Glutera News

Rutin Stretching Atasi Badan Sering Pegal dan Kaku

Minggu, 31 Juli 2022 - 13:10 | 47.38k
Ilustrasi (Foto: Gluteranews)
Ilustrasi (Foto: Gluteranews)

TIMESINDONESIA, JAKARTA – Jika Anda merasa tubuh kaku dan tidak lentur sama sekali, Anda bukan satu-satunya. Banyak orang merasa tubuhnya tidak fleksibel apabila mengalami masalah, seperti paha, bahu, atau otot tegang, badan kaku dan tidak gesit, serta gerakan fisik terbatas.

Stretching atau peregangan otot adalah aktivitas yang dilakukan untuk menjaga otot-otot tubuh tetap lentur, kuat dan, sehat. Terdapat beragam jenis stretching yang bermanfaat bagi kesehatan dan kebugaran tubuh. Mari simak penjelasannya di bawah ini.

Stretching umumnya dilakukan sebagai gerakan pemanasan dan pendinginan setelah berolahraga. Kendati demikian, stretching juga bisa dilakukan walau Anda tidak sedang berolahraga. Anda justru disarankan untuk melakukan stretching atau peregangan setidaknya 3 kali dalam seminggu, masing-masing selama 60 detik.

Jenis gerakan stretching 

Jarang disadari, sebenarnya gerakan stretching adalah gerakan yang banyak dijumpai di berbagai program kebugaran tubuh. Adapun beberapa jenis stretching adalah sebagai berikut:

1. Stretching statis
Pertama, ada stretching statis yang biasanya dilakukan sekitar 10 hingga 30 detik lamanya. Posisinya sendiri cukup menantang tetapi nyaman dilakukan dalam jangka waktu tertentu. Dapat dikatakan, stretching statis merupakan gerakan peregangan dasar paling umum yang banyak ditemukan dalam latihan kebugaran.

Sementara itu dilihat dari manfaatnya, tujuan utama dari stretching statis adalah untuk meningkatkan fleksibilitas tubuh secara keseluruhan sekaligus memperbaiki rentang gerak dalam gerakan fungsional seperti olahraga dan aktivitas sehari-hari.

2. Stretching dinamis
Sesuai namanya, stretching dinamis adalah jenis peregangan, dimana gerakannya mengharuskan Anda untuk melalui berbagai tantangan, namun nyaman untuk dilakukan hingga berulang kali dan biasanya berlangsung hingga 10-12 kali. Walau termasuk dinamis, jenis stretching ini memerlukan koordinasi yang jauh lebih tinggi daripada peregangan statis.

Pada praktiknya, stretching dinamis sangat digemari oleh para atlet, instruktur, pelatih dan terapis fisik lantaran berbagai manfaatnya yang berfokus pada peningkatan rentang fungsional gerak dan mobilitas, baik dalam olahraga maupun kehidupan sehari-hari.

3. Stretching pasif
Berbeda dengan 2 macam stretching sebelumnya, jenis yang satu ini dilakukan dengan semacam bantuan untuk membantu Anda mencapai peregangan secara maksimal. Nah maksud dari bantuan tersebut dapat meliputi berat tubuh, gravitasi, tali, orang lain, atau bahkan perangkat peregangan khusus.

Stretching pasif akan membantu Anda untuk mengendurkan otot dengan bergantung pada kekuatan eksternal. Mengingat stretching pasif menggunakan bantuan eksternal, maka pastikan untuk selalu berhati-hati demi menghindari risiko cedera.

4. Stretching aktif
Berkebalikan dengan peregangan pasif, stretching aktif tidak memerlukan bantuan eksternal namun akan melibatkan kontraksi otot yang berlawanan dengan otot yang Anda regangkan. Itu artinya, otot lain akan mempengaruhi pengenduran otot yang Anda regangkan.

Perlu diingat, stretching aktif bisa jadi sangat menantang mengingat kekuatan otot Anda sangat dibutuhkan untuk dapat menghasilkan peregangan. Meski demikian, risiko stretching aktif cukup rendah karena Anda hanya mengandalkan kekuatan internal. Bisa jadi salah satu gerakan pendinginan yang dapat Anda coba selanjutnya!

5. Stretching isometrik
Dalam stretching isometrik, Anda akan menolak peregangan dengan cara menarik otot ke posisinya. Meski demikian, stretching isometrik merupakan metode peregangan paling aman dan efektif untuk memperkuat tendon, meningkatkan jangkauan sendi gerak, serta ligamen dengan tetap mempertahankan fleksibilitas mereka.

6. Proprioceptive Neuromuscular Facilitation (PNF)
Terakhir ada Proprioceptive Neuromuscular Facilitation (PNF) yang menggabungkan gerakan stretching isometrik, statis, sekaligus pasif untuk mendorong tingkat fleksibilitas yang lebih tinggi. PNF merupakan bentuk lanjutan dari latihan fleksibilitas yang dapat membantu seseorang dalam meningkatkan kekuatan.

Untuk melakukannya, Anda perlu meregangkan melakukan kontraksi secara isometrik melawan hambatan dengan posisi berbaring, otot pasif, dan melakukan stretching pasif melalui peningkatan jangkauan yang dihasilkan dari gerakan. 

Manfaat stretching bagi tubuh

Berikut adalah berbagai manfaat yang bisa Anda peroleh dari stretching

1. Meningkatkan fleksibilitas
Stretching yang dilakukan secara teratur bisa membantu meningkatkan fleksibilitas tubuh Anda secara keseluruhan. Dengan tubuh yang lentur, melakukan aktivitas sehari-hari juga akan terasa lebih mudah dan nyaman. Selain itu, peningkatan fleksibilitas juga dapat menurunkan risiko kesulitan bergerak akibat penuaan.

2. Mengurangi stres
Gaya hidup yang cenderung tidak banyak bergerak bisa menyebabkan otot-otot menjadi menegang. Bila Anda sedang stres, otot-otot yang menegang ini bisa memperparah stres yang Anda alami.

Dengan melakukan stretching secara rutin, otot-otot yang tegang dan kaku akibat tidak banyak bergerak bisa melemas, sehingga Anda bisa menjadi lebih rileks dan stres akan berkurang.

3. Memperbaiki postur tubuh
Ketidakseimbangan tegangan otot dapat menyebabkan postur tubuh yang buruk, misalnya skoliosis. Dengan melakukan stretching, Anda bisa memulihkan kembali ketegangan otot-otot yang tidak seimbang. Jika dilakukan dengan rutin, stretching bisa membantu postur tubuh Anda menjadi lebih baik.

4. Meningkatkan aliran darah ke otot
Stretching juga bermanfaat untuk meningkatkan aliran darah ke otot-otot di seluruh tubuh. Jika aliran darah ke otot lancar, pemulihan otot setelah Anda melakukan berbagai aktivitas fisik, seperti berolahraga, bisa lebih cepat dan risiko nyeri otot juga akan menurun.

Demikian pembahasan seputar jenis-jenis dan manfaat gerakan stretching. Mengingat latihannya terbilang ringan, mudah dilakukan, dan tidak membutuhkan banyak waktu, apakah Anda tertarik untuk mencobanya? Bila memang tertarik menambahkan gerakan baru, tak ada salahnya untuk menambahkannya dalam rutinitas olahraga Anda. (*)

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.

Advertisement



Editor : Dhina Chahyanti
Publisher : Sholihin Nur

TERBARU

Togamas - togamas.com

INDONESIA POSITIF

KOPI TIMES