Pola Hidup Modern Picu Penurunan Kualitas Tidur, Begini Solusi Ahli
Banyak masyarakat modern mengalami penurunan kualitas tidur akibat gaya hidup tidak teratur dan kondisi hyperarousal. Simak panduan dari Certified Sleep Recovery Coach dan kampanye Garmin Indonesia untuk mengatasinya.
yogyakarta – Gaya hidup yang tidak teratur disinyalir menjadi salah satu pemicu utama buruknya kualitas istirahat masyarakat modern saat ini. Selain itu, kondisi hyperarousal—sebuah keadaan ketika sistem saraf tetap bersiaga meski tubuh telah mengalami kelelahan—turut memperparah kondisi tersebut.
Certified Sleep Recovery Coach, Vishal C Dasani, menjelaskan bahwa tidur sebenarnya merupakan kecakapan alamiah yang dimiliki setiap individu.
"Pada dasarnya, tidur adalah kemampuan alami manusia yang sudah tertanam dalam sistem biologis sejak kita berada di dalam kandungan," kata Vishal pada kampanye bertajuk "Women of Endurance: Sleep & Recharge" di Yogyakarta, Kamis (9/7/2026).
Sejatinya, tidur bukan sekadar momen beristirahat untuk melewatkan malam. Fase ini memegang peranan krusial dalam memulihkan kondisi fisik agar tubuh kembali bugar dan berenergi saat memulai aktivitas pada keesokan harinya.
"Namun, gaya hidup modern membuat banyak orang menjadikan tidur sekadar sebagai proses melewatkan waktu (time passing), bukan benar-benar mengisi ulang energi (recharging)," katanya.
Untuk mengatasi fenomena tersebut, Vishal menekankan pentingnya metode unwinding, yaitu sebuah proses untuk memberikan ruang bagi tubuh dan pikiran agar melambat secara bertahap sebelum beristirahat.
"Saat kita melepaskan 'pedal gas' dari berbagai stimulasi, tubuh akan menerima sinyal bahwa hari telah selesai, lingkungan aman, dan kini saatnya memasuki fase istirahat," katanya.
Dalam agenda Sleep & Recharge tersebut, sebanyak 38 peserta perempuan dibekali berbagai panduan praktis untuk menerapkan pola tidur yang sehat (sleep hygiene) demi mengoptimalkan pemulihan tubuh.
Beberapa langkah konkret yang disarankan meliputi penyediaan waktu unwinding ideal selama 30 hingga 90 menit sebelum tidur. Proses ini dapat dilakukan dengan meminimalkan paparan stimulasi, mengurai beban pikiran, serta melakukan kegiatan yang merelaksasi tubuh seperti membaca buku atau mandi air hangat.
Di samping itu, menjaga intensitas pergerakan tubuh sepanjang siang hari juga dinilai sangat membantu mempercepat proses istirahat pada malam hari.
"Tetap aktif pada siang hari. Aktivitas fisik yang cukup membantu meningkatkan sleep pressure atau dorongan alami tubuh untuk tidur, sehingga proses tidur pada malam hari menjadi lebih mudah dan berkualitas," katanya.
Pada kesempatan yang sama, Senior Marketing Manager Garmin Indonesia, Chandrawidhi Desideriani, mengungkapkan bahwa edukasi ini merupakan bagian integral dari kampanye Women of Endurance. Program ini diinisiasi oleh Garmin sebagai bentuk apresiasi terhadap resiliensi kaum perempuan dalam mengemban berbagai peran domestik maupun profesional setiap harinya.
"Sesi ini dirancang sebagai momen bagi para peserta untuk berhenti sejenak dari rutinitas, memulihkan energi, sekaligus memahami bahwa proses pemulihan tubuh sama pentingnya dengan aktivitas yang dijalani setiap hari," katanya.
Chandrawidhi menambahkan, kampanye ini bertujuan menyelaraskan persepsi para perempuan bahwa daya tahan (endurance) bukan semata-mata tentang bergerak tanpa henti. Ketangguhan sejati justru lahir dari kesadaran untuk mengetahui kapan waktu yang tepat bagi tubuh untuk beristirahat dan memulihkan energi secara berkelanjutan.
"Melalui kampanye ini kami merayakan semangat perempuan modern yang terus bergerak, berkarya, dan memberikan yang terbaik dalam berbagai peran. Namun, ketangguhan sejati bukan hanya tentang terus melangkah, melainkan mengetahui kapan tubuh membutuhkan waktu untuk pulih," katanya.
Melalui penyelenggaraan sesi Sleep & Recharge ini, manajemen Garmin berharap dapat membangun kesadaran kolektif bahwa pemenuhan tidur yang berkualitas bukanlah sebuah bentuk kemewahan, melainkan fondasi paling mendasar dalam menjaga kesehatan, performa, dan imunitas tubuh jangka panjang. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.


