Advertisement
Gaya Hidup

Genggong Go Green Ke-7, Langkah Santri Probolinggo Wujudkan Efisiensi Energi

Ribuan goweser padati Ponpes Genggong di Genggong Go Green ke-7. Bupati Probolinggo, Gus Haris mengajak masyarakat budayakan sepeda sebagai solusi energi dan lingkungan berkelanjutan.

TIMES Indonesia,
Genggong Go Green Ke-7, Langkah Santri Probolinggo Wujudkan Efisiensi Energi
Pelepasan goweser oleh Bupati Probolinggo, Gus Haris dalam acara Genggong Go Green ke-7. (Foto: Abdul Jalil/TIMES Indonesia)
A-AA+

Probolinggo Di tengah hiruk-pikuk transisi global menuju gaya hidup ramah lingkungan, langkah nyata pelestarian bumi terus digaungkan dari lingkungan santri. Ribuan pecinta sepeda (goweser) dari berbagai penjuru daerah tumpah ruah memadati Halaman P5 Ponpes Zainul Hasan Genggong, Probolinggo, untuk menyemarakkan ajang tahunan bergengsi, Genggong Go Green ke-7.

Acara yang telah menjadi kalender wajib bagi para pecinta olahraga gowes ini bukan sekadar ajang kumpul komunitas. Lebih dari itu, Genggong Go Green dikemas dengan narasi besar sebagai medium edukasi massal untuk membudayakan bersepeda, khususnya di tengah urgensi efisiensi energi saat ini.

Advertisement

Kegiatan ini dirancang secara konsisten untuk menyentuh kesadaran masyarakat luas. Pesan utamanya jelas: menjadikan sepeda bukan hanya sebagai alat rekreasi, melainkan modal transportasi harian. Melalui kebiasaan bersepeda, masyarakat diajak untuk terlibat langsung dalam praktik efisiensi energi yang paling sederhana namun berdampak masif.

Genggong Go Green ke-7

Sejak matahari belum sepenggalah naik, lautan manusia dan sepeda sudah mewarnai Halaman P5 Ponpes Genggong yang menjadi titik kumpul utama. Berbagai elemen masyarakat melebur menjadi satu tanpa sekat.

Pelepasan ribuan goweser tersebut dilakukan oleh Bupati Probolinggo, Gus dr. Mohammad Haris. Ada tiga rute dalam acara tersebut, untuk kelas roadbike, funbike, dan MTB. Masing-masing memiliki ruter dan jarak tempuh yang berbeda.

Bupati Probolinggo sekaligus inisiator acara, Gus dr. Mohammad Haris, menegaskan bahwa kegiatan ini adalah wujud nyata kolaborasi antara nilai-nilai kepesantrenan dan visi pembangunan daerah yang berkelanjutan. Tak disangka kegiatan ini sudah berlangsung selama 7 tahun.

Advertisement

"Genggong Go Green ini bukan sekadar acara olahraga tahunan atau kumpul-kumpul semata, melainkan sebuah gerakan moral. Di tengah tantangan efisiensi energi global, kita memulai langkah nyata dari Probolinggo," ungkap Gus Mohammad Haris.

Lebih lanjut, beliau menambahkan bahwa edukasi pelestarian lingkungan harus dilakukan secara inklusif. “Acara ini bertujuan untuk mengedukasi masyarakat bahwa membudayakan bersepeda adalah investasi jangka panjang. Kita mengurangi polusi, menghemat energi, dan pada saat yang sama membangun masyarakat yang lebih sehat," tegasnya. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Abdul Jalil
PenulisAbdul JalilJurnalis Muda wilayah Probolinggo yang telah bergabung bersama TIMES Indonesia sejak tahun 2020. Fokus peliputan pada Pemerintahan, Politik, Sosial dan Budaya.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia