5 Makanan dan Minuman yang Harus Dihindari saat Sahur agar Tidak Cepat Haus
Beberapa makanan dan minuman ada yang sebaiknya dihindari saat sahur, mulai dari asupan tinggi garam yang menarik cairan tubuh hingga efek diuretik dari kafein.

Jakarta ā Menjalani ibadah puasa selama belasan jam tentu menguras cadangan cairan tubuh. Namun, tahukah Anda bahwa rasa haus yang datang lebih awal seringkali bukan karena kurang minum, melainkan karena menu sahur yang salah?
Apa yang kita makan saat fajar sangat menentukan bagaimana tubuh mengelola cairan sepanjang hari. Berikut adalah daftar makanan yang sebaiknya Anda hindari atau batasi saat sahur agar tidak cepat haus.
1. Makanan yang Terlalu Asin (Tinggi Natrium)
Garam bersifat menarik air dari sel-sel tubuh. Ketika Anda mengonsumsi makanan tinggi natrium seperti mie instan, ikan asin, atau camilan gurih saat sahur, tubuh akan mengirimkan sinyal haus lebih cepat untuk menyeimbangkan kadar garam tersebut. Contoh: Makanan kaleng, saus botolan, dan gorengan yang ditaburi banyak penyedap.
2. Makanan Pedas
Siapa yang tidak suka sambal? Sayangnya, makanan pedas dapat meningkatkan suhu tubuh dan merangsang kelenjar keringat. Selain itu, rasa pedas sering kali memicu rasa haus yang intens sesaat setelah makan, yang tentu akan menyulitkan jika Anda sudah masuk waktu imsak.
3. Minuman Berkafein (Kopi dan Teh Pekat)
Teh dan kopi bersifat diuretik, artinya minuman ini merangsang ginjal untuk mengeluarkan lebih banyak cairan melalui urine. Jika Anda minum kopi terlalu banyak saat sahur, Anda akan lebih sering ke toilet, yang berujung pada dehidrasi lebih cepat di siang hari.
4. Makanan Tinggi Gula Reffined
Kue manis, donat, atau minuman bersoda memang memberikan energi instan. Namun, lonjakan gula darah yang drastis akan diikuti oleh penurunan yang cepat pula. Proses metabolisme gula tambahan ini juga membutuhkan banyak air, sehingga membuat tenggorokan terasa kering lebih cepat.
5. Karbohidrat Olahan berlebih
Roti putih atau sereal manis kekurangan serat. Tanpa serat, makanan ini cepat dicerna dan tidak mampu menahan kadar air dalam tubuh secara efisien dibandingkan dengan karbohidrat kompleks seperti gandum utuh atau oatmeal. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik š Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.


