Glutera News

Massa Otot yang Rendah Berakibat Pada Lamanya Proses Pemulihan Penyakit

Rabu, 27 Juli 2022 - 08:36 | 23.58k
Image: Glutera for Times Indonesia
Image: Glutera for Times Indonesia

TIMESINDONESIA, JAKARTA – Ternyata massa otot punya hubungan dengan pemulihan penyakit. Sebuah studi mengaitkan kekuatan otot dengan manfaat kesehatan yang lebih luas, seperti tekanan darah, risiko diabetes yang lebih rendah, dan kadar kolesterol yang lebih baik.

Tingkat yang lebih tinggi dari massa otot berhubungan dengan tingkat yang lebih rendah dari peradangan kronis dalam tubuh.

Peradangan tersebut dapat secara signifikan meningkatkan risiko penyakit jantung dan kanker. Seperti dikutip dari situs Daily Mail, beberapa studi menunjukkan semakin rendah massa otot, semakin lama waktu yang dibutuhkan untuk memulihkan diri dari penyakit. 

Apa itu massa otot?

Tubuh Anda terdiri atas dua komponen utama, yakni lemak tubuh (body fat) dan massa tubuh tanpa lemak (lean body mass). 

Lemak tubuh merupakan jumlah lemak dalam tubuh dan mungkin Anda sudah mengenalnya sebagai persentase lemak.

Sementara itu, massa tubuh tanpa lemak terdiri atas massa otot, massa tulang, serta cairan dalam tubuh Anda. 

Massa otot menunjukkan jumlah otot dalam tubuh yang mencakup tiga komponen berikut.
• Otot rangka: jaringan otot yang membungkus tulang dan berperan penting dalam pergerakan tubuh.
• Otot polos: jaringan otot yang terdapat pada dinding pembuluh darah, lambung, saluran kemih, dan jaringan sejenisnya.
• Otot jantung: jaringan otot yang membentuk dan menjalankan kerja organ jantung.

Ketika bicara tentang massa otot, kebanyakan orang lebih merujuk pada otot rangka. 

Otot ini memang yang akan menggambarkan kemampuan fisik Anda. Inilah sebabnya Anda selalu dianjurkan untuk membangun otot.

Massa otot juga berpengaruh terhadap kesehatan, khususnya dalam respons terhadap stres, cedera, dan penyakit.  Dengan menambah otot, Anda akan memiliki lebih banyak energi dan otot-otot yang lebih kuat untuk beraktivitas.

Sebaliknya, jumlah massa otot yang rendah dapat menurunkan kinerja fisik Anda. 

Menurut sebuah laporan dalam jurnal Annals of Medicine (2018), kurangnya massa otot juga meningkatkan risiko komplikasi pascabedah dan durasi rawat inap yang lebih panjang.

Studi massa otot 

Kehilangan kekuatan yang tergantung pada usia Anda tidak bisa dihindari. Sebuah studi Pittsburgh University di 2011 terhadap mantan atlet berusia 40-81 menemukan massa otot menurun karena sering tidak digunakan, daripada penuaan otot.

Dua penelitian besar-besaran di JAMA Internal Medicine menyarankan latihan 450 menit adalah jumlah mingguan optimal untuk hidup yang panjang. Artinya Anda bisa berlatih sedikit lebih banyak dari satu jam sehari. Dan itu tidak perlu latihan yang berat - namun yang penting rutin. 

Studi yang melibatkan 660.000 orang ini menemukan bahwa orang dengan massa otot yang baik memiliki risiko sepertiga lebih kecil dibandingkan dengan orang-orang yang tidak berolahraga.

Pentingnya menjaga massa otot 

Menjaga massa otot diperlukan tidak semata untuk menjaga penampilan. Dilansir dari Harvard Health Publishing, otot yang kuat dibutuhkan untuk memperkuat tulang, menjaga gula darah dan tingkat kolesterol, menjaga berat badan sehat, mengurangi rasa sakit pada sendi, dan mengatasi depresi ringan.

Pada tahun 2015, American Society of Bone and Mineral Research juga menyatakan bahwa orang yang mengalami sarcopenia atau kehilangan massa otot akan memiliki resiko 2.3 kali lebih besar untuk mengalami cedera tulang patah pada pinggul, kaki, lengan, dan pergelangan tangan. Itulah sebabnya, selain mengembalikan stamina setelah sakit, Anda juga harus berusaha mengembalikan massa otot Anda selama masa pemulihan setelah sakit.

Pubya otot kuat lebih berpeluang panjang umur

Sebuah riset dari University of Michigan menemukan, tingkat kekuatan seseorang bisa menjadi faktor kunci maningkatkan masa hidup. Para peneliti yang dipimpin oleh Dr. Kate Duchowny menemukan, orang-orang dengan tingkat kekuatan otot lebih rendah memiliki risiko kematian 50 persen lebih besar ketimbang mereka yang memiliki otot kuat. "Menjaga kekuatan otot sangatlah penting untuk umur panjang dan membebaskan penuaan," kata Duchowny pada Michigan News.

Sebuah penelitian yang dilakukan kalangan ilmuwan Swedia menunjukkan, kekuatan otot yang dimiliki oleh tubuh pria dapat membantu untuk memprediksi usia hidup. (*)

Be everlasting with glutera

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.

Advertisement



Editor : Dhina Chahyanti
Publisher : Rochmat Shobirin

TERBARU

Togamas - togamas.com

INDONESIA POSITIF

KOPI TIMES