Rahasia Pilih Warna Makeup ala Kreator TikTok
Tips pilih warna makeup sesuai undertone, kisah kreator TikTok merayakan keunikan, dan peran komunitas kecantikan digital dalam mengangkat brand lokal.
JAKARTA – Jakarta - Sejumlah kreator konten kecantikan di media sosial, khususnya TikTok, membagikan cara memilih riasan yang selaras dengan warna kulit dan karakter personal masing‑masing.
Analis warna pribadi sekaligus kreator kecantikan, Amanda Karina Putri, menekankan pentingnya memahami warna dasar kulit (undertone) sebelum menentukan riasan. Menurut dia, harmonisasi warna makeup dengan undertone akan sangat memengaruhi tampilan akhir.
"Warna yang sesuai biasanya membuat wajah terlihat lebih cerah dan segar," ujarnya, dikutip dari siaran pers Brightminds Communications untuk TikTok, Sabtu (13/6/2026).
Sebaliknya, ia mengingatkan bahwa pemilihan warna yang keliru bisa menonjolkan area wajah tertentu secara kurang menguntungkan.
"Sementara warna yang kurang cocok dapat membuat area seperti undereye, smile lines, atau rahang tampak lebih gelap," kata Amanda.
Memahami undertone dipandang sebagai kunci agar konsumen lebih mudah memilih warna makeup, terutama untuk produk‑produk dasar seperti foundation dan concealer.
Untuk kulit dengan warm tone, Amanda menyarankan nuansa persik dan terakota. Pemilik cool tone dapat bermain dengan warna pink atau berry, sedangkan kulit neutral tone dinilainya lebih leluasa mengeksplorasi berbagai palet warna.
Ia menjelaskan, undertone dapat dikenali dengan melihat bagaimana kulit bereaksi terhadap warna hangat dan dingin. Salah satu cara sederhananya, mendekatkan kertas berwarna oranye dan biru secara bergantian ke wajah lalu mengamati mana yang tampak lebih menyatu dengan kulit.
Dalam memilih produk complexion, Amanda menyarankan pengujian langsung pada area rahang yang cenderung lebih netral. Dengan begitu, kesesuaian warna produk dengan kulit wajah dan leher dapat terlihat lebih akurat.
"Konsep seasonal color seperti Spring, Summer, Autumn, dan Winter dapat membantu seseorang menemukan palet warna yang paling mencerminkan dirinya," jelas Amanda.
Di sisi lain, beberapa kreator kecantikan di TikTok lebih menonjolkan pesan penerimaan diri sekaligus mendorong pengikut mereka untuk mengenali keunikan masing‑masing, bereksperimen dengan gaya, dan mengekspresikan diri secara autentik.
Kreator konten Alma Tando menuturkan pernah merasa minder karena memakai kacamata. Seiring waktu, ia menyadari bahwa kacamata justru menjadi ciri khas yang membedakannya dari orang lain.
Berangkat dari pengalaman tersebut, Alma kemudian rutin membuat tutorial riasan khusus pengguna kacamata di platform TikTok. Konten itu membuka kesempatan kolaborasi dengan berbagai merek kecantikan.
"Pengalaman ini mengajarkan saya bahwa hal yang sering dianggap sebagai kekurangan justru bisa menjadi kekuatan yang membuat seseorang lebih mudah diingat," kata Alma.
Kreator lainnya, Farra Jaidi, yang kerap mengeksplorasi seni merias, menegaskan bahwa standar kecantikan tidak bersifat tunggal maupun seragam.
"Ketika kita menemukan gaya yang paling sesuai dengan diri sendiri, orang lain juga bisa melihat karakter dan keunikan yang kita miliki," ujar Farra.
Ia menambahkan, pemahaman atas kebutuhan diri sendiri jauh lebih penting daripada sekadar mengikuti arus tren.
"Ketika kita memahami kebutuhan diri sendiri dan tidak sekadar mengikuti tren, pilihan yang kita buat biasanya terasa lebih tepat dan autentik. Hal inilah yang terus kami terapkan sebagai kreator untuk terus membangun kepercayaan diri komunitas kecantikan di TikTok," ia menjelaskan.
Dari sisi platform, Kepala Pemasaran Bisnis TikTok Indonesia, Sitaresti Astarini, mengungkapkan bahwa komunitas kecantikan di TikTok Indonesia terus menunjukkan pertumbuhan signifikan.
"Konten kecantikan dan perawatan diri tumbuh hingga 57 persen dalam setahun terakhir," tuturnya.
Sitaresti menilai komunitas kreator kecantikan di TikTok berperan penting menyediakan referensi bagi publik, mulai dari konten edukasi, panduan merias, hingga rekomendasi produk yang mereka gunakan sendiri.
"Melalui konten edukatif, tips makeup lifeproof, hingga rekomendasi produk yang autentik, komunitas itu membantu masyarakat menemukan cantik versi mereka sekaligus mendukung pertumbuhan brand kecantikan lokal," kata Sitaresti. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.


