Gaya Hidup

Maker Faire Surabaya, Pameran Berlisensi Amerika Tempat Kreator Andal Unjuk Karya

Minggu, 21 April 2024 - 22:15 | 35.61k
B.G.Fabiola Natasha, tampilkan karya ilustrasi seni rupa tematik dalam pameran Maker Faire Surabaya 2024 di Kompleks Balai Pemuda, Minggu (21/4/2024).(Foto : Lely Yuana/TIMES Indonesia
B.G.Fabiola Natasha, tampilkan karya ilustrasi seni rupa tematik dalam pameran Maker Faire Surabaya 2024 di Kompleks Balai Pemuda, Minggu (21/4/2024).(Foto : Lely Yuana/TIMES Indonesia

TIMESINDONESIA, SURABAYA – Sederet kreator andal menampilkan karya dalam ajang Maker Faire Surabaya 2024 di Kompleks Balai Pemuda Surabaya.

Salah satunya K'ren. Brand seni rupa tematik ini adalah karya B.G.Fabiola Natasha. Ia merupakan Dosen Graphic Design LaSalle College Surabaya.

Perempuan yang juga dikenal sebagai salah satu fotografer dan perupa tersebut mencoba menawarkan sebuah karya lukis tokoh negeri dongeng di atas akrilik. 

"Aku bikin ilustrasi di atas media akrilik sama tote bag. Stylenya agak beda dari painting ku sebelumnya," kata Fabiola.

Goresan kuas Fabiola membawa imajinasi ke dalam buku cerita anak-anak zaman dulu. Ada jamur, peri, kelinci dan kurcaci. Pengunjung pameran bisa memesan gambar custom sesuai keinginan masing-masing.

Dalam ajang Maker Faire Surabaya 2024 ini, Fabiola juga memberikan workshop tentang ilustrasi. Bagi Fabiola, Maker Faire Surabaya 2024 merupakan ajang yang menarik bagi para  kreator maupun perupa. Pengunjungnya pun kebanyakan Gen Z dan milenial. 

Selain itu, banyak pilihan stand edukatif. Mulai robotik hingga teknologi. Pameran berlangsung selama dua hari mulai 20-21 April 2024.  "Ajang ini cukup oke dan belum ada pameran seperti ini," ujarnya.

Ketua Panitia Maker Faire Surabaya, Onggo Susilo mengatakan, pameran terbesar ini mengantongi lisensi dari Amerika. "Ini pertama di Indonesia untuk level kota. Pada hari ini juga di beberapa tempat di dunia juga mengadakan Maker Faire yang sama," ujar Onggo.

Maker Faire bukanlah ajang biasa. Tapi diisi oleh peserta kreatif dan inovatif yang berhasil menciptakan sesuatu yang belum maupun pernah ada.

Mereka telah melewati kurasi ketat selama tiga bulan. Ada kategori teknologi, seni budaya, kerajinan daur ulang dan pendidikan. "Tema besarnya Rise of The Maker," kata Onggo. 

Maker Faire Surabaya 2024 digagas oleh PKBM NOLA Surabaya (Onggo Susilo), Sekolah Robot Indonesia (Dadhang) dan Surabaya Board Game Market (Adhicipta R. Wirawan). Menggandeng dunia pendidikan, Onggo yakin bahwa siswa adalah ujung tombak masa depan. 

Para siswa yang terlibat dalam Maker Faire bisa saling bertukar pikiran dengan profesional. Tak hanya itu saja, pameran juga menjadi ajang business matching serta memperluas jaringan. 

"Maker Faire mewadahi semua itu. Ekosistem ini mempertemukan antara maker, perbankan, dan networking," ucap Onggo.

Ratusan pengunjung dalam pameran edukasi tersebut bahkan dibuat kagum serta bangga oleh karya-karya hebat dan unik para maker dari beberapa kota di Indonesia. Termasuk, karya siswa siswi PKBM NOLA surabaya. "Salah satunya robotik karya para maker muda Surabaya,” kata Onggo.

Menurut Onggo, acara menarik ini tidak hanya merupakan platform untuk memamerkan kreasi dan penemuan, tapi juga kesempatan untuk berbagi pengetahuan dan belajar keterampilan baru melalui berbagai macam workshop interaktif.

Banyak kegiatan seru dan menarik yang disajikan di Maker Faire Surabaya 2024. Di antaranya, karya mahasiswa Universitas Katolik Widya Mandala (UKWM), Pameran Mitra Komersial yang berhubungan dengan IoT, Mesin CNC, mesin 3D Print bahkan inovasi di produk makanan sehat.

Selai itu, juga ada Talkshow, Workshop untuk umum dan anak-anak, Eksibisi Battle Bot, Pameran Maker Siswa PKBM NOLA (bagian dari Pameran Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila), Pameran Maker Siswa PKBM se-Surabaya dan sekolah negeri maupun swasta di Surabaya. 

“Menariknya lagi, beberapa Maker yang akan menjadi bagian dari Maker Faire Surabaya 2024 seperti Saung Swara akan menciptakan alat musik tradisional SIPEK merupakan gabungan dari Sitar Jawa dan Sapek (Dayak),” tandas Onggo.

Ada juga, Habito Alat yang diciptakan oleh tim Habito dari siswa PKBM NOLA yang mmberikan solusi untuk membangun kebiasaan untuk anak dan juga alat bantu pengingat medis untuk orang tua yang dalam pengobatan.

Serta, ada Robot Service karya Siswa NOLA (Clayton Susanto, Clay Azarel & Henry Siawan). Prototype Service robot ini dikembangkan untuk memberikan informasi dalam berbagai bentuk usaha. 

“Di puncak acara kami juga menggelar Fashion Show dengan menampilkan 10 designer remaja yang merupakan siswa PKBM NOLA. Mereka akan menampilkan koleksi tradisional pengabungan dari desain DIY Ecoprint dan desain baju anak modern,” kata Onggo. (*)

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.

Advertisement



Editor : Ronny Wicaksono
Publisher : Ahmad Rizki Mubarok

TERBARU

Togamas - togamas.com

INDONESIA POSITIF

KOPI TIMES