Sukses Gelar 76 Happy Skate Day di 14 Kota, Komunitas Skater Jatim Bersiap ke Lombok
Tur nasional 76 Happy Skate Day 2026 sukses digelar di 14 kota termasuk 4 titik di Jawa Timur. Para pemenang kini bersiap raih reward ke Lombok.
SURABAYA – Gema perayaan Go Skateboarding Day (GSD) 2026 yang jatuh pada 21 Juni lalu memang telah lewat sepekan. Rangkaian tur nasional bertajuk 76 Happy Skate Day pun baru saja resmi berakhir di Bali pada Sabtu (27/6/2026) kemarin. Namun, sisa energi, deru roda di atas aspal, dan dampak kolektif yang ditinggalkan di Jawa Timur masih terasa hangat sepanjang bulan Juni ini.
Jawa Timur menjadi salah satu episentrum terbesar dengan menyumbang empat kota dari total 14 titik pelaksanaan di seluruh Indonesia. Dimulai dari Madiun pada 6 Juni, berlanjut ke Malang pada 13 Juni, dan mencapai puncaknya di Surabaya tepat pada hari skateboarding dunia, sebelum akhirnya rombongan bertolak ke Pulau Dewata sebagai destinasi final. Gerakan sebulan penuh ini berhasil memetakan ulang kekuatan subkultur jalanan (street culture) di wilayah ini.
Saat puncak acara di Surabaya, magnet 76 Happy Skate Day terbukti mampu menembus batas teritorial. Ratusan skater yang memadati rute parade "Jalan Jalan Heppiii 76" bukan hanya berasal dari komunitas lokal, melainkan gabungan komunitas dari berbagai daerah satelit.
Project Manager Jalan Jalan Heppiii 76, Reno Renaldo, mengungkapkan bahwa strategi penggabungan komunitas ini sengaja dilakukan untuk memperkuat ekosistem lokal.
"Untuk Surabaya ini, kita gabungkan komunitas dari Surabaya, Sidoarjo, Lamongan, Mojokerto, Pamekasan, sama Gresik. Jadi kita kumpulkan dari satu-satu area sekitar pelaksanaannya," jelas Reno, Senin (29/6/2026).
Bangun Karakter Pemuda Lewat Inklusivitas Skena Jalanan
Komitmen Djarum 76 yang telah mengawal isu ini selama dua tahun berturut-turut membawa perubahan signifikan, terutama dari segi fasilitas. Tahun ini, para rider disuguhi dengan rintangan baru yang diperbarui dengan standar internasional. Namun bagi Reno, investasi terbesar dari 76 Happy Skate Day sebenarnya ada pada pembangunan karakter manusianya.
"Dari anak-anak street culture ini kita banyak belajar. Ketika mereka jatuh, mereka akan bangkit kembali. Mental itulah yang dibutuhkan anak-anak muda saat ini; lebih berani mencoba dan terus bangun untuk mencapai tujuan," papar Reno.
Nilai inklusivitas juga menjadi sorotan utama sepekan terakhir. Event ini sukses mendobrak sekat eksklusivitas dengan merangkul skena BMX, inline skate, seni mural, hingga musik hip-hop, rap, dan penampilan band lokal di setiap kotanya.
Meskipun euforia aspal jalanan telah usai setelah titik terakhir di Bali resmi berakhir pada 27 Juni, perbincangan di kalangan komunitas justru baru dimulai. Para pemenang dari kategori 76 Best Skaters Competition di 14 kota kini tengah bersiap untuk reward besar yang dijanjikan pihak penyelenggara di akhir tahun nanti.
"Juara satunya akan kita ajak ke Lombok akhir tahun ini. Konsepnya skate on vacation, jadi jalan-jalan sebagai bentuk reward setelah mereka melalui fase-fase kompetisi. Tetap ada kegiatan skate dan kompetisi kecil-kecilan agar semakin intim," pungkas Reno membocorkan rencana penutup tahun.
Tidak berhenti di situ, kesuksesan tur 14 kota di bulan Juni ini menjadi batu loncatan besar. Setelah sebelumnya berhasil menggandeng atlet nasional peraih medali internasional seperti Basral Graito di area Jawa Barat, pihak penyelenggara kini menargetkan rencana yang jauh lebih masif: mendatangkan skater internasional ke Indonesia dalam satu hingga dua tahun ke depan.
Bulan Juni boleh saja berakhir, namun bagi skena street culture Jawa Timur, roda baru saja berputar menuju level yang lebih tinggi. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.


