Glutera News

3 Faktor Utama Penyebab Penuaan Kulit

Senin, 25 Oktober 2021 - 10:21 | 37.32k
Image. Glutera for TIMES Indonesia
Image. Glutera for TIMES Indonesia

TIMESINDONESIA, JAKARTA – Penuaan kulit adalah kondisi kulit yang berubah seiring bertambahnya usia dengan ciri-ciri kulitnya tampak kendur, berkerut, menipis, atau dipenuhi flek hitam. Bila terjadi pada usia yang lebih muda, kondisinya disebut dengan penuaan dini.

Kendati bersifat alami, penuaan kulit dapat berlangsung lebih cepat akibat faktor-faktor tertentu. Beberapa di antaranya yakni faktor keturunan, gaya hidup, pola makan, serta beberapa kebiasaan yang merusak kulit.

Apabila kulit menua sebelum waktunya, inilah yang disebut sebagai penuaan dini. Anda bahkan bisa mengalami kondisi ini sejak produksi kolagen mulai berkurang, yakni pada usia 25 tahun.

Proses menuanya kulit berlangsung dari waktu ke waktu. Namun, ada sejumlah cara yang dapat Anda tempuh untuk mengurangi tanda-tandanya. Anda juga bisa mulai memperlambat prosesnya dengan beberapa upaya pencegahan.

Penyebab terjadinya penuaan kulit wajah 

Penuaan kulit menjadi masalah yang kerap mengkhawatirkan banyak orang, khususnya para wanita. Sebenarnya, penuaan kulit yang terjadi itu disebabkan oleh dua hal, yakni faktor ekstrinsik dan instrinsik.

1. Faktor ekstrinsik 
Disebabkan oleh faktor lingkungan seperti asupan nutrisi yang buruk, paparan sinar matahari, polusi udara, rokok, atau konsumsi minuman beralkohol berlebihan. 

2. Faktor instrinsik
Disebabkan oleh faktor genetik seseorang dan hormon atau proses metabolisme.

3. Faktor lainnya
Yang menunjang terjadinya penuaan kulit adalah posisi tidur yang salah, gerakan wajah, dan adanya gaya gravitasi.

Gluera-Coll.jpg

Tanda-tanda penuaan kulit pun tergantung pada penyebabnya. Jika penyebabnya adalah faktor intrinsik, maka tanda penuaan yang umumnya terlihat adalah kulit menipis dan rapuh, hilangnya NMF (Natural Moisturizing Factor), jaringan kolagen dan elastin pada kulit sehingga membuat kulit mengendur, kulit terasa kasar dan kering, serta kulit menjadi lebih rentan mengalami lesi seperti tumor jinak. Sedangkan penuaan yang disebabkan oleh faktor ekstrinsik, umumnya terlihat adanya penebalan kulit, perubahan warna kulit, kerutan yang dalam, serta kulit kasar dan juga kering.

Atasi dehidasi kulit, halau gejala penuaan 

Kulit yang mengalami masalah penuaan baik yang disebabkan oleh faktor ekstrinsik dan instrinsik, sama-sama menyebabkan kulit menjadi kering atau disebut dehidrasi kulit. Semakin bertambah usia, kulit seseorang akan cenderung menjadi kering (mengalami dehidrasi kulit). Kondisi ini terkait dari jumlah NMF (Natural Moisturizing Factor) sebagai pelembap alami di dalam kulit. Jumlah NMF berkurang sejalan dengan bertambahnya usia. Padahal, fungsi NMF itu sendiri adalah untuk mengikat air dan mempertahankan hidrasi kulit agar tidak mengalami kekeringan atau kekurangan cairan.

Cukupi asupan kolagen dan elektrolit untuk mengurangi dehidrasi pada kulit 

Kolagen dan elektrolit merupakan komponen pada NMF yang memiliki peran penting menjaga kelembapan kulit, antara lain fosfat, magnesium, kalsium, kalium, dan jenis elektrolit lain yang menyusun sekitar 32 persen NMF.

Pada sebuah penelitian bahkan ditemukan hubungan antara penurunan jumlah elektrolit pada NMF dengan kulit kering pada pasien dermatitis atopik. Untuk itu penting untuk memperhatikan konsumsi cairan elektrolit Anda. Anda dapat mengonsumsi minuman yang mengandung elektrolit yang dapat membantu produksi dari NMF untuk melindungi kelembapan kulit Anda. (*)

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.

Advertisement



Editor : Dhina Chahyanti
Publisher : Rochmat Shobirin

TERBARU

Togamas - togamas.com

INDONESIA POSITIF

KOPI TIMES