Hukum dan Kriminal

Usut Penyebab Kebakaran, Puslabfor Mabes Polri Lakukan Identifikasi di Pendopo Kota Banjar

Minggu, 23 Oktober 2022 - 19:09 | 12.55k
Usut Penyebab Kebakaran, Puslabfor Mabes Polri Lakukan Identifikasi di Pendopo Kota Banjar
Tim dari Puslabfor Mabes Polri turun ke TKP sore ini untuk melakukan identifikasi dengan sejumlah barang bukti yang telah diamankan sebelumnya. (Foto: Susi/TIMES Indonesia)

TIMESINDONESIA, BANJAR – Tim dari Pusat Laboratorium Forensik Mabes Polri sore ini tiba di Pendopo Rumah Dinas Wali Kota Banjar, sekitar pukul 15.00 WIB, Minggu (23/10/2022).

Tim Puslabfor yang terdiri dari 3 petugas ini didampingi unit Jatanras dan Inafis Satreskrim Polres Banjar kembali melakukan identifikasi olah TKP di Aula Pendopo yang merupakan teras dari rumah dinas orang nomor satu di Kota Banjar ini.

Tampak Inafis mengeluarkan beberapa kantong barang bukti yang sebelumnya diamankan dalam olah TKP pada saat kejadian seperti puing-puing kursi, alas sepatu kets, kotak korek api kayu dan yang lainnya.

Mulai dari lokasi yang diduga menjadi awal percikan api sampai ke beberapa sudut pendopo yang terbakar tak ada yang luput dari jepretan kamera sang petugas.

Sekda Kota Banjar, Dr. Drs Ade Setiana yang hadir menyaksikan proses identifikasi dari tim Puslabfor menyebutkan bahwa identifikasi yang dilakukan Puslabfor Mabes Polri merupakan tindak lanjut laporan Pemerintah Kota Banjar ke Polres Banjar.

"Tadi dari Puslabfor melakukan olah TKP lanjutan dimana sejumlah barang bukti yang sebelumnya diamankan ada olah TKP pertama diletakan kembali di posisi semula," jelasnya.

Identifikasi yang dilakukan Puslabfor diharapkan Sekda dapat segera menemukan titik terang untuk mengungkap siapa pelaku di balik dugaan pembakaran Pendopo.

Sekda menyebutkan untuk jumlah kerugian ditaksir mencapai Rp 250 Juta sampai Rp 270 Jutaan.

"Bangunan sekitar Rp 200 Jutaan sementara untuk meubeler diperkirakan sekitar Rp 50 Jutaan," sebutnya.

Proses identifikasi juga memanggil saksi mata yang juga petugas piket dari Satpol-PP Kota Banjar, Agus Ikhsanul Kholiq yang dimintai keterangan terkait dugaan pelaku yang dilihatnya melompat dari atap pos penjagaan.

Proses identifikasi berlangsung kurang lebih 3 jam dan berakhir jelang Magrib sampai tim Puslabfor akhirnya meninggalkan Kawasan Pendopo.

Sebelumnya, Kapolres Banjar AKBP Bayu Catur Prabowo, SH, S.I.K, MM sudah mengabarkan adanya rencana pemeriksaan dari tim Laboratorium Forensik untuk mengetahui sebab terjadinya kebakaran salah satu objek vital di Kota Banjar yang terjadi pada Jumat dini hari pekan ini.

"Kita akan melaksanakan pemeriksaan dari Laboratorium Forensik untuk melakukan pengecekan sebab terjadinya kebakaran. Mudah-mudahan ini bisa memperjelas bagaimana kebakaran ini bisa terjadi," ujar Kapolres saat kembali ditemui di lokasi kebakaran, Pendopo Kota Banjar, Jawa Barat, Sabtu siang (22 Oktober 2022).

Hasil dari pengecekan Tim Laboratorium Forensik jadi satu dasar untuk melakukan penyelidikan lebih lanjut dimana hasil dari penyelidikan kemarin, Polisi sudah menghimpun beberapa keterangan dan beberapa barang bukti sudah mulai amankan.

"Sekali lagi kami dari Polres Banjar memohon doa dari seluruh masyarakat Banjar khususnya. Mudah-mudahan kita bisa mengungkap kejadian ini dengan seterang-terangnya dan sejelas-jelasnya," tutur AKBP Bayu Catur Prabowo.

Kapolres Banjar menambahkan, dalam penanganan perkara kebakaran ini Polisi kembali melakukan pemeriksaan beberapa saksi. Terhitung hari ini ada penambagan saksi yang dimintai keterangan oleh tim penyidik Polres Banjar.

"Dari empat saksi kita ada tambahan lagi. Ada satu atau dua saksi, ada tambahan," ucapnya.

Sementara kabar yang beredar terkait ciri-ciri pelaku, Kapolres menegaskan bahwa Informasi yang ramai di masyarakat melalui media sosial itu bukan dari pihak Kepolisian.

"Kami dari Kepolisian belum menyatakan secara umum tentang ciri-ciri yang disampaikan," tegasnya.

Informasi terkait ciri-ciri pelaku, menurutnya sangat riskan untuk disebarkan karena itu dikhawatirkan bisa menghambat proses penyelidikan sehingga yang beredar di masyarakat itu bukan dari Kepolisian. 

"Kita dari Kepolisian tetap menjaga keterangan ini, hasil penyelidikan kami ini biar nanti bisa memperjelas suatu tindak pidana itu biar benar-benar diungkap dengan baik. Jadi yang ramai di masyarakat beredar di media sosial terkait ciri-ciri dari pelaku itu bukan rilis dari Polres Banjar," ujar AKBP Bayu Catur Prabowo. 

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.



Editor : Irfan Anshori
Publisher : Rizal Dani

TERBARU

KOPI TIMES