Gaya Hidup TIMES Ramadan

Tips Belanja Online Saat Ramadan agar Sampai Tepat Waktu

Jumat, 15 Maret 2024 - 11:42 | 21.72k
Ribka Pratiwi (kaos putih) saat media gathering dan buka bersama dengan para jurnalis. (FOTO: Fahmi/TIMES Indonesia)
Ribka Pratiwi (kaos putih) saat media gathering dan buka bersama dengan para jurnalis. (FOTO: Fahmi/TIMES Indonesia)
FOKUS

TIMES Ramadan

TIMESINDONESIA, JAKARTA – Bulan Ramadan menjadi momen yang dinantikan oleh mayoritas masyarakat, baik dalam aspek spiritualitas maupun aspek lainnya dari sisi peluang bisnis dan ekonomi, salah satunya belanja online.

Masyarakat Indonesia yang mayoritas umat muslim, berdasarkan survei dari The Trade Desk mengungkapkan tingginya antusiasme belanja online saat bulan Ramadan, setidaknya satu dari tiga masyarakat Indonesia atau 32% nya akan berbelanja lebih banyak pada Ramadan.

Melihat potret survei tersebut, kendala tentunya ada dalam setiap belanja online, antara lainnya karena permintaan yang meningkat, maka pengiriman kerap mengalami keterlambatan sampai ke pembeli.

Melihat kendala itu, Head of Public Relations Ninja Xpress, Ribka Pratiwi kasih tips terhindar dari keterlambatan pengiriman. 

“Yang pertama, itu pastikan bahwa tidak terlalu mepet ya kalau mau belanja online. Paling aman sebenarnya sih sebenarnya 2 minggu sebelum lebaran, sehingga barang yang dikirim sampai tepat waktu,” ucap Ribka saat diwawancarai TIMES Indonesia pada Media Gathering dan Buka Puasa Bersama, Kamis (14/3/2024).

Ribka mengatakan, kalaupun mau belanja online satu minggu sebelum lebaran, pembeli harus bersiap-siap jika barang belanjanya telat sampai tujuan karena mungkin adanya peningkatan belanja dari pembeli lainnya yang mengakibatkan keterlambatan pengiriman. “dua minggu yang paling efektif lah ya,” kata Ribka.

media-gathering-2.jpgRibka Pratiwi (tengah) bersama pelaku UMKM saat media gathering dan buka bersama dengan para jurnalis. (FOTO: Fahmi/TIMES Indonesia)

Kedua, lanjut Ribka, kalau dari sisi Ninja Xpress sebagai pengirim barang, sering kali ditemukan dilapangan bahwa paket itu tidak sampai ke pembeli secara tepat waktu karena pemilik atau penerima paket itu tidak ada di rumah, jadi paketnya harus diantar ulang dilain waktu yang mungkin sudah berganti hari.

“Sering kali kita menemukan di lapangan bahwa paket itu tidak sampai on time karena pemilik atau penerima paket itu tidak ada di rumah, jadi tips kedua itu pastikan bahwa handphone  penerima paket selalu aktif, supaya saat rider (pengirim paket) kita hubungi, itu bisa tahu dan janjian ketemu,” terang Ribka.

Tips terakhir, Ribka berharap para pembeli dapat mencantumkan alamat pengirimannya dengan jelas sampai ke RT/RW bahkan kodeposnya juga sehingga mempermudah rider menemukan alamat yang dituju.

“Harus jelasin RT/RWnya, ada kode pos dan lain lain untuk memastikan bahwa paket itu enggak nyasar gitu. Jadi hal hal seperti itu yang kadang kadang kita sering kali sepele ya, tapi kan ini kan paket yang lagi tinggi banget nih. Jadi pastikan bahwa alamat yang sesuai dan penerima paketnya ada di rumah,” harapnya.

Upayakan Pengiriman Tepat Waktu

Ribka menjelaskan, Ninja Xpress sebagai perusahaan yang bergerak dalam jasa pengiriman barang memiliki solusi supaya pengiriman yang dilakukan Ninja Xpress selalu tepat waktu salah satunya penggunaan berbagai moda transportasi yang dimiliki Ninja Xpress.

“Jadi dari sisi distribusi sebenarnya Ninja Xpress itu mengoptimalkan penggunaan berbagai mode transportasi, ada udara, ada juga darat ataupun nanti mungkin kalau dibutuhkan laut ya misalnya. Selain itu, saat ini kita kurang lebih punya 1000 titik station untuk mengirimkan barang ke Indonesia dan kita punya 26.000 armada, dari mulai dari motor, mobil hingga truk di seluruh Indonesia,” jelasnya.

Ribka juga mengungkapkan, selain itu Ninja Xpress punya yang namanya Bank Rider, jadi kalau misalnya butuh rider tambahan karena ada peningkatan pengiriman di berbagai wilayah, tinggal menghadirkan rider tambahan melalui Bank Rider.

“Misal mendadak adanya peningkatan pengiriman di daerah Jawa Tengah, atau Jawa Barat kita punya banyak rider untuk menambah kebutuhan rider kita pada saat itu, jadi itu satu cara yang kita lakukan,” imbuhnya.

Terakhir, Ribka menjelaskan kalau melihat lebaran sebelumnya, bagian gudang maupun rider hanya libur saat hari Raya Idul Fitri saja selebihnya baik H-1 maupun H+1 Hari Raya Idul Fitri, operasional gudang dan rider tetap berjalan normal.

“Jadi waktu libur lebarannya di atur dengan baik sehingga paket dapat diterima oleh pembeli tepat waktu dan target kita bisa kembali mempertahankan Service Level Agreement (SLA) paling tidak 97 persen, sama seperti tahun lalu,” tandasnya. (*)

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.

Advertisement



Editor : Ferry Agusta Satrio
Publisher : Lucky Setyo Hendrawan

TERBARU

Togamas - togamas.com

INDONESIA POSITIF

KOPI TIMES