Bersihkan Plak di Pembuluh Darah Setiap Hari, Ini Manfaatnya
Stroke dan serangan jantung adalah dampak dari tersumbatnya pembuluh darah otak dan jantung. Penyumbat pembuluh darah ini tidak lain adalah tumpukan plak yang membuat pembuluh darah semakin menyempit,

JAKARTA – Stroke dan serangan jantung adalah dampak dari tersumbatnya pembuluh darah otak dan jantung. Penyumbat pembuluh darah ini tidak lain adalah tumpukan plak yang membuat pembuluh darah semakin menyempit, bahkan hingga tertutup. Kalau sudah tertutup, tidak ada darah kaya oksigen dan nutrisi yang bisa diantarkan ke otak ataupun jantung.
Apa Itu Plak di Pembuluh Darah?
Plak adalah campuran dari lemak, kalsium, kolesterol dan produk buangan lainnya dari sel tubuh (warna kuning pada gambar di atas). Campuran ini selanjutnya bisa menempel di dinding pembuluh darah arteri sehingga membuat pembuluh darah tersumbat dan mnyempit, bahkan lama-lama tertutup. Kondisi menyempitnya pembuluh darah akibat plak ini disebut dengan aterosklerosis.
Proses Terbentuknya Plak di Pembuluh Darah
Adanya cedera pada pembuluh darah merupakan awal dari terbentuknya plak. Beberapa hal yang dapat menyebabkan cedera pada pembuluh darah adalah radikal bebas, tekanan darah tinggi, bakteri, dan virus. Cedera pembuluh darah memicu peradangan yang jika terjadi terus menerus dalam jangka waktu yang panjang akan memicu terbentuknya plak.
Proses terbentuknya plak pembuluh darah diawali dengan adanya penumpukan kolesterol LDL di dalam dinding pembuluh darah. Semakin banyak yang menumpuk, maka kolesterol LDL akan mengalami proses oksidasi oleh radikal bebas. LDL yang teroksidasi ini ternyata menyebabkan iritasi pada dinding pembuluh darah sehingga memicu adanya respon peradangan.
Salah satu sel-sel radang yang berperan adalah monosit. Monosit masuk ke dalam dinding pembuluh darah dan akan berubah menjadi makrofag yang memiliki fungsi untuk “memakan” kolesterol LDL yang telah teroksidasi. Makrofag tersebut akan terus “memakan” kolesterol LDL dan jika dilihat dengan mikroskop, makrofag akan terlihat seperti “berbusa”, oleh karena itu pada akhirnya makrofag akan disebut sebagai foam cell.
Kumpulan foam cell ini dapat dilihat tanpa mikroskop berbentuk seperti massa berwarna kuning yang menempel pada dinding pembuluh darah yang disebut sebagai fatty streak. Fatty streak ini merupakan gambaran awal dari plak pembuluh darah.
Foam cell akan terus terbentuk jika proses peradangan terjadi berulang kali hingga suatu saat nanti foam cell akan menumpuk di dinding pembuluh darah yang memicu migrasi dan proliferasi sel otot polos pembuluh darah. Sel otot polos akan bermigrasi dari tunika media menuju ke arah tunika intima bertumpuk dengan kumpulan foam cell.
Di tempat yang baru ini, sel otot mengalami pembelahan dan jumlahnya semakin banyak dan ukurannya membesar. Tumpukan kolesterol dan otot polos yang menutupinya akan membentuk plak yang matur. Jika proses diatas terus terjadi, maka plak matur akan semakin menumpuk dan menonjol ke arah saluran pembuluh darah dan mempersempit diameter pembuluh darah.
Pembuluh darah dengan plak yang tebal juga lebih mudah mengalami kerusakan, selain itu juga menjadi lebih mudah terjadi penumpukan kalsium sehingga pembuluh darah menjadi keras dan tidak elastis sehingga memicu terjadinya tekanan darah tinggi. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

