Gaya Hidup

Keutamaan Puasa Tiga Hari Ayyamul Bidh Tiap Bulan, Kapan Waktunya? 

Senin, 22 April 2024 - 08:55 | 30.29k
Majelis Tarjih dan Tajdid Pimpinan Pusat Muhammadiyah. (Foto MTT PP Muhammadiyah (diunduh)
Majelis Tarjih dan Tajdid Pimpinan Pusat Muhammadiyah. (Foto MTT PP Muhammadiyah (diunduh)

TIMESINDONESIA, JAKARTA – Umat Islam sangat dianjurkan menjalankan ibadah puasa sunnah yang punya keutamaan sangat besar. Salah satunya, puasa sunnah tiga hari tiap bulan atau ayyamul bidh, yang diajarkan Rasulullah SAW. 

Mengutip dari laman muhammadiyah.or.id, disebutkan hadis dari Abu Qatadah al-Ansary (diriwayatkan), bahwa Rasulullah SAW bersabda: Puasa tiga hari tiap bulan adalah puasa sepanjang masa (HR. Ibnu Khuzaimah).

Anggota Divisi Fatwa dan Pengembangan Tuntutan Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah, Prof Dr. Muchammad Ichsan, Lc, MA, mengungkapkan keutamaan melaksanakan puasa tiga hari setiap bulan (ayyamul bidh), seperti halnya melaksanakan puasa sepanjang tahun. Hal tersebut, menurutnya karena satu kebaikan dalam puasa tersebut senilai dengan sepuluh kebaikan. 

Dikatakan Ichsan, Allah SWT biasa melipatkangandakan suatu amalan, sehingga kalau kita berpuasa tiga hari, seperti dikali sepuluh jadi seolah-olah kita berpuasa selama 30 hari. 

"Kalau setiap bulan konsisten, berarti sepanjang tahun kita seperti berpuasa,” terang Ichsan dalam tausiahnya saat Pengajian Tarjih belum lama ini. 

Ia menerangkan, salah satu puasa tathawwu yang selalu dilaksanakan Rasulullah SAW adalah puasa tiga hari setiap bulan. Rasulullah SAW telah mewasiatkan puasa tiga hari setiap bulan kepada beberapa para sahabat, seperti Abu Hurairah, Abu al-Darda, Abu Dzar dan ‘Abdullah bin Umar.

Hal tersebut berdasarkan hadis dari Abu Hurairah (diriwayatkan), ia berkata: Kekasihku (Rasulullah) SAW telah mewasiatkan kepadaku tiga hal, (yaitu) puasa tiga hari tiap bulan, salat dua rakaat duha, dan supaya aku mengerjakan salat witir sebelum aku tidur (HR. al-Bukhari).

Ichsan menjelaskan, meskipun hadis ini redaksinya tentang wasiat Rasulullah SAW kepada Abu Hurairah, ini bisa dimaknai bahwa puasa ayyamul bidh ini juga menjadi wasiat kepada umat Islam keseluruhan.

Bagaimana waktu pelaksanaan puasa ayyamul bidh? 

Dosen Universitas Muhammadiyah Yogyakarta ini kemudian menjelaskan, apakah waktu pelaksanaan puasa ayyamul bidh, apakah di awal, di pertengahan, atau di akhir bulan. Selain itu, apakah pelaksanaannya dikerjakan secara berturut-turut atau terpisah dalam satu bulan? 

Umumnya, umat Islam memahami istilah ayyamul bidh menunjuk pada keadaan bulan sedang purnama yang biasanya jatuh pada tanggal 13, 14, dan 15 bulan Hijriyah.

Jika dalam kalender Masehi, maka tanggal 13-15 tahun 1445 Hijriyah ini bertepatan dengan tanggal 22, 23 dan 24 April 2024.

Akan tetapi, kata Ichsan, terdapat beberapa hadis menjelaskan cara-cara pelaksanaan puasa tiga hari setiap bulan dan dalam waktu pelaksanaannya berbeda-beda, yang tidak mesti harus tanggal 13, 14, dan 15 bulan Hijriyah. 

“Puasa sunah tiga hari tiap bulan merupakan ibadah mahdlah yang pelaksanaannya didasarkan pada dalil-dalil yang maqbul. Dalam beberapa riwayat hadis, tata pelaksanaan puasa ayyamul bidh itu ada beberapa cara dan ini merupakan keringanan yang diberikan syariat kepada kita,” tutur Ichsan.

Ichsan menyebut ada enam pilihan waktu pelaksanaan puasa ayyamul bidh, diantaranya: 1) berpuasa berturut-turut pada tanggal 13, 14 dan 15 bulan Kamariah (HR. Turmudzi); 2) berpuasa tiga hari pada hari Senin pekan pertama kemudian pada hari Kamis, lalu hari Senin pekan berikutnya (HR. Abu Dawud); 3) berpuasa tiga hari pada hari Senin pertama awal bulan dan dua hari Kamis (HR. Nasa’i); 4) berpuasa tiga hari pada hari Senin dan Kamis (di pekan pertama) dan satu hari apa saja (HR. Abu Dawud); 5) berpuasa tiga hari di awal bulan yaitu tanggal 1, 2 dan 3 (HR. Abu Dawud); 6) berpuasa tiga hari dengan tidak ditentukan harinya apakah di awal, di tengah atau di akhir, berturut-turut atau tidak (HR. Abu Dawud). (*)

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.

Advertisement



Editor : Ferry Agusta Satrio
Publisher : Ahmad Rizki Mubarok

TERBARU

Togamas - togamas.com

INDONESIA POSITIF

KOPI TIMES