Advertisement
Gaya Hidup

Minum Kopi Biar Sehat? Ini Waktu Terbaik dan Cara Olah yang Tepat Menurut Ahli UGM

Peneliti TPHP UGM Widiastuti Setyaningsih memaparkan manfaat senyawa bioaktif dalam kopi dan pentingnya mengatur waktu konsumsi agar tidak mengganggu tidur.

TIMES Indonesia,
Minum Kopi Biar Sehat? Ini Waktu Terbaik dan Cara Olah yang Tepat Menurut Ahli UGM
Ilustrasi minuman kopi. (FOTO: Freepik)
A-AA+

Yogyakarta Kopi bukan sekadar minuman penambah energi. Di balik aromanya yang kuat, terdapat deretan senyawa bioaktif yang bermanfaat bagi kesehatan. Namun, cara pengolahan dan waktu konsumsi menjadi kunci utama agar manfaat kopi dapat dirasakan secara optimal oleh tubuh.

Kebiasaan minum kopi di pagi hari telah menjadi rutinitas masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan sebelum beraktivitas. Kandungan kafein di dalamnya mampu menstimulasi otak dengan memengaruhi reseptor adenosin, serta berperan dalam sistem dopamin yang berkaitan dengan perbaikan suasana hati (mood).

Advertisement

Meski demikian, konsumsi kopi tetap perlu dikontrol. Sejumlah penelitian menyebutkan bahwa konsumsi dalam jumlah moderat, sekitar 2–3 cangkir per hari, dapat memberikan dampak positif. Namun, efeknya tetap bergantung pada kondisi tubuh dan tingkat sensitivitas individu terhadap kafein.

Dosen dan peneliti Teknologi Pangan dan Hasil Pertanian (TPHP) Fakultas Teknologi Pertanian UGM, Widiastuti Setyaningsih, menjelaskan bahwa kopi menyimpan berbagai potensi kesehatan jika dikonsumsi dengan tepat. Selain kafein, kopi mengandung asam klorogenat yang berfungsi sebagai antioksidan serta membantu mengendalikan kadar gula darah.

“Ada juga senyawa trigonelin yang berperan membentuk aroma khas kopi saat proses roasting,” ujar Widiastuti, Selasa (21/4/2026).

Pengolahan Tentukan Kandungan Nutrisi

Menurut Widi, proses pengolahan—khususnya roasting atau pemanggangan—sangat memengaruhi komposisi kimia kopi. Dalam proses ini terjadi reaksi Maillard dan karamelisasi yang menghasilkan cita rasa serta aroma khas.

Perubahan tersebut tidak hanya berdampak pada rasa, tetapi juga memengaruhi karakteristik kimia kopi secara keseluruhan. Beberapa senyawa turunan seperti gula alkohol (polyols) memiliki kalori lebih rendah dibanding gula biasa, namun tetap menyumbang energi. Hal ini berarti manfaat kopi sangat bergantung pada cara penyajian, termasuk ada tidaknya tambahan gula atau krimer.

Advertisement

Waktu Konsumsi yang Ideal

Selain cara olah, waktu konsumsi turut menentukan dampak kopi bagi tubuh. Widi menyarankan agar kopi dikonsumsi pada pagi hingga siang hari. Konsumsi kafein pada sore atau malam hari berisiko menghambat produksi melatonin, yakni hormon yang mengatur siklus tidur.

“Konsumsi kopi yang ideal adalah pagi hingga siang. Jika diminum malam hari, dapat mengganggu ritme dan kualitas tidur,” jelasnya.

Kafein Tidak Hanya pada Kopi

Widi juga mengingatkan bahwa kafein tidak hanya ditemukan dalam kopi, tetapi juga terdapat pada teh. Meski secara umum kadar kafein dalam kopi lebih tinggi, konsentrasi akhir tetap bergantung pada jenis bahan dan metode penyeduhan. Teh yang diseduh dengan takaran pekat pun dapat menghasilkan kandungan kafein yang tinggi.

Pada akhirnya, manfaat kesehatan dari kopi tidak bersifat mutlak. Faktor pengolahan, waktu minum, hingga dosis konsumsi menjadi penentu utama.

“Kita tidak bisa langsung menilai suatu bahan pangan sepenuhnya sehat atau tidak. Semua tergantung pada cara kita mengolah dan mengonsumsinya secara bijak,” pungkasnya. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

A. Tulung
PenulisA. TulungSarjana Peternakan Universitas Mercu Buana Yogyakarta (UMBY) Tahun 2006 dan Magister Manajemen Universitas Teknologi Yogyakarta (2017). Bergabung di TIMES Indonesia sejak 2019. Wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta Meliput berbagai topik, termasuk politik, hukum, sains, seni, budaya dan pemerintahan.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia