Glutera News

10 Manfaat Minum Air Putih untuk Kesehatan

Rabu, 19 Oktober 2022 - 14:15 | 19.83k
10 Manfaat Minum Air Putih untuk Kesehatan
Image: Glutera for Times Indonesia

TIMESINDONESIA, JAKARTA – Tanpa adanya air termasuk dengan minum air putih, kita tidak dapat menjaga suhu tubuh normal, melumasi sendi, atau membuang zat sisa melalui keringat, urine, dan buang air besar. 

Yuk, simak manfaat minum air putih berikut ini!

Alasan perlu minum air putih lebih banyak

Tubuh kita memerlukan air atau cairan yang berguna dalam proses pencernaan, penyerapan zat atau nutrisi makanan untuk energi, sirkulasi darah, transportasi nutrisi, memproduksi cairan atau air ludah, serta mempertahankan suhu tubuh.

Oleh karena itu, kita perlu banyak mengonsumsi air agar tubuh tidak dehidrasi atau kekurangan air, yang bisa menyebabkan tubuh lemas, otot lemah dan kram, tidak fokus, serta meningkatkan risiko kelelahan.

Umumnya kita sering mendengarkan nasihat bahwa kita perlu minum air putih sebanyak 8 gelas air setiap hari atau setara dengan 1,5 liter.

Namun, Institut of Medicine’s Food and Nutrition Board merekomendasikan bahwa wanita sebenarnya memerlukan 2,6 liter air setiap hari dan pria memerlukan sekitar 3,7 liter setiap hari.

Anda bisa mendapatkan cakupan air yang cukup setiap hari dengan meminum air putih dan mengonsumsi cairan seperti sup dan minuman ringan, beserta sayur dan buah yang mengandung air.

Jangan lupa juga, bila Anda berolahraga atau berlari, Anda akan memerlukan air yang lebih banyak, sebelum, saat, dan setelah melakukannya.

Manfaat minum air putih 

Ada beberapa fakta lain yang perlu Anda ketahui mengapa kita perlu minum banyak air putih di bawah ini.

1.    Mencegah dehidrasi

Menjaga asupan cairan dengan minum air putih penting untuk mencegah tubuh dari kekurangan cairan atau dehidrasi. Meski terlihat ringan, kondisi dehidrasi yang tidak segera ditangani dapat menyebabkan gangguan pada fungsi ginjal, kejang, dan bahkan syok yang dapat membahayakan nyawa.

2.    Mencegah batu ginjal

Sebuah penelitian mengungkapkan bahwa minum air putih yang cukup mencegah terbentuknya batu ginjal atau kambuhnya penyakit batu ginjal pada orang yang sebelumnya pernah menderita penyakit tersebut.

Hal ini karena asupan cairan yang cukup dapat melancarkan proses pembuangan sisa metabolisme melalui urine dan mencegah terbentuknya kristal yang dapat menyebabkan batu ginjal, misalnya asam urat.

3.    Menjaga tekanan darah

Air adalah bagian terbesar dari darah. Jika Anda kekurangan cairan tubuh, darah akan lebih kental dan menyebabkan terjadinya ketidakseimbangan elektrolit, seperti natrium dan kalium, yang terdapat di dalam darah.

Kurangnya cairan tubuh juga bisa berdampak pada menurunnya tekanan darah. Oleh karena itu, rutin mengonsumsi air putih dapat menjaga tekanan darah tetap normal.

4.    Mencegah Penyakit Kardiovaskular

Selain menjaga tekanan darah, tercukupinya cairan tubuh juga dapat mencegah Anda dari penyakit kardiovaskular, seperti penyakit jantung, serangan jantung, dan stroke.

Hal ini karena konsumsi air putih secara rutin dapat mencegah dehidrasi yang bisa berdampak pada terganggunya fungsi organ tubuh, termasuk jantung, dan memberikan efek relaksasi pada pembuluh darah, sehingga tekanan darah pun akan terjaga.

5.    Meningkatkan Stamina

Tubuh membutuhkan energi untuk menjalani aktivitas sehari-hari. Sumber energi tidak hanya diperoleh dari makanan. Konsumsi air putih yang cukup juga dapat membuat tubuh tidak mudah lemas selama bergerak dan beraktivitas.

6.    Menjaga kesehatan sendi dan otot

Konsumsi air putih secara rutin juga dapat meningkatkan kekuatan dan kelenturan sendi dan otot tubuh. Dengan demikian, otot tidak kaku dan tubuh pun tidak cepat lelah saat bergerak atau beraktivitas.

7.    Menurunkan berat badan

Mengonsumsi air putih diketahui dapat meningkatkan metabolisme, sehingga memudahkan tubuh dalam membakar lemak serta membuang kotoran melalui keringat, urine, dan tinja. Hal ini tentunya berdampak pada menurunnya berat badan.

Selain itu, minum air putih sebelum makan diketahui dapat memberikan efek kenyang, sehingga porsi makanan yang dikonsumsi pun menjadi lebih sedikit. Dengan demikian, asupan kalori ke dalam tubuh tetap terjaga dan berat badan tetap terkontrol. (*)

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.



Editor : Dhina Chahyanti
Publisher : Rochmat Shobirin

TERBARU

KOPI TIMES