaran lemak. Khususnya jika aktivitas Anda lebih banyak dihabiskan dengan duduk atau minim gerak. Setidaknya luangkan waktu 20-30 menit per hari untuk berolahraga. Olahraga tak hanya bermanfaat untuk menurunkan berat badan, tapi juga baik untuk kesehatan dan kebugaran.

7. Kurang Minum Air Putih

Minum air putih dapat membantu turun berat badan dengan lebih cepat. Minum air putih tak hanya meningkatkan efek perut kenyang, tapi juga memicu proses pembakaran kalori sebesar 24-30 persen.

8. Target Kurang Realistis

Penyebab berat badan susah turun lainnya adalah target berat badan yang tidak sesuai dengan program diet yang dijalani. Centers of Disease Control and Prevention menyarankan penurunan berat yang sehat sekitar 1 kilogram per minggu. Penurunan berat yang terlalu cepat dapat meningkatkan risiko masalah kesehatan, salah satunya batu empedu. (*)

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.

Advertisement



Editor : Deasy Mayasari
Publisher : Sholihin Nur

TERBARU

Togamas - togamas.com

INDONESIA POSITIF

KOPI TIMES