Gaya Hidup

Djagabhumi Fashion Show, Tampilkan Busana Ready to Wear Ramah Lingkungan 

Minggu, 30 Juni 2024 - 06:11 | 22.88k
Djagabhumi Fashion Show Karya Kreatif Mataraman 2024. (FOTO: Yobby/TIMES Indonesia)
Djagabhumi Fashion Show Karya Kreatif Mataraman 2024. (FOTO: Yobby/TIMES Indonesia)

TIMESINDONESIA, KEDIRIFashion show dalam Karya Kreatif Mataraman (KKM) 2024 tampil berbeda dari tahun sebelumnya dengan mengusung tajuk Djagabhumi Fashion Show.

Tema yang diangkat “Arutala Lokha” , diambil dari Bahasa sansekerta yang memiliki makna sebuah perjalanan spiritual dan estetika bahwa wastra menjadi saksi akan cita-cita besar untuk merawat bumi yang lebih baik.

Djagabhumi Fashion Show mengusung konsep sustainable fashion (fesyen berkelanjutan) dengan tujuan memperkenalkan wastra mataraman yang menggunakan pewarna alam dan diaplikasikan menjadi busana ready to wear dengan sentuhan modern.

"Sustainable fashion merupakan fashion yang ramah lingkungan. Melalui industri fashion ini, kita ingin mendukung upaya green economy," tutur Kepala Perwakilan Kantor Bank Indonesia Kediri M. Choirur Rofiq, Sabtu (29/06/2024). 

Djagabhumi Fashion Show melibatkan 24  designer lokal wilayah kerja Kantor Perwakilan BI Kediri. Setiap desainer diajak untuk memanfaatkan bahan-bahan yang ramah lingkungan. Karya kreatif para desainer tersebut telah melalui proses pendampingan dan kurasi oleh tim khusus. 

"Bahan-bahan yang digunakan itu bahan-bahan yang misalnya pewarna alam. Misalnya sisa bahan saat dibuang, tidak akan mencemari lingkungan. Bahannya sendiri, kalau bisa dari kapas, bukan bahan sintetis. Karena kapas lebih mudah di daur ulang," tambahnya. 

Djagabhumi Fashion Show juga diharapkan mampu mendorong wastra di wilayah Mataraman bisa naik kelas. Pasalnya, ditambahkan M Choirur Rofiq, sustainable fashion memiliki potensi pasar tersendiri. 

"Sustainable fashion memang sengaja kita kampanyekan pada Karya Kreatif Mataraman ini. Karena jika ini bisa kita angkat, diproduksi dan dibuat bagus bisa memiliki ekonomi tinggi. Di luar negeri produk-produk yang ramah lingkungan sangat dihargai," tuturnya. 

M Choirur Rofiq mengungkapkan, fashion show tersebut juga sekaligus memperlihatkan bahwa wastra tradisional seperti batik dan tenun ikat Kediri, merupakan bentuk karya anak bangsa yang tidak mudah ketinggalan zaman. 

"Bisa dipakai kapanpun. Jadi kalau misalnya kita pakai tenun mau acara formal - non formal, itu tetap bisa kita pakai. Asal dengan model yang kekinian,"pungkasnya. 

KKM 2024 secara keseluruhan membawa tema “Inovasi dan Digitalisasi untuk Masa Depan Berkelanjutan" yang bertujuan sebagai upaya pengembangan produk UMKM unggulan dari eks-Keresidenan Kediri serta Madiun (wilayah Mataraman) serta akselerasi digitalisasi untuk pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan. 

Terdapat berbagai pameran produk unggulan yang diikuti oleh 88 UMKM yang meliputi wastra unggulan, beragam produk industri kreatif dan produk potensi ekspor, kuliner tradisional. Di sisi akselerasi digitalisasi, KKM 2024 juga memiliki berbagai kegiatan talk show digitalisasi selain ​​​​​​​Fashion show. (*)

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.

Advertisement



Editor : Hendarmono Al Sidarto
Publisher : Sofyan Saqi Futaki

TERBARU

Togamas - togamas.com

INDONESIA POSITIF

KOPI TIMES