Hukum dan Kriminal Tragedi Stadion Kanjuruhan

Aneh, Rekonstruksi Tragedi Kanjuruhan Tunjukkan Gas Air Mata Tak Ditembakkan ke Tribun

Rabu, 19 Oktober 2022 - 14:45 | 29.67k
Aneh, Rekonstruksi Tragedi Kanjuruhan Tunjukkan Gas Air Mata Tak Ditembakkan ke Tribun
Kadiv Humas Polri Irjen Dedi Prasetyo (Tengah) saat Press Confrence mengenai rekonstruksi tragedi Kanjuruhan di Mapolda Jatim (Foto:Shinta/TIMES Indonesia) 
FOKUS

Tragedi Stadion Kanjuruhan

TIMESINDONESIA, SURABAYA – Pihak kepolisian, Rabu (19/10/2022) menggelar rekonstruksi tragedi Kanjuruhan di lapangan Mapolda Jatim. Sejumlah reka adegan dilakukan mulai dari pengamanan kerusuhan dan dilemparnya gas air mata. Rekonstruksi tersebut dipimpin oleh Direktur Direskrimum Polda Jatim Kombes Totok Suharyanto dan juga penyidik dari Bareskrim Polri, Polda Jatim dan Inafis. 

Tiga tersangka dalam tragedi Stadion Kanjuruhan tersebut hadir yaitu Kabagops Polres Malang Kompol Wahyu Setyo Pranoto, Danki 3 Sat Brimob Polda Jatim AKP Hasdarmawan dan Kasat Samapta Polres Malang AKP Bambang Sidik Achmadi. 

Konstruksi tersebut dihadiri oleh belasan  personel Brimob yaitu anak buah dari Hasdarmawan, mereka diperintahkan menggambarkan adegan penembakan gas air mata saat tragedi Kanjuruhan. 

"Adegan ke-19 sekitar 22.09 atas perintah tersangka Hasdarmawan, saksi menggunakan senjata laras kaliber 38 mm menembakkan satu kali amunisi warna biru ke arah selatan," tutur penyidik melalui pengeras suara. 

Rekonstruksi tersebut juga menggambarkan bentrokan antara suporter dan personel kepolisian. Kegiatan ini langsung dihadiri oleh Kadiv Humas Polri, Tim TGIPF, Komnas HAM, Kejaksaan dan KontraS. 

Kadiv Humas Polri Irjen Dedi Prasetyo tampak menyaksikan rekonstruksi tersebut. Sementara awak media hanya dapat mengambil gambar dari pinggir lapangan, tidak bisa mendekat ke tribun lapangan Polda Jatim yang berada di tengah. Tribun itu menjadi fokus lokasi rekonstruksi tragedi Kanjuruhan.

rekonstruksi-tragedi-Kanjuruhan-di-Mapolda-Jatim.jpg

Rekonstruksi tragedi Kanjuruhan di Mapolda Jatim. (Foto: Shinta Miranda/TIMES Indonesia)

Di bagian barat tribun, tampak tim penyidik juga ada beberapa pemeran sedang memperagakan adegan per adegan. Ada pula petugas yang memakai pakaian Brimob. Sementara tim Inafis tengah detail menyimak suasana saat tragedi di Stadion Kanjuruhan. 

Di sudut stadion juga dipasang penanda tribun 11, 12, 13 hingga pintu B. Hal ini untuk menggambarkan suasana agar seperti di Stadion Kanjuruhan. 

Kepala Divisi Humas Polri Irjen Pol Dedi Prasetyo menjelaskan bahwa rekonstruksi tersebut fokus tiga tersangka. "Yakni atas nama WS, PS, H. terkait pasal persangkaan 359 dan atau 360 KHUP, ini menjadi fokus," ujarnya saat Press Confrence. 

Irjen Pol Dedi Prasetyo menyebut bahwa penyidik menghadirkan 54 orang saksi maupun peran pengganti terdapat 32 adegan rekonstruksi dan dipantau langsung oleh beberapa jaksa yang hadir. 

"Tujuan dari peran tiga tersangka dilihat juga teman-teman jaksa. Apa yang masih belum jelas akan makin lebih jelas di rekontruksi ini. Dan secara teknis rekontruksi akan dibuat berita acara dan diberi berkas nantinya," ungkapnya. 

Kadiv Humas Polri ini menyatakan bahwa pihak Menkopolhukam akan bertemu dengan keluarga korban tragedi Kanjuruhan untuk melakukan komunikasi. Rekonstruksi tersebut menggambarkan bahwa gas air mata hanya dilemparkan di lapangan, padahal melalui video yang beredar beberapa gas air mata ditemukan di tribun penonton. 

"Itu penyidik akan disampaikan. Kalau tersangka menyampaikan itu, dia punya hak ingkar, penyidik yang akan mempertanggujawabkan dari kejaksaan maupun persidangan," jelas Kadiv Humas Polri. 

Berita yang beredar mengenai keluarga korban tragedi Kanjuruhan mengalami intimidasi agar tidak melakukan otopsi, Irjen Pol Dedi membeberkan bahwa kali ini akan dikomunikasikan antara keluarga korban dan kedokteran forensik. 

"Sesuai pasal 123 UH penyidik memliki kewajiban bersama kedokteran forensik dikomunikasi dulu dengan pihak keluarga korban. Penydik juga kesana lagi dan didampingi dari tim gabungan independen pencari fakta. Lebih objektif lagi. Hasil belum diungkapkan sekarang. Tunggu pihak keluarga dan penyidik," ungkap Jenderal Bintang 2 ini. 

Armed Wijaya dari Menkopolhukam mengungkapkan bahwa dirinya hadir untuk menyaksikan secara langsung rekonstruksi tragedi Kanjuruhan yang dilaksanakan di Polda Jatim. "Saya disini atas perintah bapak Menkopolhukam. Dalam rangka menyaksikan reknontruksi dilaksanakan di Polda Jatim, sampai saat ini 132 meninggal," ujar Armed. 

Armed juga mengucapkan apresiasi kepada Kapolri dan tim gabungan independent pencari fakta karena sudah melaksanakan rekonstruksi tragedi Kanjuruhan. 

"Sebagaimana kita lihat di CCTV. Rekontruksi akan membantu kejaksaan dalama proses persidangan pengadilan. Setelah ini kita akan mengecek autopsi korban yang meninggal untuk memastikan penyebabnya," tegas Armed. (*)

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.



Editor : Irfan Anshori
Publisher : Sholihin Nur

TERBARU

KOPI TIMES