Advertisement
Gaya Hidup

Tak Sekadar Lucu, Ini 7 Manfaat Memelihara Kucing yang Sudah Dibuktikan Ilmuwan

Memelihara kucing bukan sekadar hobi. Berbagai riset membuktikan kucing dapat membantu menurunkan stres, menjaga kesehatan jantung, hingga meningkatkan daya tahan tubuh.

TIMES Indonesia,
Tak Sekadar Lucu, Ini 7 Manfaat Memelihara Kucing yang Sudah Dibuktikan Ilmuwan
Ilustrasi - Foto sekelompok anak kucing dengan latar belakang hitam. (Foto: pngtree)
A-AA+

JAKARTA
Memelihara kucing ternyata tidak hanya menghadirkan teman bermain yang menggemaskan di rumah. Berbagai penelitian ilmiah menunjukkan bahwa interaksi dengan kucing juga dapat memberikan manfaat nyata bagi kesehatan fisik maupun mental pemiliknya, mulai dari membantu mengurangi stres hingga menurunkan risiko penyakit jantung.

Sejumlah riset internasional menguatkan temuan tersebut. Di antaranya penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal Hypertension, studi University of Minnesota Stroke Institute yang terbit di Journal of Vascular and Interventional Neurology, serta penelitian National Institutes of Health (NIH) mengenai hubungan manusia dan hewan peliharaan. Hasilnya menunjukkan bahwa aktivitas sederhana seperti membelai, bermain, hingga merawat kucing mampu memberikan respons positif terhadap tekanan darah, hormon stres, hingga kesehatan emosional.

Advertisement

Manfaat itu juga dirasakan anak-anak. Beberapa penelitian menyebutkan bahwa paparan terhadap hewan peliharaan sejak usia dini berpotensi membantu pembentukan sistem kekebalan tubuh sekaligus mendukung perkembangan sosial dan emosional. Tak heran jika memelihara kucing kini dipandang bukan sekadar hobi, tetapi juga menjadi bagian dari gaya hidup sehat.

Berikut tujuh manfaat memelihara kucing yang didukung oleh hasil penelitian ilmiah.

1. Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Salah satu penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal Hypertension melibatkan 5.741 responden di Australia. Hasilnya menunjukkan bahwa pemilik hewan peliharaan memiliki tekanan darah yang cenderung lebih rendah dibandingkan mereka yang tidak memelihara hewan, meski memiliki karakteristik sosial ekonomi dan indeks massa tubuh yang serupa.

Para peneliti menilai interaksi rutin dengan hewan peliharaan membantu tubuh menjadi lebih rileks sehingga berkontribusi terhadap kestabilan tekanan darah.

Advertisement

2. Mengurangi Stres dan Meningkatkan Suasana Hati

Membelai atau memeluk kucing dapat merangsang pelepasan hormon endorfin, yaitu senyawa alami yang membantu meredakan rasa sakit sekaligus meningkatkan perasaan bahagia.

Selain itu, aktivitas memberi makan, membersihkan kandang, atau bermain bersama kucing juga menjadi bentuk aktivitas fisik ringan yang membantu mengalihkan pikiran dari tekanan sehari-hari sehingga tingkat stres dapat berkurang.

3. Berpotensi Menekan Risiko Penyakit Jantung

Hubungan antara memelihara kucing dan kesehatan jantung pernah diteliti oleh University of Minnesota Stroke Institute, Amerika Serikat. Penelitian yang dimuat dalam Journal of Vascular and Interventional Neurology mengikuti 4.435 responden selama sekitar 10 tahun.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa orang yang tidak memiliki kucing memiliki risiko lebih tinggi mengalami kematian akibat penyakit kardiovaskular dibandingkan mereka yang memelihara kucing. Para peneliti menduga manfaat tersebut berkaitan dengan efek menenangkan yang diperoleh pemilik kucing, sehingga tekanan psikologis yang menjadi salah satu faktor risiko penyakit jantung dapat berkurang.

4. Mendukung Kemampuan Sosial Anak dengan Autisme

Keberadaan kucing di rumah juga dinilai dapat memberikan dampak positif bagi anak dengan gangguan spektrum autisme. Penelitian yang dilakukan University of Missouri menemukan bahwa hewan peliharaan membantu anak membangun interaksi sosial dan meningkatkan kedekatan emosional dengan anggota keluarga.

Dalam penelitian tersebut, banyak orang tua mengaku anak mereka lebih mudah menunjukkan kasih sayang, berkomunikasi, dan merasa nyaman ketika berinteraksi dengan kucing. Kondisi ini dinilai dapat mendukung perkembangan sosial dan emosional anak dalam kehidupan sehari-hari.

5. Dengkuran Kucing Diduga Membantu Proses Pemulihan

Suara dengkuran atau purring yang dihasilkan kucing ternyata menarik perhatian para ilmuwan. Getaran dengan frekuensi sekitar 20–140 Hertz diyakini memiliki kaitan dengan proses regenerasi jaringan, penyembuhan tulang, hingga pemulihan otot.

Beberapa penelitian di bidang biomekanik dan terapi getaran menunjukkan bahwa rentang frekuensi tersebut berpotensi merangsang proses penyembuhan alami tubuh. Meski manfaatnya bagi manusia masih terus diteliti, banyak ahli menilai suara dengkuran kucing memberikan efek relaksasi yang dapat membantu mengurangi rasa tidak nyaman pada tubuh.

6. Menjaga Keseimbangan Emosi dan Mengurangi Kecemasan

Menghabiskan waktu bersama kucing tidak hanya membuat suasana hati menjadi lebih baik, tetapi juga memengaruhi respons biologis tubuh. Saat seseorang membelai atau bermain dengan kucing, tubuh akan meningkatkan produksi hormon oksitosin, yaitu hormon yang berperan dalam membangun rasa nyaman, kedekatan, dan kepercayaan.

Di sisi lain, penelitian Allen dkk. (2020) menunjukkan interaksi dengan hewan peliharaan mampu menurunkan kadar hormon kortisol yang berkaitan dengan stres. Kombinasi kedua respons tersebut membuat banyak orang merasa lebih rileks, tenang, dan mampu mengelola tekanan psikologis dengan lebih baik.

7. Membantu Mengoptimalkan Sistem Imun Anak

Paparan terhadap hewan peliharaan sejak masa kanak-kanak diyakini memberikan manfaat bagi perkembangan sistem kekebalan tubuh. Salah satu penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Pediatrics oleh American Academy of Pediatrics melaporkan bahwa bayi yang tinggal bersama kucing atau anjing sejak tahun pertama kehidupannya lebih jarang mengalami infeksi saluran pernapasan maupun infeksi telinga.

Para peneliti menjelaskan bahwa paparan terhadap berbagai mikroorganisme dari lingkungan, termasuk yang berasal dari hewan peliharaan, dapat membantu sistem imun anak belajar mengenali berbagai zat asing. Dengan demikian, daya tahan tubuh berkembang lebih optimal dan anak menjadi lebih tahan terhadap sejumlah penyakit.(*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Hendarmono Al Sidarto
PenulisHendarmono Al SidartoSarjana Agronomi Universitas Muhammadiyah Malang (1988). Bergabung di TIMES Indonesia sejak 2021. Memiliki minat khusus dalam peliputan berita ekonomi.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia