Advertisement
Gaya Hidup

Resep Tanghulu: Simbol Kebahagiaan dalam Drama China

Tanghulu adalah camilan tradisional China yang sering muncul dalam drama sebagai simbol kebahagiaan dan momen manis. Simak sejarah, makna, dan resep mudah membuat tanghulu di rumah.

TIMES Indonesia,
Resep Tanghulu: Simbol Kebahagiaan dalam Drama China
Tanghulu, camilan buah berlapis gula khas China. (Foto: TIMES AI ACADEMY)
A-AA+

JAKARTA Bagi pecinta drama China, pasti sudah tidak asing dengan camilan manis berkilau bernama tanghulu. Makanan tersebut sering muncul dalam berbagai serial populer negeri Tirai Bambu ini.

Tanghulu biasanya dijual di jalanan dengan tampilan buah yang dilapisi gula bening mengkilap. Camilan ini tidak hanya menggoda secara visual, tetapi juga menyimpan sejarah panjang dalam budaya Tiongkok.

Advertisement

Asal Usul Tanghulu

Tanghulu berasal dari Tiongkok bagian utara, khususnya daerah Beijing. Namanya sendiri merujuk pada tusukan buah yang dilapisi gula keras, biasanya menggunakan buah hawthorn (sejenis beri merah kecil).

Secara harfiah tanghulu berasal dari dua kata dalam bahasa Mandarin, yaitu táng yang berarti gula dan húlu yang berarti labu botol, sejenis buah dengan bentuk bulat bersegmen.

Dengan demikian, tanghulu dapat diartikan sebagai labu gula atau labu berlapis gula. Nama ini muncul karena bentuk tradisional tanghulu—buah hawthorn yang ditusuk berderet—menyerupai bentuk labu botol yang tersusun memanjang.

Seiring waktu, tanghulu berkembang menjadi jajanan populer yang dijual di pasar malam atau festival. Kini, variasinya semakin beragam dengan penggunaan buah seperti stroberi, anggur, jeruk, hingga kiwi. Warna-warni buah yang dilapisi gula bening menjadikannya sangat fotogenik, sehingga sering ditampilkan dalam adegan romantis atau santai di drama China.

Tanghulu dalam Drama China

Dalam drama China, tanghulu sering digunakan sebagai simbol kebahagiaan sederhana atau momen manis antar karakter. Misalnya, adegan ketika tokoh utama membeli tanghulu untuk orang yang disukainya, menciptakan suasana hangat dan penuh makna.

Advertisement

Selain itu, tanghulu juga sering muncul dalam latar pasar tradisional atau festival, memperkuat nuansa budaya lokal. Visualnya yang berkilau di bawah cahaya membuatnya menjadi elemen estetika yang kuat dalam sinematografi drama China.

"Tiap nonton dracin (drama China) orang dewasa akan memakan tanghulu dan scene-nya flashback kembali ke ingatan masa lampaunya saat mereka dibelikan manisan tersebut oleh orang tua mereka sepulang dari pasar" ungkap Rosmiati, penncinta drama China asal Malang, Rabu (12/4/2026).

Cara Membuat Tanghulu (Resep Sederhana)

Bahan:

  • 200 gram buah (stroberi, anggur, atau jeruk)
  • 150 gram gula pasir
  • 100 ml air
  • Tusuk sate secukupnya

Langkah-langkah:

  1. Cuci bersih buah, lalu keringkan dengan sempurna agar gula bisa menempel dengan baik.
  2. Tusuk buah menggunakan tusuk sate sesuai selera.
  3. Masukkan gula dan air ke dalam panci, lalu masak dengan api sedang tanpa diaduk hingga mendidih dan berubah menjadi karamel.
  4. Setelah gula mengental dan berwarna keemasan, celupkan buah ke dalam larutan gula hingga seluruh permukaannya terlapisi.
  5. Angkat dan diamkan hingga gula mengeras membentuk lapisan renyah.

Tips Agar Tanghulu Sempurna

Untuk mendapatkan hasil yang maksimal, pastikan buah benar-benar kering sebelum dilapisi gula. Selain itu, gunakan api sedang dan hindari mengaduk gula terlalu sering agar tidak mengkristal. Kamu juga bisa menguji kematangan gula dengan mencelupkan sedikit ke air dingin—jika langsung mengeras, berarti sudah siap digunakan.

Tanghulu bukan sekadar camilan manis, tetapi juga bagian dari budaya yang sering diangkat dalam drama China. Kehadirannya dalam berbagai adegan membuat penonton ikut merasakan kehangatan dan keindahan tradisi Tiongkok. Dengan resep sederhana di atas, kamu bisa menghadirkan suasana ala drama China langsung di rumah. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Khodijah Siti
PenulisKhodijah SitiPenulis di TIMES Indonesia yang bergabung sejak 2018. Meliput berbagai topik, antara lain politik, hukum, kriminal, ekonomi, gaya hidup, teknologi, budaya, pemerintahan, serta isu-isu nasional.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia