Semangat Sejawat Dokter Lamongan di Bromo Medic Run 2026: Lari Sehat, Jiwa Solid
Bromo Medic Run 2026 sukses digelar di Seruni Point Probolinggo dengan 960 peserta. Nakes Lamongan turut ambil bagian kampanyekan sport tourism dan hidup sehat.
Probolinggo – Semangat pola hidup sehat dan solidaritas tenaga kesehatan (nakes) bergema di kawasan Gunung Bromo. Sebanyak 55 pelari yang terdiri dari dokter dan perawat asal Kabupaten Lamongan turut ambil bagian dalam ajang bergengsi Bromo Medic Run 2026, Minggu (12/4/2026).
Mengusung tagline "Nikmati Sensasi Lari View Alam Bromo", ajang ini menempuh rute 5 kilometer dengan titik sentral di kawasan Wisata Jembatan Kaca Seruni Point, Kabupaten Probolinggo.
Kampanye Hidup Sehat dan Solidaritas Nakes
Ketua IDI Cabang Lamongan, dr. Budi Himawan, Sp.U, MM, FICS, menyatakan bahwa keikutsertaan tim Lamongan merupakan bentuk partisipasi aktif untuk mengampanyekan gaya hidup sehat melalui olahraga lari.

"Alhamdulillah, delegasi Lamongan berhasil meraih Juara 3 dan predikat jumlah peserta terbanyak. Namun yang terpenting adalah pesan utamanya sampai, yakni mengajak masyarakat hidup sehat sambil menikmati keindahan alam Bromo," ujar dr. Budi.
Lebih lanjut, dr. Budi menekankan kehadiran mereka merupakan dukungan penuh bagi IDI Cabang Kabupaten Probolinggo selaku penyelenggara. Ia berharap kegiatan ini dapat mempererat hubungan kesejawatan anggota IDI se-Jawa Timur.
"Kami berharap agenda ini rutin dilaksanakan di seluruh cabang IDI. Bahkan, kami ingin menginisiasi Pekan Olahraga dan Seni se-Jawa Timur untuk meningkatkan soliditas nakes," tambahnya.
Inspirasi dr. Candratih: Usia Bukan Halangan
Salah satu momen menarik dalam ajang ini adalah kehadiran dr. Candratih. Di usianya yang menginjak 64 tahun, ia tampil energik dengan kostum unik dan berhasil menaklukkan medan tanjakan serta turunan curam menuju Seruni Point.

"Medannya cukup menantang, jadi wajar kalau sesekali berhenti. Tapi saya tidak mau kalah dengan dokter-dokter muda. Ini soal semangat dan konsistensi menjaga kesehatan," ucap dr. Candra penuh antusias.
Probolinggo Fokus pada Sport Tourism
Bupati Probolinggo, dr. Mohammad Haris, yang melepas langsung para peserta, menjelaskan bahwa Bromo Medic Run adalah implementasi nyata dari konsep wisata daerahnya yang berfokus pada tiga pilar utama: nature tourism (wisata alam), cultural tourism (wisata budaya), dan sport tourism (wisata olahraga).
"Ketiga konsep ini menggabungkan keindahan pemandangan pegunungan dan pantai dengan aktivitas fisik. Kami ingin ajang ini menjadi agenda tahunan berskala nasional," kata dr. Haris.
Ia juga menyampaikan permohonan maaf karena saat ini Gunung Bromo sedang dalam fase Rest (istirahat) untuk konservasi, sehingga wisatawan baru bisa menikmati kawasan kawah setelah pukul 10.00 WIB.
Antusiasme Lampaui Target
Ketua IDI Cabang Kabupaten Probolinggo, dr. Syahrudi, mengungkapkan rasa syukurnya atas kesuksesan acara tersebut. Awalnya, panitia hanya menargetkan 500 peserta, namun jumlahnya melonjak hingga 960 peserta.
"Melalui kegiatan ini, kami berharap kerja sama dengan pemerintah semakin solid. Selain edukasi kesehatan, kami ingin mempromosikan Seruni Point untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor pariwisata," pungkas dr. Syahrudi. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.


