Hukum dan Kriminal

Saudara Kembar Korban Perundungan di Kota Batu Cerita Blak-Blakan

Jumat, 31 Mei 2024 - 21:08 | 12.63k
Suasana duka menyelimuti Kota Batu yang semua ikut prihatin dengan kematian korban akibat kekerasan perundungan yang dilakukan teman sekolah. (FOTO: Muhammad Dhani Rahman/TIMES Indonesia)
Suasana duka menyelimuti Kota Batu yang semua ikut prihatin dengan kematian korban akibat kekerasan perundungan yang dilakukan teman sekolah. (FOTO: Muhammad Dhani Rahman/TIMES Indonesia)

TIMESINDONESIA, BATU – RKWA (12), saudara kembar RKW (12), terus menangis sedih, mengingat kematian saudara kembarnya, akibat dugaan perundungan yang dilakukan oleh AR CS.

Didampingi Neneknya, Tutik, RKWA menceritakan peristiwa apa yang dialami saudara kembarnya. Ceritanya tidak sekeras yang tergambar dalam video peristiwa yang terjadi Rabu (29/5/2024) sore itu, namun cukup mengundang keprihatinan semua orang, karena peristiwa ini dilakukan anak yang belum cukup umur.

“Awalnya chatingan soal print tugas sekolah, tapi berujung pertengkaran di chat, hingga akhirnya saudara saya (RKW) memblok chat AR. AR nantang kelahi, tapi tidak digubris sama saudara saya, hingga akhirnya terjadi pengeroyokan itu,” ujar RKWA.

Hari Rabu itu, korban RKW sepulang sekolah sempat pulang ke rumah, namun tidak lama pamitan untuk kerja kelompok di Pandanrejo. Mendengar itu, ibu korban pun mengantarkan ke alamat yang dimaksud.

Ternyata dari Desa Pandan ini, korban dibawa ke salah satu jalan dekat vila di Desa Pesanggrahan yang berjarak kurang lebih 5 kilometer dari Desa Pandanrejo. Di sinilah korban dikepung oleh lima orang.

Tiga orang berhadap-hadapan dengan korban yang saat itu menggunakan kaos warna kuning, sedangkan dua orang lain melihat dari dekat peristiwa itu. Salah satu diantara mereka inilah yang merekam aksi kekerasan yang tidak layak terjadi ini.

“Yang mukul hanya dua orang, AR dan LN yang sekolah di Pujon, sedang yang tiga hanya menonton,” ujar RKWA dengan mata berkaca.

Korban hanya berani bercerita kepada saudara kembarnya. Setelah puas menganiaya korban, AR CS membiarkan sebentar korban, kemudian mengangkutnya dan menurunkan korban di dekat SPBU Jl PB Sudirman dan korban berjalan kaki menuju rumahnya yang masih berjarak 2,5 kilometer.

“Anaknya (korban-red) tidak cerita sama sekali, ya seperti biasa, main bola, diba’an ya normal seperti biasa,” ujar nenek korban.

RKWA menuturkan bahwa saat diba’an korban mengeluh pusing dan nyeri. “Saya lihat ada lebam di bagian tubuhnya, memang tidak begitu terlihat,”ujar RKWA. Baru keesokan harinya, Jumat pagi, korban setelah bangun tidur merintih, karena merasakan sakit di bagian kepala, dada dan belakang punggung.

Melihat itu, Sang Ibu melarikan korban ke rumah sakit sekitar pukul 07.00 WIB. Sempat dilakukan beberapa penanganan namun korban perundungan itu meninggal dunia pukul 11.00 WIB.

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.

Advertisement



Editor : Faizal R Arief
Publisher : Rizal Dani

TERBARU

Togamas - togamas.com

INDONESIA POSITIF

KOPI TIMES