Advertisement
Gaya Hidup

PBNU Luncurkan KangSantri AI, 7.000 Kitab Kuning Masuk Ekosistem Kecerdasan Buatan

NU melalui BPIS-Lakpesdam PBNU meluncurkan KangSantri AI, platform kecerdasan buatan berbasis lebih dari 7.000 kitab kuning untuk mempermudah akses literatur keislaman pesantren secara digital.

TIMES Indonesia,
PBNU Luncurkan KangSantri AI, 7.000 Kitab Kuning Masuk Ekosistem Kecerdasan Buatan
Peluncuran KangSantri AI menjadi bagian dari Talkshow Inovasi I bertajuk Santri Berkarya, Berjejaring, dan Berdaya dalam Ekosistem Digital Indonesia. Kegiatan tersebut merupakan rangkaian menuju Nahdliyin Innovation Summit (NIAS). (Foto: PBNU for TI)
A-AA+

JAKARTA Nahdlatul Ulama (NU) mulai memasuki babak baru digitalisasi khazanah pesantren. Melalui Badan Pengembangan Inovasi Strategi (BPIS)-Lakpesdam PBNU, platform kecerdasan buatan berbasis pesantren bernama KangSantri AI resmi diperkenalkan kepada publik dalam Talkshow Inovasi I di Gedung PBNU, Jakarta, Rabu (17/6/2026).

Platform tersebut menjadi salah satu langkah untuk memperluas akses masyarakat terhadap literatur keislaman pesantren melalui teknologi artificial intelligence (AI). KangSantri AI dikembangkan dengan basis lebih dari 7.000 kitab kuning yang selama ini menjadi rujukan utama tradisi keilmuan pesantren.

Advertisement

Founder dan CEO SantriAI.com, Arif Balya, mengatakan KangSantri AI hadir bukan untuk menggantikan peran ulama, melainkan membantu masyarakat memperoleh akses yang lebih mudah terhadap referensi keislaman yang kredibel.

“KangSantri AI bukan untuk menggantikan peran ulama, melainkan menjadi alat bantu yang memudahkan masyarakat mengakses khazanah keilmuan Islam yang selama ini tersimpan dalam ribuan kitab dan referensi pesantren,” kata Arif.

Menurut dia, perkembangan teknologi AI membuka peluang besar bagi pesantren untuk memperluas jangkauan dakwah dan pendidikan tanpa meninggalkan tradisi keilmuan yang selama ini menjadi fondasi pesantren.

Peluncuran KangSantri AI menjadi bagian dari Talkshow Inovasi I bertajuk Santri Berkarya, Berjejaring, dan Berdaya dalam Ekosistem Digital Indonesia. Kegiatan tersebut merupakan rangkaian menuju Nahdliyin Innovation Summit (NIAS) yang digagas BPIS-Lakpesdam PBNU.

Pengurus Lakpesdam PBNU, Mahmud Syaltout, menilai digitalisasi literatur pesantren menjadi kebutuhan penting agar tradisi intelektual Islam tetap relevan di tengah perubahan teknologi yang berlangsung cepat.

Advertisement

“Teknologi harus menjadi sarana untuk memperkuat transmisi ilmu dan memperluas kemanfaatan pesantren bagi masyarakat. Karena itu, inovasi yang berangkat dari tradisi keilmuan pesantren perlu terus didorong,” ujarnya.

Sementara itu, Sekretaris Lakpesdam PBNU, Ufi Ulfiah, menegaskan pesantren memiliki modal sosial dan intelektual yang besar untuk mengambil peran dalam transformasi digital.

“Pesantren memiliki khazanah keilmuan yang sangat kaya. Tantangan kita hari ini adalah bagaimana kekayaan tersebut dapat hadir dan memberi manfaat lebih luas melalui ruang digital tanpa kehilangan nilai, tradisi, dan sanad keilmuan yang menjadi ciri khas pesantren,” katanya.

Selain peluncuran KangSantri AI, forum tersebut juga menghadirkan diskusi mengenai literasi digital, pengembangan inovasi pesantren, hingga pemanfaatan kecerdasan buatan dalam dunia pendidikan dan dakwah.

Praktisi digital Hasanudin Ali dalam kesempatan itu mengingatkan agar santri tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga tampil sebagai pencipta inovasi yang mampu menjawab kebutuhan masyarakat.

Melalui rangkaian kegiatan menuju Nahdliyin Innovation Summit, BPIS-Lakpesdam PBNU berharap semakin banyak santri dan generasi muda Nahdliyin terlibat dalam pengembangan teknologi, kewirausahaan digital, serta inovasi yang berdampak langsung bagi masyarakat. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Yusuf Arifai
PenulisYusuf ArifaiMagister Ilmu Hukum (MH) Universitas Slamet Riyadi Surakarta, Wartawan Madya Nomor 21969-Unitomo/Wdya/DP/X/2024/21/10/93, Editor Bahasa Arab dan Penulis di TIMES Indonesia yang bergabung sejak 2021.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia