Hukum dan Kriminal

Pelaku Pamer Kelamin di Kota Malang Tertangkap, 4 Kali Beraksi di Wilayah Tlogomas

Senin, 06 Mei 2024 - 15:56 | 11.86k
Pelaku eksibisionis saat dihadirkan di rilis ungkap kasus oleh Polresta Malang Kota. (FOTO: Rizky Kurniawan Pratama/TIMES Indonesia)
Pelaku eksibisionis saat dihadirkan di rilis ungkap kasus oleh Polresta Malang Kota. (FOTO: Rizky Kurniawan Pratama/TIMES Indonesia)

TIMESINDONESIA, MALANG – Unit Reskrim Polsek Lowokwaru berhasil menangkap pelaku eksibisionisme atau pamer alat kelamin yang sempat viral terekam CCTV di wilayah Tlogomas, Kota Malang.

Kapolsek Lowokwaru Kompol Anton Widodo mengatakan, pelaku berisinal KA yang merupakan warga Karangploso, Kabupaten Malang, melakukan aksi pamer kelamin di wilayah Tlogomas, Kota Malang pada 27 April 2024 sekitar pukul 18.00 WIB.

Saat itu, pelaku berniat mengisi BBM di area SPBU Tlogomas. Kemudian, pelaku melihat banyak perempuan di wilayah tersebut dan muncul niat melakukan eksibisionisme.

"Di area itu (Tlogomas), empat kali pelaku melakukan. Satu kali di tempat yang terekam CCTV," ujar Anton, Senin (6/5/2024).

Setelah mendapat laporan dan aksi pelaku viral, pada 4 Mei 2024 pihak kepolisian berhasil mengidentifikasi pelaku dan melakukan penangkapan.

"Pelaku kita tangkap di rumahnya. Terus kita ambil keterangan dan betul dia melakukan aksi itu (eksibisionisme)," ungkapnya.

Diketahui, pelaku telah memiliki anak dan cerai dengan sang istri sejak tahun 2018 lalu.

Motif pelaku melakukan pamer kelamin, karena sering menonton video porno dan juga memiliki fetish yang cukup aneh.

Dari pengakuan pelaku, Anton menerangkan bahwa pelaku bisa puas ketika mempertontonkan alat kelaminnya kepada korban dan korban menjerit.

"Dia (pelaku) merasa puas ketika menunjukkan alat vitalnya dan yang ditunjukkan itu menjerit. Disitu kepuasan yang dia dapat," jelasnya.

Atas perbuatannya, pelaku  pamer kelamin ini dijerat dengan pasal 36 UU RI no 44 Tahun 2008 tentang Pornografi dan atau pasal 281 ayat 2 KUHP. "Ancaman pidana 10 tahun untuk pornografi dan ancaman untuk KUHP 281, yaitu 2 tahun 8 bulan," tandasnya. (*)

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.

Advertisement



Editor : Hendarmono Al Sidarto
Publisher : Sofyan Saqi Futaki

TERBARU

Togamas - togamas.com

INDONESIA POSITIF

KOPI TIMES