Gaya Hidup

Pameran Seni Rupa Bentang Harmoni, Upaya Menumbuhkan Citra Polisi Dengan Karya Seni

Sabtu, 06 Juli 2024 - 21:59 | 32.02k
Kapolda DIY Irjen Suwondo Nainggolan didampingi kurator pameran Arsita Pinandita menyaksikan foto karya anggota Polri yang dipamerkan. (Foto: Eko Susanto/TIMES Indonesia)
Kapolda DIY Irjen Suwondo Nainggolan didampingi kurator pameran Arsita Pinandita menyaksikan foto karya anggota Polri yang dipamerkan. (Foto: Eko Susanto/TIMES Indonesia)

TIMESINDONESIA, YOGYAKARTA – Kapolda DIY Irjen Suwondo Nainggolan secara resmi membuka pameran seni bertajuk “Bentang Harmoni,” Sabtu, 6/7/2024, di Gedung Satlantas Polres Bantul, Yogyakarta. Pameran seni yang diselenggarakan oleh Jala Production ini akan berlangsung hingga 11 Juli 2024.

Pameran Seni “Bentang Harmoni” memacak 78 karya dari polisi dan seniman, serta mahasiswa jurusan seni. Dari 78 karya yang dipamerkan, terdapat 9 karya lukis dan 6 karya fotografi dari anggota kepolisian.

Di antara karya karya anggota Polri yang dipamerkan tersebut terdapat pula karya salah satu petinggi Polri, yaitu Kepala Sekolah Staf dan Pimpinan Lembaga Pendidikan dan Pelatihan (Kasespim Lemdiklat) Polri, Irjen Pol Prof. Dr. Chryshnanda Dwilaksana M.Si. Selain itu, istri Kapolda DIY Novi Suwondo Nainggolan, juga turut serta memamerkan salah satu karyanya di antara 78 karya yang dipamerkan di Gedung Satlantas Polres Bantul.

Kurator pameran Bentang Harmoni, Arsita Pinandita, dalam catatan kuratorialnya mengatakan, polisi tidak hanya berperan sebagai penegak hukum tetapi juga sebagai individu yang memiliki sisi estetis.

Melalui karya seni mereka, kita dapat melihat perspektif yang berbeda tentang kehidupan, tugas, dan hubungan sosial. Sehingga dengan adanya pameran ini diharapkan dapat memperkuat kebersamaan, menumbuhkan citra polisi di masyarakat, dan menegaskan bahwa seni adalah alat yang kuat untuk membangun toleransi dan merayakan keberagaman. Salah satu tujuannya, untuk menghilangkan batasan antara profesi dan komunitas seni, serta untuk menunjukkan bahwa kreativitas adalah milik semua orang.

Karena saat ini, masih kata Arsita Pinandita, berbagai wacana silang sengkarut telah membuat masyarakat menghadapi tantangan dalam mempertahankan identitasnya. Era informasi telah menyeret kebenaran bercampur dengan narasi nirmanusia.

Salah satu masalah utamanya saat ini, makna manusia sebagai mahluk sosial telah mengalami pergeseran karena kehilangan interaksi antarsesamanya. Padahal, kekuatan Indonesia terletak pada keberagamannya, tradisi dan toleransi, serta kemampuan setiap individu merayakan perbedaan.

Pada sisi lain, tajuk “Bentang Harmoni” dapat menjadi kunci dalam menghadapi tantangan ini, karena seni adalah bahasa visual yang lahir dari kesadaran dan hubungan antara sesama manusia serta alam semesta.

“Bentang Harmoni” dalam pameran ini, lanjut Arsita Pinandita, melambangkan dua konsep utama, yaitu "bentang" yang mencerminkan partisipasi polisi dari berbagai kota di seluruh Indonesia, dan "harmoni" yang menggambarkan keselarasan antara elemen-elemen masyarakat seperti polisi, seniman, dan mahasiswa seni.

Melalui karya seni yang dihadirkan, pameran ini menunjukkan bagaimana beragam perspektif dan pengalaman dari berbagai daerah dapat menyatu dalam satu ruang, menciptakan keselarasan. Tujuan utamanya untuk membangun kebersamaan, menumbuhkan citra polisi di masyarakat, dan menegaskan bahwa seni adalah alat yang kuat untuk menyampaikan toleransi dan merayakan keberagaman.

Pameran seni Bentang Harmoni selain menampilkan karya seni, juga menyelenggarakan diskusi, workshop, dan sesi interaktif untuk mempertemukan polisi, seniman, mahasiswa, dan masyarakat.

Ini bukan hanya tentang melihat karya seni, kata Arsita Pinandita, tetapi juga tentang menciptakan ruang untuk dialog, pemahaman, dan kolaborasi yang lebih dalam. Dengan demikian, pameran "Bentang Harmoni" tidak hanya menjadi ajang pameran seni, tetapi juga menjadi platform untuk memperkuat hubungan sosial dan mempromosikan nilai-nilai toleransi serta kebersamaan di Indonesia. (*)

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.

Advertisement



Editor : Faizal R Arief
Publisher : Lucky Setyo Hendrawan

TERBARU

Togamas - togamas.com

INDONESIA POSITIF

KOPI TIMES