Advertisement
Gaya Hidup

Tangkai: Studio Bunga di Kota Batu yang Tawarkan Pengalaman Merangkai Personal

Tangkai Studio di Kota Batu menawarkan konsep unik beli bunga per tangkai dan pengalaman merangkai bunga tropis secara personal dalam suasana ruang tamu yang nyaman.

TIMES Indonesia,
Tangkai: Studio Bunga di Kota Batu yang Tawarkan Pengalaman Merangkai Personal
Deretan bunga tropis tersusun dalam wadah logam dan chiller bertuliskan “Find Your Tangkai”. Studio ini menerapkan konsep beli bunga per tangkai dengan kurasi yang diperbarui rutin. (Foto: Firyanka Mirna Wahita/TIMES Indonesia)
A-AA+

Batu Di tengah maraknya toko bunga konvensional, sebuah ruang kreatif bernama "Tangkai" hadir dengan pendekatan berbeda. Berlokasi di Gelora Garden, Jl. Purwosenjoto, Bulukerto, Kota Batu, studio ini menawarkan pengalaman merangkai bunga secara personal sejak resmi dibuka pada 26 Januari 2026.

Pendiri Tangkai, Ananta Rio Argeta (Geta) dan Vania Artanty (Jeje), membangun studio ini sebagai medium komunikasi. Bagi mereka, bunga bukan sekadar objek estetis, melainkan sebuah pengalaman yang hidup.

Advertisement

Berbeda dengan toko bunga umum yang mengharuskan pembelian dalam sistem ikat (bundle), Tangkai memungkinkan pelanggan membeli bunga per tangkai. Konsep ini lahir dari kegelisahan personal mengenai sulitnya menemukan ruang untuk merangkai bunga sendiri tanpa harus membeli dalam jumlah besar.

“Kami suka bunga, tapi kadang kalau mau beli itu tidak ada tempat untuk merangkai sendiri. Di sinilah Tangkai memposisikan diri sebagai studio yang memberi kebebasan berekspresi,” ujar Geta, Selasa (24/2/2026).

Filosofi Nama dan Konsep Studio

Nama “Tangkai” dipilih berdasarkan unit terkecil dari produk yang mereka tawarkan. Geta dan Jeje ingin pelanggan benar-benar memperhatikan setiap tangkai yang dipilih, memahami karakter, serta maknanya.

bunga-tropis-tersusun-dalam-wadah-logam-a.jpg
Interior hangat Tangkai dengan pintu kayu ukir dan tirai renda menghadirkan suasana seperti ruang tamu. Konsep ini membuat pengunjung merasa bertamu, bukan sekadar membeli bunga. (Foto: Firyanka Mirna Wahita/TIMES Indonesia)

“Jadi tidak sekadar cantik. Saya ingin tahu mengapa mereka memilih bunga itu dan apa makna dalamnya bagi mereka,” jelas Geta.

Advertisement

Interior Tangkai dirancang menyerupai ruang tamu dengan meja kayu bundar sebagai pusat aktivitas. Suasana ini diciptakan agar pengunjung merasa seperti bertamu, sehingga tercipta ruang aman untuk berkreasi tanpa rasa takut salah. Pelanggannya pun beragam, mulai dari masyarakat umum hingga pelaku industri kreatif seperti Wedding Organizer dan Party Planner.

Eksplorasi Bunga Tropis dan 'Today’s Flowers'

Tangkai menerapkan sistem Today’s Flowers yang diperbarui setiap minggu mengikuti musim atau momentum tertentu, seperti Imlek. Keunggulan utama studio ini adalah konsistensi mengangkat bunga tropis khas Indonesia.

“Kami lebih tertarik pada bunga-bunga tropis dibandingkan bunga impor,” kata Geta.

Sebagian stok, seperti Anthurium, dipasok dari hasil budidaya mandiri sejak 2020, sementara sisanya diambil dari petani lokal. Geta mengakui tantangan terbesar adalah mengubah persepsi masyarakat dan petani yang sering menganggap bunga tropis sebagai bunga liar.

Tangkai menonjolkan bunga dengan karakter kuat, garis tegas, hingga kesan mistis yang biasanya hanya ada di dekorasi adat besar, untuk dibawa ke dalam vas rumah. Anthurium menjadi favorit karena daya tahannya yang mencapai 2–3 minggu setelah dipotong.

Workshop dan Edukasi Tanpa Sekat

Selain penjualan, Tangkai rutin menggelar workshop merangkai bunga. Program ini bertujuan membuka ruang diskusi antara ahli (florist) dan orang awam mengenai persepsi rangkaian bunga.

Workshop difokuskan pada pemahaman dasar seperti keseimbangan (balance), ruang kosong, dan struktur. Tangkai menghindari edukasi yang kaku.

“Saya tidak mau ada penghakiman di dalam studio. Silakan menginterpretasikan rangkaian secara bebas,” tegas Geta.

bunga-tropis-tersusun-dalam-wadah-logam-b.jpg
Papan “Flowers Today” ditulis tangan dan diperbarui mengikuti rotasi stok. (Foto: Firyanka Mirna Wahita/TIMES Indonesia)

Harga dan Inovasi Kemasan

Dari sisi pengemasan, Tangkai menggunakan tas kertas tahan air (paper bag) minimalis yang dapat digunakan kembali, menggantikan plastik konvensional.

Harga yang ditawarkan cukup kompetitif, mulai dari Rp3.000 untuk jenis dedaunan hingga Rp40.000 per tangkai untuk jenis bunga tertentu seperti Lily Casablanca.

Ke depan, Tangkai berencana memperluas konsep menjadi living experience dengan menghadirkan suasana living goods yang memberikan suasana seperti rumah.

“Kami ingin orang lebih mencintai bunga-bunga Indonesia karena keindahannya yang luar biasa,” kata Geta. (*)

 

Pewarta: Firyanka Mirna Wahita

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia