Glutera News

Mustahil Mulus, Ini 10 Dampak Penumpukan Sel Kulit Mati

Minggu, 03 Desember 2023 - 08:55 | 44.22k
Ilustrasi (Foto: Gluteranews)
Ilustrasi (Foto: Gluteranews)

TIMESINDONESIA, JAKARTA – Setiap orang tentu ingin memiliki kulit wajah yang sehat dan berseri. Salah satu caranya adalah dengan rutin melakukan perawatan kulit wajah. Perawatan rutin perlu dilakukan untuk mengangkat sel-sel kulit mati.

Sel kulit mati yang dibiarkan begitu saja dapat menumpuk dan menyebabkan berbagai permasalah kulit yang mengganggu. Sel kulit mati penyebab jerawat, kulit kusam, dan pori-pori tersumbat.

Sebetulnya perawatan rutin untuk membersihkan sel kulit mati tidaklah sulit, tetapi mungkin banyak orang yang tidak tahu atau enggan melakukannya sampai akhirnya masalah kulit berdatangan.

Apa itu sel kulit mati? 

Sel kulit mati, atau yang disebut dengan corneocytes, adalah sel kulit tua yang menumpuk dan membuat lapisan yang menghalangi kulit, dilansir dari laman Skincare.com. Sel-sel ini membentuk permukaan di atas epidermis yang kita sebut sebagai stratum korneum.

Menurut The Cleveland Clinic, kulit kita memiliki kelenjar sebaceous yang menghasilkan minyak alami yang menghidrasi secara alami. Proses ini secara terus-menerus akan membangun regenerasi sel-sel kulit baru sambil meluruhkan sel kulit yang lama. Sel-sel kulit ini juga disebut dengan keratinosit, yang terdiri dari protein yang disebut dengan keratin dan terbentuk di epidermis kulit.

Selama siklus hidupnya, sel kulit bergerak naik mulai dari lapisan epidermis yang paling bawah hingga mencapai lapisan terluar dari epidermis yaitu stratum korneum. Saat mencapai lapisan luar atau lapisan permukaan, sel kulit mati akhirnya luruh melalui proses yang disebut dengan deskuamasi.

Sel kulit mati yang dibiarkan menumpuk di wajah justru bakal menimbulkan berbagai permasalah kulit yang bisa bikin tampilan kita semakin kurang oke.

Yuk simak bahaya dari sel kulit mati di wajah yang enggak diangkat!

1. Kulit kusam
Kulit kusam adalah kulit yang tidak mendapatkan kelembapan yang cukup, sehingga penampilannya tertutup dengan kulit yang lebih gelap. 

Selain itu, penumpukan sel kulit akan menyebabkan kulit Anda terlihat gelap dan kusam.  Warna gelap pada kulit kusam berbeda dari warna kulit gelap alami.

Orang dengan warna kulit gelap mempunyai lebih banyak pigmen melanin (zat pewarna kulit) pada kulitnya.  Kulit gelap tetap dapat terlihat cerah asalkan kondisinya cukup lembap dan sehat. Sementara itu, kulit kusam terlihat tidak rata dan tidak cerah.

2. Kulit kering
Kulit kering merupakan masalah kulit yang terjadi saat lapisan kulit paling atas (epidermis) tidak memperoleh kelembapan yang cukup.

Akibatnya, kulit menjadi terlihat kasar, bersisik, mengelupas, bahkan pecah-pecah.
Kulit yang kering akibat penumpukan kulit mati membuat penyerapan produk skincare menjadi tidak maksimal.

3. Kulit bertekstur 
Memiliki kulit wajah yang bertekstur juga cukup sering menjadi masalah bagi para wanita. Hal ini terjadi juga karena jarang melakukan eksfoliasi. Sel kulit mati yang tidak terangkat sehingga kulit tidak bisa melakukan regenerasi. 

4. Komedo bertambah
Komedo pada wajah dapat muncul akibat tak pernah melakukan eksfoliasi. Nah, untuk menghilangkan komedo pada wajah, Beauties harus rajin melakukan eksfoliasi untuk membantu mengangkat kotoran sisa makeup dan debu akibat polusi. Komedo membandel pun akan hilang!

5. Minyak berlebih
Tak pernah melakukan eksfoliasi pada wajah menyebabkan kulit lama yang tidak teregenerasi. Kulit wajah tidak mengalami pengelupasan secara teratur yang menyebabkan kulit menghasilkan minyak berlebih dan mudah timbul jerawat. Melakukan eksfoliasi kulit dengan produk berbahan tea tree dapat membantu mengurangi produksi minyak berlebih di wajah.

6. Jerawat
Masalah kulit ini salah satunya disebabkan oleh hormon androgen yang aktif ketika periode remaja dan dewasa. 

Sensitivitas hormon menyebabkan kelenjar minyak terlalu aktif. Akibatnya, produksi minyak wajah menjadi berlebihan.  Minyak berlebih bisa membuat sel-sel kulit mati yang seharusnya lepas dari lapisan kulit malah terperangkap di pori-pori.

Hal tersebut membuat kulit mati dan minyak menyumbat pori-pori. Penyumbatan ini akan berkembang menjadi peradangan dan menyebabkan jerawat.

7. Kulit tampak tua dan keriput
Pengelupasan kulit karena eksfoliasi dapat membuat kulit tampak lebih cerah dan bersinar. Namun, apabila kulit tidak pernah melakukan eksfoliasi, dapat menyebabkan sel kulit mati dan kotoran menumpuk pada kulit wajah. Hal ini yang menyebabkan wajah terlihat lebih tua dan muncul keriput seiring bertambah usia.

8. Pengaplikasian skincare dan makeup menjadi tidak optimal
Sel kulit mati yang menumpuk pada wajah bisa menyebabkan produk skincare yang kita gunakan jadi kurang menyerap dan tidak bekerja secara maksimal lho. Walau telah menggunakan skincare semahal dan sesering apapun, hal tersebut tidak menjamin skincare bekerja secara maksimal. Makeup juga akan kurang menempel sehingga makeup terlihat tidak natural karena kulit yang kering.

9. Produksi kolagen melambat
Kolagen adalah kunci dari kulit yang glowing dan sehat. Protein ini juga dapat menjaga elastisitas kulit. Eksfoliasi rutin dapat meningkatkan produksi kolagen. Tanpa eksfoliasi, kemampuan kulit dalam memproduksi kolagen mungkin melambat.

10. Rambut tumbuh ke dalam
Pori-pori yang tersumbat menyimpan sel-sel kulit mati, kotoran, dan minyak. Penyumbatan tersebut dapat menyebabkan rambut tumbuh ke dalam (in-grown hair). Risiko munculnya ingrown hair bahkan lebih tinggi bagi mereka yang kulitnya berminyak. (*)

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.

Advertisement



Editor : Dhina Chahyanti
Publisher : Sholihin Nur

TERBARU

Togamas - togamas.com

INDONESIA POSITIF

KOPI TIMES