Menjaga Keberlanjutan Budaya di Tengah Modernitas Melalui Putri Hijab Jawa Timur
Perhelatan ini menjadi momentum penting dalam mendorong peran perempuan sebagai agen perubahan yang mampu berkontribusi nyata bagi masyarakat.
MALANG – Puncak rangkaian seleksi dan pembinaan generasi muda perempuan inspiratif resmi mencapai puncaknya di acara Grand Final Putri Hijab Jawa Timur 2026 yang telah sukses diselenggarakan.
Perhelatan ini menjadi momentum penting dalam mendorong peran perempuan sebagai agen perubahan yang mampu berkontribusi nyata bagi masyarakat, budaya dan pembangunan berkelanjutan.
Mengusung tema 'Sustainable Culture Summit', penyelenggara menghadirkan gagasan tentang pentingnya menjaga keberlanjutan budaya di tengah derasnya perkembangan zaman.
Langkah ini menegaskan bahwa kemajuan dan transformasi modern tidak harus menggeser nilai-nilai tradisi yang menjadi identitas bangsa.
Sebaliknya, kebudayaan dapat berjalan berdampingan melalui inovasi, kolaborasi dan kepedulian generasi muda.
Sebanyak 20 finalis terbaik berhasil melaju ke babak grand final setelah melalui serangkaian proses seleksi yang ketat.
Para finalis tersebut terpilih dari puluhan peserta yang mendaftar dan mengikuti berbagai tahapan penilaian, mulai dari seleksi administrasi, wawancara mendalam, penilaian potensi diri, hingga masa pembekalan dan karantina.
Acara puncak ini turut dihadiri Wali Kota Malang, Dr Ir H Wahyu Hidayat, MM, beserta jajaran Pemerintah Kota Malang, kepala dinas, serta berbagai tamu undangan dari unsur pemerintahan, mitra strategis dan tokoh masyarakat.
Kehadiran para pemangku kepentingan tersebut menjadi bentuk dukungan nyata terhadap pengembangan potensi kepemimpinan, kebudayaan dan pemberdayaan perempuan di Jawa Timur.
Dalam hal semangat keberlanjutan ini juga diamini oleh Ima Yustianingsih, peraih selempang Winner Putri Hijab Jawa Timur 2025, yang turut hadir memberikan dukungan.
Menurut pandangan Ima, bahwa ajang seperti ini bukan sekadar kompetisi kecantikan atau unjuk bakat, melainkan wadah krusial untuk melahirkan pemikir muda yang peka terhadap isu-isu krusial di sekitarnya.
"Perempuan hari ini harus mampu menjadi jembatan antara modernitas dan akar budaya kita," ujar Ima, Kamis (11/6/2026).
"Tema 'Sustainable Culture Summit' ini sangat relevan karena mengingatkan para finalis bahwa sekecil apa pun inovasi yang mereka bawa, dampaknya harus berkelanjutan, baik untuk lingkungan, sosial, maupun pelestarian budaya lokal," imbuhnya.
Melalui pergelaran Putri Hijab Jawa Timur 2026, diharapkan lahir sosok-sosok perempuan muda yang tidak hanya berprestasi secara akademis maupun non-akademis, tetapi juga memiliki kepedulian tinggi terhadap isu sosial dan lingkungan.
"Generasi ini diharapkan mampu menjadi representasi positif perempuan Jawa Timur di tingkat yang lebih luas, membawa semangat masa depan yang berkelanjutan tanpa pernah meninggalkan identitas bangsa," tandasnya. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.


