Gaya Hidup

Seniman Ilustrasi Imady Luhur Utomo Gelar Pameran Tunggal Lini Masa di Galeri Artenspace

Senin, 24 Juni 2024 - 11:45 | 19.22k
Pengunjung melihat karya seniman ilustrasi, Imady Luhur Utomo dalam Pameran Lini Masa, di Galeri Artenspace, Ruko Green Village, Malang. (FOTO: Vivid Salsabila/TIMES Indonesia).
Pengunjung melihat karya seniman ilustrasi, Imady Luhur Utomo dalam Pameran Lini Masa, di Galeri Artenspace, Ruko Green Village, Malang. (FOTO: Vivid Salsabila/TIMES Indonesia).

TIMESINDONESIA, MALANG – Seniman ilustrasi, Imady Luhur Utomo, menggelar pameran tunggal pertamanya dengan tajuk "Lini Masa" yang berlangsung di Galeri Artenspace, dari tanggal 19 juni hingga 23 juni. Pameran ini menampilkan karya-karya ilustrasi yang unik dan dilengkapi dengan dialog cerita yang menyentuh hati.

"Lini Masa" merupakan pameran perjalanan visual yang mengajak pengunjung untuk menjelajahi ruang penciptaan yang menjadi laboratorium pengukuran kesatuan waktu.

Setiap ilustrasi yang dipamerkan adalah cerminan momen-momen dan kejadian yang pernah dialami oleh Imady, begitu ia sering disebut, yang kemudian menjadi titik tolak dalam mengeksplorasi pertanyaan-pertanyaan esensial tentang diri, pencapaian, lingkungan, dan makna hidup secara keseluruhan.

“Tajuk “Lini Masa” diambil sebagai tema inti dari pameran ini sebagai penggambaran bahwa hidup itu ya sudah begitu begitu saja. Terkadang senang, terkadang sedih, kadang ada, kadang juga hilang. Tetapi percayalah bahwa semua akan baik baik saja” ucap Imady, Minggu (23/6/2024).

Setiap karya yang ditampilkan dalam pameran ini semuanya hanya berwarna hitam dan putih. Setiap karya memiliki rangkaian cerita tersendiri serta makna yang mendalam, mulai dari kisah tentang kehilangan, keikhlasan dan fase fase kehidupan yang tak mungkin terpisahkan dari manusia.

Pameran-Lini-Masa-a.jpgBeberapa karya dari seniman ilustrasi, Imady Luhur Utomo yang dipamerkan di Galeri Artenspace, Ruko Green Village, Malang. (FOTO: Vivid Salsabila/TIMES Indonesia).

Menurut Imady tidak ada arti atau simbol tersendiri dari setiap karya karyanya yang berwarna hitam putih itu. “Tidak ada arti tersendiri, dibuat seperti ini hanya untuk bernostalgia,” ujar Imady. “Seperti saat menonton film hitam putih, kan itu identik dengan film lawas,” tambahnya.

Pameran "Lini Masa" tidak hanya menjadi ajang bagi Imady untuk menampilkan karyanya, tetapi juga menjadi ruang bagi pengunjung untuk merefleksikan kehidupan mereka sendiri. 

Melalui pameran ini, melalui pesan pesan yang ditinggalkan oleh pengunjung pameran ini berhasil menyentuh hati banyak orang dan menunjukkan bahwa seni bisa menjadi jembatan yang menghubungkan pengalaman manusia dengan cara yang sangat personal dan mendalam.
Karya karya milik Imady ini tidak hanya di pamerkan saja tetapi juga di jual dalam bentuk merchandise berbentuk buku. (*)

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.

Advertisement



Editor : Wahyu Nurdiyanto
Publisher : Sholihin Nur

TERBARU

Togamas - togamas.com

INDONESIA POSITIF

KOPI TIMES