Glutera News

Mengenal Perbedaan Purging dan Breakout

Senin, 04 Desember 2023 - 10:49 | 47.19k
Image: Glutera
Image: Glutera

TIMESINDONESIA, JAKARTA – Purging adalah reaksi kulit sementara setelah penggunaan bahan aktif atau produk perawatan kulit baru. Sementara itu, breakout atau tidak cocok dengan produk tertentu biasanya berlangsung lebih lama.

Apa itu purging? 

Purging atau pembersihan kulit adalah reaksi kulit sementara terhadap kandungan produk tertentu yang bisa menyebabkan timbulnya jerawat, kulit menjadi kering, hingga kulit mengelupas (peeling). Umumnya, kondisi ini terjadi saat Anda mencoba produk skincare baru atau bahan aktif tertentu. Dengan kata lain, ada bahan-bahan aktif tertentu yang berisiko menimbulkan purging.

Biasanya, bahan aktif tertentu yang berisiko menyebabkan purging adalah kandungan yang bertujuan mempercepat proses pengelupasan sel kulit mati atau regenerasi kulit.

Beberapa kandungan bahan aktif yang dapat memicu purging, antara lain: 
•    Retinoid (senyawan turunan vitamin A, seperti retinol, tretinoin, dan asam retinoat (retinoic acid)
•    Alpha hydroxy acid/AHA, seperti glycolic acid, lactic acid, mandelic acid
•    Beta hydroxy acid/BHA, seperti salicylic acid
•    Azelaic acid.

Berbagai kandungan bahan aktif tersebut dapat mengelupas lapisan kulit paling atas dengan untuk membersihkan dan mengangkat minyak dan kotoran di kulit. 

Kandungan ini dapat membuat minyak (sebum) berlebih dan penumpukan kotoran yang menghalangi, naik ke permukaan. Ini dapat menimbulkan jerawat, beruntusan, kulit kering, dan kulit bersisik. Terjadilah purging.

Apa itu breakout?

Breakout adalah kondisi ketika kulit mengalami iritasi dan berjerawat. Breakout dapat disebabkan oleh berbagai hal, tetapi biasanya karena terpapar bahan atau zat kimia tertentu. Anda bisa mengatasi breakout dengan pengobatan mandiri di rumah.

Wajah yang mengalami breakout biasanya ditandai dengan kulit yang memerah akibat peradangan dan muncul banyak jerawat. Munculnya jerawat akibat breakout umumnya lebih sering terjadi pada usia remaja dan dewasa. Terkadang, breakout bisa terlihat mirip dengan purging pada kulit. Selain dipicu oleh efek penggunaan produk perawatan kulit yang kurang cocok dengan kondisi kulit, breakout juga bisa terjadi akibat perubahan hormon atau stres.

Penyebab breakout 

Jika purging hanya terjadi setelah menggunakan produk skincare tertentu, maka breakout bisa terjadi karena beberapa faktor, seperti:
•    Sering berganti-ganti jenis produk skincare dan kosmetik
•    Konsumsi makanan berminyak dan gula berlebih
•    Kurang teratur membersihkan wajah
•    Terlalu sering mencuci muka atau menggunakan scrub (eksfoliasi)
•    Kebiasaan menyentuh wajah dengan tangan yang kotor
•    Terlalu kasar menggosok kulit wajah dengan handuk
•    Tidak segera membersihkan kulit setelah berkeringat
•    Kebiasaan memencet jerawat
•    Perilaku hidup tidak sehat, seperti merokok, kurang tidur, dan stres

Perbedaan purging dan breakout 

Masih banyak orang yang belum bisa membedakan purging dan breakout, mengingat tanda-tandanya yang memang mirip. Padahal, kedua kondisi tersebut sebenarnya berbeda, lho. 

Nah, supaya kamu tidak bingung lagi, di bawah ini adalah penjelasan tentang perbedaan purging dan breakout:

1.    Penyebab

Perbedaan pertama antara purging dan breakout adalah penyebabnya. Seperti yang disebutkan sebelumnya, purging umumnya disebabkan oleh penggunaan produk skincare baru yang mengandung bahan aktif tertentu.

Sementara, penyebab breakout bisa lebih beragam, seperti stres, over-exfoliating, iritasi kulit yang berlebihan, dan tersumbatnya pori-pori.

2.    Keparahan gejala

Hal selanjutnya yang membedakan purging dan breakout adalah tingkat keparahan gejalanya. Pada purging, biasanya gejala yang muncul cenderung lebih ringan dan tidak menimbulkan bekas setelah sembuh. Sementara itu, gejala breakout bisa lebih parah dan dapat meninggalkan bekas pada wajah.

3.    Area kemunculan 

Area kemunculan gejala pada purging dan breakout biasanya juga berbeda. Saat purging, gejala hanya muncul pada area kulit yang memang biasa bermasalah, misalnya sering berjerawat, atau hanya pada area yang terpapar produk skincare.

Namun, pada breakout, gejala bisa muncul di seluruh area kulit, bahkan pada area yang jarang bermasalah atau tidak bersentuhan dengan skincare.

4.    Durasi

Perbedaan purging dan breakout juga bisa dilihat dari durasinya. Meski setiap orang bisa mengalami periode purging yang berbeda-beda, kondisi ini umumnya hanya terjadi selama 6─8 minggu. Sementara, durasi breakout dapat berlangsung hingga berbulan-bulan.

Nah, itulah beberapa perbedan antara purging dan breakout yang perlu kamu ketahui. Walau mungkin memang mengganggu, tetaplah bersabar saat kulit mengalami proses purging, hingga kamu merasakan manfaat dari produk skincare yang kamu gunakan.

Untuk mengurangi keparahan tingkat purging, kamu bisa coba gunakan produk skincare baru secara bertahap. Misalnya, gunakan skincare tersebut 2 kali pada seminggu pertama. Kemudian, tingkatkan jadi 3 atau 4 minggu di minggu berikutnya setelah kulitmu beradaptasi dengan produk tersebut.

CARA MENCEGAH PURGING

Anda bisa saja meminimalisasi efek samping purging dari produk skincare yang Anda gunakan, seperti melakukan pencegahan di bawah ini:

•    Jangan gunakan produk retinol setiap hari dan mulailah dari konsentrasi yang paling rendah. Kalau baru pertama kali, cukup gunakan satu atau dua kali seminggu. Jika kulit sudah cukup kuat, Anda bisa menambah penggunaannya.

•    Untuk produk eksfoliasi, cukup gunakan seminggu sekali atau dua minggu sekali. Pengelupasan kulit berlebihan bisa memicu iritasi dan jerawat, alias overexfoliation.

•    Lakukan perawatan chemical peeling langsung dengan dokter untuk mencegah purging atau breakout. Konsultasikan kapan durasi yang Anda butuhkan.

•    Gunakan produk yang menghidrasi kulit untuk menenangkan dan meminimalisasi iritasi.

Cara mengatasi breakout pada wajah 

Untuk mengatasi breakout, Anda bisa menggunakan produk skin care, seperti sabun wajah, toner, serum, scrub, atau masker wajah. Kandungan di dalamnya juga perlu diperhatikan, pastikan bahan-bahannya memang berfungsi untuk mengatasi dan mencegah jerawat.

Salah satu kandungan produk skin care untuk mengatasi breakout adalah ekstrak daun neem. Daun neem kaya akan asam lemak yang memiliki banyak manfaat untuk mengatasi berbagai masalah kulit.

Kandungan dari bahan alami daun neem ampuh untuk meredakan berbagai permasalahan pada kulit, seperti jerawat dan minyak berlebih. Kandungan daun neem juga bersifat antioksidan dan antimikroba sehingga dapat menjaga kesehatan kulit dan membunuh bakteri penyebab jerawat.

Kandungan skincare lainnya yang baik untuk meredakan jerawat yaitu kunyit. Kunyit bersifat antibakteri sehingga efektif menghentikan pertumbuhan bakteri penyebab jerawat. Selain itu, sifat antiradangnya juga mempercepat penyembuhan jerawat serta menghilangkan noda hitam bekas jerawat.

Selain kandungan alami, perhatikan juga pH atau tingkat keasaman pada skincare yang Anda gunakan untuk mengatasi jerawat. Pasalnya, permukaan kulit bersifat sedikit asam untuk menjaga kelembapan dan mencegah masuknya bakteri. Jika keseimbangan pH kulit terganggu, permukaan kulit bisa rusak dan jerawat membandel.

Menggunakan skin care yang pH friendly juga penting karena mampu membuat kulit tidak kering dan terasa seperti ditarik, sehingga kulit wajah tetap lembut dan kenyal.

Selain itu, Anda juga bisa melakukan beberapa langkah berikut ini untuk mengatasi breakout pada wajah:
•    Sebelum mencuci muka, cuci tangan terlebih dulu agar kuman dan kotoran tidak berpindah ke muka dan memperparah breakout.
•    Cuci muka 2 kali sehari setiap pagi dan malam hari atau setiap kali wajah berkeringat dengan facial wash.
•    Gunakan peeling spray 1-2 kali  dalam seminggu untuk untuk mengangkat sel kulit mati dan membersihkan permukaan kulit dari kotoran.

Agar tidak terjadi peradangan yang lebih parah, hindari memencet jerawat, ya. Selain itu, terapkan pola hidup sehat, seperti beristirahat yang cukup dan kelola stres dengan baik agar breakout segera mereda. (*)

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.

Advertisement



Editor : Dhina Chahyanti
Publisher : Rochmat Shobirin

TERBARU

Togamas - togamas.com

INDONESIA POSITIF

KOPI TIMES