Glutera News

GSH Glutathione, Peran Pentingnya pada Penderita Diabetes Mellitus

Rabu, 15 Maret 2023 - 10:28 | 168.52k
Image: Glutera for TIMES Indonesia
Image: Glutera for TIMES Indonesia

TIMESINDONESIA, JAKARTA – Diabetes Mellitus atau Kencing Manis merupakan penyakit kelenjar yang terbanyak di Amerika Utara. Hal ini mempengaruhi 10 s/d 25 juta penduduk, kebanyakan dari mereka belum terdiagnosa.

Resiko diabetes meningkat diatas rata-rata peningkatan penyakit jantung dan stroke, penyebab kematian tertinggi di USA dan Kanada. Kecenderungan berbagai macam type diabetes dan segala komplikasinya berhubungan dengan gaya hidup dan lingkungan adalah bagian  dari pencegahan masalah.

Diabetes Mellitus adalah kondisi kekacauan insulin yang mengganggu kemampuan tubuh untuk melakukan proses metabolisme gula. Hormon insulin berperanan penting dalam penyerapan gula kedalam sel untuk keperluan energi dan ke liver serta sel lemak untuk cadangan energi.

Ada dua tipe diabetes mellitus

1. Tipe I diabetes melitus

Sel yang menghasilkan insulin di pancreas dirusak. Dengan penyuntikan insulin secara teratur, pasien dapat hidup normal. Tanpa itu,penderita menjadi koma dan bahkan kematian.

2. Tipe II diabetes melitus

Insulin yang diproduksi oleh pankreas atau kehilangan kemampuan tubuh secara bertahap memanfaatkan insulin.

Hal inilah kedepan menjadi masalah terbesar pada diabetes dan ini sangat berhubungan dengan kebiasaan makan yang buruk, kegemukan dan pola hidup yang jelek (kurang baik).

Kedua tipe DM baik I dan II secara umum mempunyai ciri khas  peningkatan gula darah (hyperglikemia) tetapi pada kasus pemberian obat-obat secara berlebih atau penyakit selama pengobatan kadar gula darah dapat turun drastis (hypoglikemia), namun keadaan itu berpotensi menjadi keadaan serius. Hyperglikemia menyebabkan rasa haus berlebihan dan sering buang air kecil, kelelahan, kehilangan berat badan dan dehidrasi.

Adakalanya keadaan penyakit mengancam kehidupan  (hyperosmolar koma atau ketoasidosis) yang mungkin disebabkan peningkatan keadaan gula yang berlebihan. Ini adalah keadaan darurat medis yang memerlukan penanganan rumah sakit segera.

Beberapa penderita memerlukan suntikan  insulin atau pil penurun keadaan gula dan penderita yang rentan dengan komplikasi kadar gula darah yang rendah. Itulah sebabnya kenapa penderita banyak menggunakan obat-obatan, mengurangi makan , meningkatkan pengeluaran energi, menjadi mudah sakit atau demam atau menderita bermacam stress.

Keadaan ini harus segera diobati, biasanya dengan makan/minum manis yang cukup dan menghasilkan produksi insulin yang cepat .Salah satu bagian darurat dari keadaan imbalance kadar gula pada  sebagian besar kasus diabetes adalah berasal dari komplikasi diabetes itu sendiri. Yang mana  jenis  kemampuan tubuh untuk menghadapi infeksi dan kemunduran sistem sirkulasi darah termasuk pembuluh darah kecil dan besar.

Komplikasi ini dapat menyebabkan masalah pada mata ,otot, ginjal dan kandung kemih. Keadaan ini dapat mengurangi kemampuan pemakaian energi, peningkatkan rasa haus dan menimbulkan bunyi pada persendian extremitas. Pembentukan plak pada jantung dan pembuluh darah sebagai akibat lain dari komplikasi diabetes.

Diabetes dan sistem imun

Diabetes harus dipertimbangkan sebagai penyakit imun yang membahayakan karena penyakit ini cenderung banyak menimbulkan infeksi daripada menahannya untuk menjadi normal.

Penurunan sistem imun penderita DM mungkin meliputi sariawan dan infeksi jamur lainnya pada kulit dan bahkan pada aliran darah.

Infeksi bakteri sering terjadi dan berakibat gangren (khususnya pada kaki dan jari kaki) dan sepsis.

