Advertisement
Gaya Hidup

Duduk Seharian Bikin Tubuh Cepat Lelah? Gerakan Kecil Ini Ternyata Bisa Menyelamatkan Kesehatan

Duduk terlalu lama dapat meningkatkan risiko berbagai penyakit kronis, mulai dari diabetes hingga penyakit jantung. Namun, Anda tidak perlu olahraga berat untuk mengatasinya.

TIMES Indonesia,
Duduk Seharian Bikin Tubuh Cepat Lelah? Gerakan Kecil Ini Ternyata Bisa Menyelamatkan Kesehatan
Ilustrasi seseorang berdiri dan melakukan peregangan di sela bekerja menggunakan komputer. (Daniel de la Hoz - Getty Images)
A-AA+

JAKARTA Bekerja di depan komputer selama delapan jam sudah menjadi rutinitas jutaan orang. Tanpa disadari, waktu duduk yang terlalu lama perlahan menggerus kesehatan. Leher terasa kaku, punggung pegal, pinggul menegang, hingga tubuh menjadi mudah lelah meski pekerjaan tidak terlalu berat.

Kondisi ini sering dianggap sebagai konsekuensi pekerjaan modern. Padahal, berbagai penelitian menunjukkan bahwa duduk terlalu lama memiliki dampak yang lebih serius dibanding sekadar rasa pegal.

Advertisement

Kabar baiknya, solusi untuk mengatasinya ternyata tidak rumit. Anda tidak harus menghabiskan satu jam di pusat kebugaran setiap hari. Justru, gerakan-gerakan kecil yang dilakukan secara rutin sepanjang hari dapat memberikan manfaat besar bagi tubuh.

Dilansir dari Yahoo Health, para ahli kebugaran menyebut konsep ini sebagai movement snacks atau "camilan gerak". Istilah tersebut mengacu pada aktivitas fisik singkat selama lima hingga sepuluh menit yang dilakukan beberapa kali dalam sehari.

Tubuh Manusia Memang Tidak Dirancang Duduk Berjam-jam

Tubuh manusia diciptakan untuk bergerak. Ketika seseorang duduk terlalu lama dalam posisi yang sama, otot mulai kehilangan aktivitasnya. Sendi menjadi kaku, sirkulasi darah melambat, dan metabolisme ikut menurun.

Dalam jangka panjang, kebiasaan ini dapat memengaruhi postur tubuh. Bahu semakin membungkuk, kepala terdorong ke depan, sementara otot inti melemah. Akibatnya, nyeri punggung dan leher menjadi keluhan yang semakin sering muncul.

Bahkan, sejumlah penelitian mengaitkan gaya hidup sedentari dengan meningkatnya risiko diabetes tipe 2, penyakit jantung, tekanan darah tinggi, hingga kematian dini. Menariknya, olahraga rutin setiap pagi belum tentu mampu sepenuhnya menghapus dampak negatif jika seseorang tetap duduk tanpa jeda sepanjang hari.

Advertisement

Gerakan Kecil Lebih Mudah Dilakukan

Banyak orang gagal membangun kebiasaan olahraga karena berpikir aktivitas fisik harus dilakukan selama satu jam penuh.

Padahal, para ahli justru menilai konsistensi jauh lebih penting dibanding durasi.

Lima menit berjalan kaki, menaiki tangga, melakukan squat, peregangan ringan, atau sekadar berdiri sambil menggerakkan tubuh sudah memberikan stimulasi bagi otot dan sistem metabolisme.

Semakin sering tubuh bergerak, semakin baik pula manfaat yang diperoleh.

Pendekatan ini juga jauh lebih realistis diterapkan pekerja kantoran, mahasiswa, maupun mereka yang memiliki jadwal padat.

Cukup Bangun dari Kursi Setiap 30 Menit

Salah satu rekomendasi yang paling sering disampaikan para peneliti adalah jangan duduk tanpa jeda lebih dari 30 hingga 60 menit.

Idealnya, setiap setengah jam seseorang berdiri, berjalan ringan, atau melakukan peregangan selama beberapa menit.

Penelitian yang dilakukan Columbia University bahkan menemukan bahwa berjalan santai selama lima menit setiap 30 menit mampu menurunkan lonjakan gula darah setelah makan hingga hampir 60 persen. Aktivitas sederhana tersebut juga membantu menurunkan tekanan darah, mengurangi rasa lelah, serta meningkatkan energi dan suasana hati.

Tidak Harus ke Gym

Gerakan yang dianjurkan sebenarnya sangat sederhana dan bisa dilakukan hampir di mana saja.

Misalnya berjalan ke dispenser untuk mengambil air minum, menggunakan tangga dibanding lift, berdiri saat menerima telepon, melakukan 10 hingga 20 squat, plank selama 30 detik, atau berjalan kaki beberapa menit setelah makan siang.

Bahkan, jika pekerjaan benar-benar membuat seseorang harus tetap berada di meja kerja, mengubah posisi duduk, meregangkan bahu, menggerakkan kaki, atau berdiri sejenak sudah lebih baik dibanding terus diam.

Intinya bukan mencari olahraga yang sempurna, melainkan mengurangi waktu tubuh berada dalam kondisi pasif.

Bangun Kebiasaan, Bukan Mengejar Kesempurnaan

Kesalahan terbesar banyak orang adalah menunggu waktu luang untuk berolahraga.

Ketika jadwal semakin padat, olahraga akhirnya terus ditunda.

Para ahli menyarankan agar aktivitas fisik diperlakukan seperti kebiasaan menyikat gigi. Tidak perlu lama, tetapi dilakukan setiap hari tanpa harus menunggu motivasi datang.

Memasang alarm setiap 30 atau 60 menit, berjalan saat rapat virtual, hingga menyempatkan peregangan ringan di sela pekerjaan merupakan langkah sederhana yang efektif membangun rutinitas bergerak.

Pada akhirnya, kesehatan tidak selalu ditentukan oleh latihan berat di pusat kebugaran. Justru kebiasaan kecil yang dilakukan secara konsisten sering kali memberikan dampak paling besar.

Jika selama ini pekerjaan membuat Anda duduk hampir sepanjang hari, mungkin sekarang saatnya memberi tubuh kesempatan untuk bergerak. Hanya beberapa menit setiap jam, tetapi manfaatnya bisa dirasakan dalam jangka panjang.

Meta Deskripsi:

Duduk terlalu lama dapat meningkatkan risiko berbagai penyakit kronis, mulai dari diabetes hingga penyakit jantung. Namun, Anda tidak perlu olahraga berat untuk mengatasinya. Gerakan kecil selama lima hingga sepuluh menit yang dilakukan secara rutin di sela aktivitas bekerja terbukti membantu memperbaiki metabolisme, melancarkan sirkulasi darah, menjaga postur tubuh, meningkatkan energi, hingga memperbaiki suasana hati. Simak tips sederhana agar tubuh tetap aktif meski bekerja seharian di depan komputer.

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Rizal Dani P
PenulisRizal Dani PSarjana Ekonomi Manajemen Universitas Merdeka Malang (2022). Bergabung di TIMES Indonesia sejak 2016. Meliput berbagai topik, termasuk politik, hukum, sains, seni, budaya dan isu internasional
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia