Gaya Hidup

Balik dari Mudik Lebaran yang Aman, Perhatikan Keselamatan Juga Kesehatan

Minggu, 14 April 2024 - 11:25 | 35.04k
Sekretaris Dinas Kesehatan Kota Malang yang juga Wakil Ketua PCNU Kabupaten Malang, dr Umar Usman, MM. (Foto: Dokumen TIMES Indonesia)
Sekretaris Dinas Kesehatan Kota Malang yang juga Wakil Ketua PCNU Kabupaten Malang, dr Umar Usman, MM. (Foto: Dokumen TIMES Indonesia)

TIMESINDONESIA, MALANGPerjalanan mudik ditambah aktivitas beranjangsana ke sanak saudara selama lebaran tentu sangat melelahkan. Karena waktu yang padat, bisa jadi kita terlalu menyepelekan waktu istirahat yang cukup dan bermutu selama masa perayaan lebaran lalu.

Kini, bagi pemudik yang harus kembali ke kota asal, masih harus melakukan perjalanan balik dari mudik. Tentu, banyak persiapan yang harus diperhatikan, agar balik mudik nantinya tetap aman. Tak hanya masalah keselamatan di jalan, namun juga kesehatan yang harus tetap dijaga. 

Faktor kelelahan di jalan hingga beresiko mengalami microsleep tentu harus benar-benar diwaspadai. Berita viral kecelakaan GranMax yang menewaskan 12 orang, dan 7 nyawa melayang akibat kecelakaan Bus Rosalia Indah beberapa waktu lalu bisa dijadikan pelajaran untuk kewaspadaan dan keselamatan balik mudik. 

Data mengungkapkan, 35 persen pengemudi dapat mengalami kecelakaan akibat microsleep. Bahkan, ketika frekuensi microsleep melebihi 50 persen dari periode 4 menit, resiko kecelakaan naik hingga mendekati 100 persen.

Terkait hal ini, masyarakat perlu memahami apa itu microsleep dan gejalanya, untuk mencegah terjadinya dampak kurang baik dan resiko keselamatan di jalan. 

Apa Itu microsleep? Microsleep adalah kondisi ketika seseorang tiba-tiba kehilangan kesadaran atau konsentrasi, karena merasa lelah atau mengantuk selama beberapa detik, namun dampaknya bisa berakibat fatal.

Dokter Umar Usman MM, alumnus Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga Surabaya menuturkan, microsleep kerapkali menimpa pengendara saat sedang mengemudi. 

Dimana, mata bisa terpejam selama 3 detik, dan kendaraan yang berjalan dengan kecepatan 96 km/jam dapat melaju hingga 100 meter tanpa kontrol atau disadari pengendara. 

Berikut tanda-tanda Microsleep yang perlu Anda pahami:

- Tiba-tiba kaget atau terbangun oleh sentakan tubuh dan kepala.

- Tidak menyadari peristiwa baru, padahal tidak sedang melamun.

- Sering menguap, kelopak mata terasa sangat berat dan mata berkedip terus-menerus. 

"Pengemudi yang alami microsleep juga mengalami esulitan memproses informasi atau bingung saat berkomunikasi. Arah kemudi berubah tanpa disadari, keluar dari jalur yang seharusnya," terang Sekretaris Dinas Kesehatan Kota Malang yang juga Wakil Ketua PCNU Kabupaten Malang ini, Minggu (14/4/2024). 

Menurutnya, ada beberapa langkah yang dapat membantu mencegah microsleep. Diantaranya, pengemudi dianjurkan istirahat cukup dan bermutu sebelum melakukan perjalanan jauh, dan sebaiknya berhenti atau istirahat sejenak, saat lelah dan merasakan sangat mengantuk. 

Selebihnya, kata dr Umar, pengemudi sebaiknya punya teman bicara, mengonsumsi cukup minuman berkafein, dan mendengarkan musik yang memberi semangat dan rasa senang. 

Ia juga menganjurkan, agar pemudik memeriksa kesehatan masing-masing, baik sebelum perjalanan maupun setelah sampai di tempat tujuan. Hal ini untuk menghindari kemungkinan adanya gangguan kesehatan yang dialami, akibat aktifitas dan persinggungan dengan banyak orang selama lebaran. 

"Ingatlah bahwa keselamatan di jalan adalah tanggung jawab kita bersama. Semoga perjalanan balik dari mudik aman dan nyaman," pungkasnya. (*) 

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.

Advertisement



Editor : Deasy Mayasari
Publisher : Sholihin Nur

TERBARU

Togamas - togamas.com

INDONESIA POSITIF

KOPI TIMES