Diabetes dengan berbagai macam infeksi harus selalu diobati segera dan agresif. Kebanyakan penyakit dan kematian pada kasus diabetes disebabkan oleh kerusakan sistim sirkulasi darah.

Keadaan ini dengan menyebabkan kondisi-kondisi termasuk penyakit jantung,myocardial infarction, tekanan darah tinggi, atherosclerosis, stroke,gagal ginjal,neuropathy, kebutaan dan lainnya yang diakibatkan kerusakan sirkulasi darah. Pada kenyataannya saat ini komplikasi diabetes adalah penyebab utama terjadinya kasus kebutaan di USA. Diabetes juga mempunyai kecenderungan menyebabkan katarak dan glaukoma.

Peran GSH glutathione pada diabetes

Menyoroti peran GSH dalam melawan DM sangat penting. Kita melihat peran GSH dapat mencegah masalah sirkulasi seperti arteriosklerosis dan stroke yang banyak menyebabkan kematian akibat diabetes. GSH mempertinggi sistem imun tubuh.

Kadar GSH yang ditingkatkan membantu:

• Dukungan /sokongan sistem imun melawan infeksi.
• Mengurangi stress oksidatif dari hiperglikemia.
• Mengurangi agregasi/bertumpuknya platelet.
• Mencegah komplikasi yang terjadi pada pembuluh darah termasuk :
• Atherosklerosis (penyakit jantung,stroke)
• Nephropathy (kerusakan ginjal)
• Retinopathy  (kerusakan retina)
• Neuropathy (kerusakan sel saraf)

Dengan cara ini GSH dapat membantu sistem imun yang lemah untuk melawan infeksi bakteri dan jamur, membantu mencegah pergeseran sirkulasi yang membahayakan pada arteri (arteriosklerosis), gagal ginjal (nephropathy), penurunan kemampuan penglihatan (retinopathy) dan masalah persarafan (neuropathy). Ini memperlambat pengaruh stress oksidatif dan anemia pada pasien-pasien yang menjalani proses dialysis.

Hal ini jelas bahwa pembuluh darah kecil pada penderita diabetes cepat menjadi sasaran terjadinya proses degenarasi namun bagian dari penyebab penyakit telah diketahui.

Penelitian baru-baru ini menunjukan bahwa penderita diabetes sangat cenderung dibanding yang lain mengalami stress oksidatif dan pembentukan radikal bebas. Pada kenyataannnya darah dan jaringan para penderita diabetes menunjukan penurunan kadar GSH yang sangat kritis.

Penelitian yang dilakukan RK Sundarams memberikan kesan bahwa penurunan anti oksidant ini mendahului komplikasi diabetes berikutnya.

Selangkah lebih maju, Thornalley’s dalam pecobaannya mengungkapkan dari koresponden antara yang rendah GSH dan penderita diabetes dengan komplikasi yang tinggi.

SK Jain dan R Macvie mengungkapkan kadar GSH rendah merupakan ciri khas penderita diabetes menempatkan peran/tugas menghambat sekresi insulin pada pasien dengan diabetes tak terkontrol.

Banyak penelitian yang membuktikan hubungan antara kadar GSH rendah dan kerusakan endotel dengan dengan peningkatkan agregasi platelets.

Peneliti lain telah menunjukan banyak kekhususan antara hubungan GSH dengan komplikasi seperti hypertensi, neuropathy diabetik dan nefropathy dengan hasil yang baik.

Peran GSH dalam melindungi sel darah merah dari kerusakan oksidatif pada kasus renal dialisis sangat menjanjikan.

Kerusakan sirkulasi menambah komplikasi penderita diabetes secara substansial dan GSH membantu melawan kerusakan akibat stress oksidatif yang menambah kerusakan ini. Pada kenyataannya darah dan jaringan pada penderita diabetes menunjukan penurunan kadar GSH yang kritis.

Komplikasi ini dapat dihindari atau diminimalkan sehingga tidak mudah menderita infeksi dan peningkatan kadar GSH dapat membantu mengatasinya. (*)

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.

Advertisement



Editor : Dhina Chahyanti
Publisher : Rochmat Shobirin

TERBARU

Togamas - togamas.com

INDONESIA POSITIF

KOPI TIMES