Gaya Hidup

Intip 5 Tradisi Perayaan Idul Fitri di Seluruh Dunia

Rabu, 10 April 2024 - 19:38 | 29.23k
Perayaan Idul Fitri di rumah. (Foto: EyeEm/Freepik)
Perayaan Idul Fitri di rumah. (Foto: EyeEm/Freepik)

TIMESINDONESIA, JAKARTA – Idul Fitri yang juga dikenal sebagai Festival Penutup Puasa, menandai akhir Ramadan atau yang juga dikenal sebagi bulan yang diwajibkan untuk berpuasa. Perayaan ini dirayakan oleh umat Muslim di seluruh dunia dengan berbagai adat, tradisi, dan festival. Namun, apa yang membedakan perayaannya adalah perpaduan uniknya antara keberagaman budaya, tradisi kaya, dan festival yang memikat yang mencerminkan esensi persatuan global dan kebahagiaan.

1. Malaysia: Keanekaragaman Tradisi

Di Malaysia, Idul Fitri dikenal sebagai Hari Raya Aidilfitri, adalah peristiwa besar yang menyatukan orang-orang dari berbagai etnis dan latar belakang. Festival dimulai dengan pengamatan bulan baru, menandakan berakhirnya Ramadan. Keluarga berkumpul untuk melakukan salat khusus di masjid, diikuti dengan mengunjungi makam orang yang telah meninggal.

Perayaan tidak lengkap tanpa hidangan ikonik, Ketupat, sejenis kue ketan yang dibungkus daun kelapa atau lemang jika di Indonesia, disajikan dengan rendang yang lezat dan manisan tradisional Melayu. Jalan-jalan dihiasi dengan lampu warna-warni, dan udara dipenuhi dengan suara tawa dan kebahagiaan ketika orang saling bertukar salam dan meminta maaf satu sama lain.

2. Mesir: Semangat Kemurahan Hati

Di Mesir, Idul Fitri merupakan saat kemurahan hati yang besar dan semangat kebersamaan. Jalan-jalan dipenuhi dengan kegembiraan saat keluarga bersiap untuk merayakan hari yang membahagiakan. Salah satu tradisi paling dihargai adalah pemberian 'Eidiyah', hadiah uang atau permen, kepada anak-anak dan mereka yang kurang beruntung.

Salat khusus diadakan di masjid, diikuti dengan pesta besar-besaran di mana teman dan tetangga berkumpul untuk berbagi hidangan tradisional seperti Fattah, hidangan gurih yang terbuat dari nasi, daging, dan roti, melambangkan kelimpahan dan kemakmuran. Banyak orang berlomba-lomba melakukan kebaikan pada hari tersebut  dengan orang-orang membantu mereka yang membutuhkan, mengunjungi panti jompo dan lain sebagainya. 

3. Indonesia: Simfoni Budaya

Di Indonesia, negara dengan mayoritas Muslim terbesar di dunia lebaran seperti yang dikenal secara umum, adalah kumpulan budaya dan tradisi yang beragam. Dari jalan-jalan ramai Jakarta hingga desa-desa tenang di Jawa, seluruh negeri hidup dengan semangat perayaan.

Rumah-rumah dihiasi dengan dekorasi warna-warni, dan aroma hidangan tradisional mengisi udara. Keluarga berkumpul untuk melakukan salat di masjid dan mengunjungi makam leluhur, memberikan penghormatan dan memohon berkah untuk tahun yang akan datang.

Salah satu tradisi paling ikonik adalah 'mudik', di mana jutaan orang melakukan perjalanan kembali ke kampung halaman mereka untuk merayakan bersama keluarga, menciptakan pemandangan persatuan dan kebersamaan. Anak-anak pun akan berkunjung secara berkelompok dari satu rumah ke rumah lain untuk mendapatkan angpao atau saku lebaran.

4. Amerika Serikat: Keanekaragaman dalam Persatuan

Di Amerika Serikat, Idul Fitri dirayakan oleh komunitas Muslim yang beragam yang berasal dari berbagai belahan dunia. Meskipun menjadi minoritas, umat Muslim di seluruh negeri berkumpul untuk menandai akhir Ramadan dengan rasa kegembiraan dan rasa syukur yang sama.

Salat khusus diadakan di masjid, diikuti dengan pertemuan dan pesta masyarakat di mana orang-orang dari berbagai latar belakang berkumpul untuk berbagi budaya dan masakan mereka. Idul Fitri menjadi pengingat akan keberagaman negara ini dan nilai-nilai persatuan dan inklusifitas.

5. Nigeria: Keselarasan dalam Keanekaragaman

Di Nigeria, Idul Fitri dikenal sebagai Sallah. Hari berakhirnya bulan Ramadan tersebut dirayakan dengan semangat dan antusiasme di berbagai wilayah yang beragam. Muslim dari berbagai etnis, termasuk Hausa, Yoruba, dan Igbo, berkumpul untuk merayakan kesempatan yang berbahagia ini.

Hari dimulai dengan salat khusus di masjid, diikuti dengan kunjungan ke keluarga dan teman, di mana hidangan tradisional seperti nasi Jollof, Suya, dan Masa dibagikan dengan sukacita. Meskipun terkadang menghadapi tantangan, lebaran menjadi bukti ketangguhan negara ini dan semangat harmoni yang melampaui batas etnis dan agama.

Sebagai kesimpulan, Idul Fitri menyatukan umat Muslim di seluruh dunia dalam semangat bersama kegembiraan, rasa syukur, dan kebersamaan. Baik di kota-kota sibuk  maupun desa-desa tenang Indonesia, atau lingkungan yang beragam di Amerika Serikat, esensi dari hari kemenangan ini tetap sama - perayaan iman, keluarga, dan persatuan dalam keberagaman. (*)

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.

Advertisement



Editor : Khodijah Siti
Publisher : Rizal Dani

TERBARU

Togamas - togamas.com

INDONESIA POSITIF

KOPI TIMES