Fakta Menarik MBG, Sudah Ada Sejak 200 Tahun Lalu
Baru digerakkan di Indonesia tahun 2025, fakta menariknya MBG sudah ada sejak 200 tahun lalu.
JAKARTA – Indonesia menerapkan program Makan Bergizi Gratis di seluruh jenjang sekolah. Tujuan utama program Makan Bergizi Gratis (MBG) adalah meningkatkan kesehatan, menekan angka stunting, dan memperkuat kualitas SDM Indonesia sejak dini untuk menyongsong Indonesia Emas 2045.
Baru digerakkan di Indonesia tahun 2025, fakta menariknya MBG sudah ada sejak 200 tahun lalu.
Dikutip dari berabagai sumber, berikut perjalanan program makan siang untuk anak sekolah di seluruh dunia.
Jerman, 1790
Program makan siang gratis untuk anak sekolah diaamulai dari Munich, Jerman tahun 1790. Saat itu Benjamin Thomson, ilmuwan Inggris yang berkarir di Jerman menyediakan makan siang untuk anak-anak sepulang sekolah.
Ia menyediakan makanan gratis itu untuk siswa kurang mampu, supaya mereka bisa tetap fokus belajar tanpa harus bekerja kasar untuk mendapatkan makanan.
Amerika Serikat, 1853
Makan siang untuk anak sekolah kemudian diadaptasi di Amerika Serikat, khususnya di New York pada tahun 1853.
Melalui program children's aid society, New York menerapkan standar nutrisi makan siang anak-anak. Menunya roti gandum dengan sup hangat.
Prancis, 1865
MBG di Prancis justru dimuai dari dapur pribadi penulis terkenal Victor Hugo. Ia mengundang anak-anak sekolah di sekitar rumahnya untuk makan siang.
Hugo yakin dengan perut yang kenyang, anak-anak bisa lebih fokus belajar.
Jepang, 1889
Di Jepang ada kyoshoku, atau budaya makan siang yang sudah dilaksanakan sejak tahun 1889. Kebiasaan makan siang itu berawal di Prefektur Yamagata. Saat itu disajikan menu sederhana, dengan bahan baku yang ada di wilayah tersebut.
Lalu pada tahun 1954, Jepang secara nasional menerapkan MBG di sekolah-sekolah. Awalnya hanya menyajikan susu dan roti, hingga tahun 1975, Jepang mengganti menu utama roti menjadi nasi dengan aneka lauk pauknya yang bergizi tinggi.
Kyushoku, kini berevolusi menjadi shokuiku yang tak sekadar makan siang bergizi, tapi sekaligus menjadi budaya penerapan pendidikan karakter dan kemandirian siswa di sekolah
Finlandia, 1943
Finlandia menjadi negara pertama yang menyediakan makan siang bergizi untuk siswa secara nasional.
Menu yang disajikan juga memenuhi standar gizi yang dibutuhkan anak sekolah.
Inggris, 1944
Inggris sudah memberikan makan siang untuk siswa sekolah. Lalu pada tahun 1944 Inggris kembali memperketat standar gizi lewat Undang-Undang Pendidikan. Alasannya saat itu banyak calon tentara yang gagal tes fisik karena kekurangan gizi.
Korea Selatan, 1953
Di Korea Selatan amakan bergizi untuk siswa sekolah diberlakukan secara bertahap. Awalnya program yang disebut Mu Sang Geup Sik ini sebagai bantuan pasca perang bagi anak-anak sekolah. Dengan menyajikan menu sederhana seperti roti dan susu.
Barulah tahun 1981 pemerintah secara resmi mengelola school meals act menggunakan anggaran negara dengan acuan menu bergizi yang dikontrol langsung oleh pemerintah.
India, 1995
Angka putus sekolah yang tinggi di India menjadi tantangan besar pemerintah. Untuk mengembalikan anak ke sekolah, akhirnya India menerapkan program mid day meal di tahun 1995.
Program ini terbukti sukses menekan angka putus sekolah hingga terus dijalankan hingga sekarang. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

