Hukum dan Kriminal

Tukang Pijat Diduga Mutilasi Pasien di Malang, Warga: Sempat Cat Rumah dan Buang Kasur

Jumat, 05 Januari 2024 - 17:45 | 32.91k
Warga saat melihat kondisi rumah terduga pelaku mutilasi yang telah dipasangi police line. (Foto: Rizky Kurniawan Pratama/TIMES Indonesia)
Warga saat melihat kondisi rumah terduga pelaku mutilasi yang telah dipasangi police line. (Foto: Rizky Kurniawan Pratama/TIMES Indonesia)

TIMESINDONESIA, MALANG – Warga membeberkan fakta soal kasus dugaan pembunuhan dan mutilasi yang dilakukan oleh tukang pijat kepada pasiennya di rumah indekos, di Jalan Sawojajar Gang 13A, RT 01 RW 02, Kelurahan Sawojajar, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang.

Diketahui, tukang pijat bernama Abdul Rahman diduga telah membunuh dan memutilasi pasiennya bernama Adrian Pranowo yang sudah hilang sejak 14 Oktober 2023 lalu.

Pemilik Indekos, Muhamad Irianto mengatakan, sebelum Abdul tertangkap dan mengakui perbuatannya, ia pernah meminta izin kepada Irianto sebagai pemilik kos untuk mengganti kasurnya.

Hal itu tiba-tiba dilakukan oleh pelaku untuk menggantinya menggunakan uang pribadi dengan alasan kasur yang digunakan sudah terlalu tipis.

"Iya (izin ganti kasur), katanya sudah tipis terus dibuang ke sungai (kasurnya)," ujar Irianto, Jumat (5/1/2024).

Tak hanya itu, Irianto membeberkan bahwa selain mengganti kasur, pelaku terduga mutilasi juga pernah tiba-tiba meminta izin untuk mengecat ulang rumah indekos yang ditempatinya.

"Iya, sama tiba-tiba dia izin melakukan pengecatan rumah sendiri itu. Ke saya cuma izin, semua yang beli dia," ungkapnya.

Dari situ, usai pelaku terduga mutilasi yakni Abdul ditangkap oleh pihak kepolisian pada Jumat (5/1/2024) pukul 01.30 WIB dini hari tadi, Irianto curiga apa yang telah dilakukan pelaku selama ini untuk menghilangkan jejak pembunuhan.

Irianto memperkirakan, kasur yang dibuang oleh pelaku, didalamnya berisikan potongan mayat korban yang ditutupi dan dibuang bersamaan ke sungai.

Lalu, untuk pengecatan, Irianto menduga untuk menghilangkan jejak darah usai melakukan pembunuhan.

"Perkiraan saya, hasil mutilasi itu dibungkus kasur, lalu dibuang ke sungai atau gimana. Terus pengecatan, mungkin bercak darahnya dihilangkan," ucapnya.

Seperti berita sebelumnya, Abdul yang kos bersama istrinya dirumah Irianto diduga melakukan pembunuhan dan mutilasi kepada pasiennya.

Abdul sebelumnya telah dipanggil pihak kepolisian beberapa kali atas dugaan orang hilang asal Surabaya.

Setelah dilakukan pemeriksaan sejak 14 Oktober 2023 lalu, akhirnya Abdul pun digelandang polisi pada Jumat (5/1/2024) dini hari tadi dan dilakukan olah TKP dengan ditemukannya potongan kepala korban didekat sungai yang tak jauh dari rumah indekos terduga pelaku.(*)

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.

Advertisement



Editor : Imadudin Muhammad
Publisher : Ahmad Rizki Mubarok

TERBARU

Togamas - togamas.com

INDONESIA POSITIF

KOPI TIMES