Bibit Pohon 1 Dekade TIMES Indonesia: Ucapan Selamat yang Menyelamatkan
Sejak tiga hari terakhir, halaman kantor Data TIMES Indonesia di Jalan Besar Ijen Kota Malang berubah jadi "hutan mini". Ratusan pot berderet rapi. Ada yang berupa bibit mangga

MALANG – Sejak tiga hari terakhir, halaman kantor Data TIMES Indonesia di Jalan Besar Ijen Kota Malang berubah jadi "hutan mini". Ratusan pot berderet rapi. Ada yang berupa bibit mangga, durian, jambu, klengkeng, hingga apel.
Semua datang bukan dalam bentuk papan bunga yang biasa menghiasi acara besar. Tapi “papan ucapan hidup”: bibit pohon.

Itulah cara teman-teman TIMES Indonesia merayakan 1 Dekade perjalanan mereka. Tidak ada papan kayu yang setelah tiga hari dibuang ke truk sampah. Tidak ada bunga plastik yang pada akhirnya jadi penghuni TPA.
Yang ada hanya kehidupan baru. Benih yang kelak bernaung jadi pohon rindang. Lalu, menghasilkan oksigen, menyerap karbon, bahkan buah.

Dan pemandangan ini, jujur saja lebih menyenangkan daripada membaca deretan kata formal di papan karangan bunga. Karena kita tahu, setiap bibit yang kini diam di polybag dan pot itu suatu hari akan jadi paru-paru kota.
Jadikan Tren: Lupakan Indah di Foto, Beban di TPA
Mari kita bicara data. Menurut riset Waste4Change, papan bunga berbahan tripleks dan styrofoam rata-rata berumur pakai tak sampai 72 jam. Setelah itu, 90%-nya berakhir di tempat pembuangan sampah. Padahal, styrofoam butuh ratusan tahun untuk terurai.
Bayangkan: satu acara pernikahan besar di kota bisa menghasilkan belasan papan bunga. Satu acara pelantikan pejabat, bisa ratusan papan.

Dan ini bukan hanya soal estetika: ini soal menambah beban sampah, mempercepat penuh TPA, dan menyumbang jejak karbon dari proses pembuatannya.
Maka sudah waktunya ikhtiar kita geser tren. Dari limbah ke Carbon Credit.
Dunia kini sedang menghitung karbon. Setiap pohon yang tumbuh adalah “aset” dalam mekanisme carbon credit. Satu pohon trembesi dewasa, misalnya, mampu menyerap sekitar 28,5 kg CO₂ per tahun. Artinya, jika 500 bibit trembesi dari sebuah acara tumbuh dewasa, dalam setahun saja mereka menyerap lebih dari 14 ton CO₂. Itu sama dengan meniadakan emisi dari perjalanan mobil sejauh hampir 60.000 km.

Jika sebuah perusahaan atau penyelenggara event menangkap ini, papan ucapan bibit pohon ini bisa jadi bagian dari Corporate Social Responsibility. Bahkan bisa jadi investasi jangka panjang. Mereka menanam citra baik di publik, sekaligus menabung karbon untuk masa depan.
Habit Baru, Narasi Baru
Papan ucapan bibit pohon bukan sekadar tren lucu-lucuan. Ini habit baru. Sebuah kebiasaan yang menggeser persepsi bahwa ucapan harus diwakili oleh benda yang cepat rusak. Ia mengganti gaya pamer sesaat menjadi kontribusi jangka panjang.

Lihatlah Jepang. Dalam banyak acara, mereka memberi hadiah berupa bonsai atau tanaman pot. Di Eropa, memorial tree jadi bagian dari budaya: ketika ada peringatan, yang ditanam adalah pohon kenangan. Kenapa kita tidak mulai dari sekarang?
Bayangkan jika setiap pelantikan kepala daerah, perayaan ulang tahun kota, atau pernikahan pejabat wajib menerima ucapan dalam bentuk bibit pohon. Taman kota akan bertambah tiap tahun, bukan berkurang. Dana yang biasanya lari ke papan tripleks akan menjadi modal oksigen.
Pemerintah daerah bisa membuat regulasi kecil, bisa berupa imbauan atau insentif, agar papan ucapan dialihkan ke bibit pohon. Event organizer pun bisa memasukkan ini ke paket dekorasi mereka. Media bisa ikut mengkampanyekan, dan masyarakat akan meniru. Sebab, kebiasaan baik menular.
Dan, inilah mengapa TIMES Indonesia berikhtiar bersama rekanannya. Ratusan pot, ratusan nama pengirim ucapan. Semua tak hanya mengucap “Selamat”, tapi juga “Selamatkan”.

Kalau nanti pohon-pohon itu tumbuh, daunnya akan berdesir karena angin, dan pasti akan menyebut nama-nama yang menanam dan mengirimnya. Dan siapa tahu, 10 tahun lagi kita bisa berdiri di bawah rindangnya, sambil berkata: “Ini ucapan selamat yang tak pernah layu.” (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.


