Glutera News

Anda Harus Paham, Beda Weight Loss dan Fat Loss

Minggu, 21 Agustus 2022 - 17:59 | 24.61k
Anda Harus Paham, Beda Weight Loss dan Fat Loss
Image: Glutera for Times Indonesia

TIMESINDONESIA, JAKARTA – Weight loss atau penurunan berat badan mengacu pada penurunan berat badan secara keseluruhan, yakni kehilangan otot, lemak, dan air. 

Sementara itu, fat loss atau penurunan lemak mengacu pada penurunan berat badan yang berasal dari lemak. Dengan kata lain, fat loss merupakan salah satu bagian dari cara-cara untuk menurunkan berat badan, alias weight loss.

Fokus pada penurunan lemak tubuh merupakan tujuan spesifik yang lebih sehat daripada penurunan berat badan. Mengapa demikian? Sebab, jumlah lemak total di dalam tubuh yang berkurang bisa bermanfaat bagi kesehatan secara keseluruhan.

1. Asupan makan untuk weight loss dan fat loss

Kita bisa fat loss dengan defisit kalori seperti halnya dengan weight loss. Namun, jika saat weight loss kita hanya berfokus pada asupan kalori, saat fat loss kita juga perlu memperhatikan kualitas makanan dan fokus pada asupan makronutrien seperti protein, karbohidrat dan lemak. Saat fat loss kamu bisa konsumsi makanan tinggi protein dan rendah lemak. Selain itu, defisit kalori yang dilakukan pada fat loss juga tidak sebesar weight loss ladies, hal ini dilakukan dengan tujuan supaya massa otot kita tidak ikut berkurang terlalu banyak saat diet.

2. Olahraga untuk weight loss dan fat loss

Baik weight loss atupun fat loss tidak hanya dapat dicapai dengan diet ya ladies, namun juga perlu dibarengi dengan aktifitas fisik. Jika tujuanmu adalah weight loss kamu bisa memulai olahraga kardio dengan tujuan membakar kalori. Namun, jika kamu ingin menurunkan lemak tapi tetap mempertahankan massa otot, kamu bisa melakukan olahraga kardio yang dikombinasi dengan olahraga yang bertujuan untuk membangun dan memelihara otot seperti latihan beban.

3. Cara mengukur weight loss atau  fat loss

Weight loss dapat diukur dengan mudah, kamu tentu sudah pernah menggunakan timbangan biasa yang menunjukan angka berat badan ya. Namun, untuk mengukur lemak tubuh kamu perlu menggunakan timbangan jenis Bioimpedance Analysis (BIA) yang dapat mengetahui komposisi tubuh seperti Inbody, Omron, Tanita, atau Smart Scale. Timbangan ini dapat memberikan hasil lebih spesifik yang menunjukan persentase lemak tubuh, massa otot, massa tulang, massa air, visceral fat, dan indeks massa tubuh kita. Hasil tersebut lebih dapat menggambarkan distribusi berat badan kita dan kesehatan kita ladies. Selain dengan timbangan BIA, kamu juga bisa menggunakan caliper skinfold untuk memperkirakan persentase lemak tubuh, tetapi pengukuran ini membutuhkan latihan untuk memastikan akurasi hasilnya.

4. Hasil akhir weight loss dan fat loss

Hasil akhir dari weight loss biasanya lebih berfokus pada angka berat badan saja, namun hasil dari fat loss tidak selalu ditunjukan oleh berat badan, karena bisa jadi berat badan kamu tidak turun secara signifikan atau justru masih sama loh ladies. Namun, meskipun begitu komposisi tubuh kita tentu akan mengalami perubahan. Massa lemak yang menurun dengan tetap mempertahankan atau meningkatkan massa otot justru lebih baik dibanding hanya pada penurunan berat badan saja ya. Selain itu, bentuk tubuh kamu akan lebih terbentuk dan lebih kencang karena otot kamu tetap terjaga.

Nah jadi apakah tujuan dietmu saat ini masih weight loss atau ingin fat loss? Memilki berat badan ideal tentu menjadi dambaan setiap orang ya ladies, namun memiliki komposisi tubuh dan bentuk badan yang ideal tentu akan lebih baik untuk kesehatan dan kecantikanmu. Jadi pastikan untuk tetap memperhatikan komposisi tubuhmu dan diet sehat untuk mencapai idealmu ya.

Manfaat fat loss

Beberapa manfaat fokus pada fat loss program ketimbang weight loss, antara lain:
• Mengurangi risiko penyakit kronis, seperti sindrom metabolik, penyakit jantung, dan diabetes
• Mengurangi risiko kehilangan massa otot
• Mengurangi pembentukan kembali lemak tubuh

Perlu dipahami bahwa weight loss yang terjadi selama diet mungkin saja termasuk kehilangan air dan otot, bukan hanya lemak. 

Padahal, otot merupakan komponen penting untuk menunjang kesehatan. Mempertahankan persentase otot yang ideal bermanfaat untuk mengatur kadar gula darah normal, menjaga kadar lemak dalam tubuh (trigliserida dan kolesterol), dan mengendalikan peradangan. 

Kehilangan massa otot dapat merugikan dan menimbulkan berbagai masalah kesehatan. Dengan mempertahankan massa otot, Anda juga dapat mengurangi risiko sarkopenia, yakni hilangnya massa otot yang mengakibatkan kelemahan dan kemungkinan cacat akibat proses penuaan. 

Selain itu, jurnal Medicine and Science in Sport and Exercise menyatakan bahwa penurunan berat badan dalam bentuk otot dapat menurunkan jumlah kalori yang Anda bakar saat istirahat. Ini membuat tubuh lebih mudah mendapatkan kembali berat badan yang hilang dalam bentuk lemak.  (*)

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.



Editor : Dhina Chahyanti
Publisher : Rochmat Shobirin

TERBARU

KOPI TIMES