Cerita Detik-detik OTT Bupati Sudewo: Dari Titip Pesan Rahasia hingga Hadapi Massa Pendukung
KPK ungkap dinamika alot OTT Bupati Pati Sudewo yang berlangsung lebih dari 12 jam. Dari kesulitan identifikasi peran, HP yang sudah di-reset, hingga strategi hadapi massa pendukung.

JAKARTA – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akhirnya membongkar dinamika menegangkan di balik operasi tangkap tangan (OTT) yang menjerat Bupati Pati, Sudewo. Operasi yang digambarkan "berliku dan berjam-jam" ini ternyata bukan aksi kilat seperti yang kerap dibayangkan publik.
Pelaksana Tugas Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK, Asep Guntur Rahayu, mengungkapkan bahwa OTT ini adalah sebuah proses marathon. "Jadi dari hari Minggu malam (18/1/2026) itu sampai ke Senin pagi (dini hari) kita masih melek dan tidak langsung 8 orang ditangkap (OTT bersamaan)," kata Asep dalam jumpa pers di Gedung Merah Putih KPK, Selasa (20/1/2026) seperti diberitakan media liputan6.
Ia menjelaskan detil waktu yang tidak serempak. Ada yang jam 8 malam, ada yang 11 malam. "Jadi waktunya berlainan, ada juga yang cross ke hari Senin (besoknya) karena ada yang jam 8, jam 9, jam 11 malem itu baru ketemu! ngobrol ngobrol sebentar udah jam 12 baru diperiksa udah jam 1 pagi," imbuhnya.
Salah satu tantangan terberat yang dihadapi tim penyidik di lapangan adalah kebingungan mengidentifikasi peran masing-masing orang yang diamankan. Asep mengakui, "di lapangan itu kita gak tahu ini siapa? baru tahu ini orangnya si bupati atau tim delapan itu setelah pemeriksaan berjam-jam! keterangan dari sana-sini."
Jigsaw puzzle korupsi ini semakin rumit karena KPK awalnya tidak memahami hubungan antar pihak yang tertangkap. "Pertama diinfo ada dugaan rasuah bahwa KPK tidak tahu apa kaitannya mereka satu dan lainnya," jelas Asep. Keterkaitan baru terkuak setelah penyidik melakukan pemeriksaan mendalam, termasuk bertanya ke pejabat lainnya. "Baru saat kita tanya ke kadis (kepala dinas) yang lain baru kita (terungkap) oh si ini (orangnya Sudewo), jadi untuk jadi bahan converse."
Proses merangkai fakta yang terpisah-pisah ini, ditambah dengan sikap tidak mengakui dari beberapa tersangka, secara signifikan mempengaruhi penyusunan berkas perkara. "Belum lagi saat mereka tidak ngaku," imbuh Asep.
Dinamika semakin panas dengan dugaan adanya upaya koordinasi diam-diam antartersangka. Asep menyebutkan adanya indikasi bahwa beberapa pihak sempat memberi tahu rekannya yang lain. Bukti konkretnya adalah temuan ponsel yang telah di-reset. "Mungkin pas ada yang diamankan dia sempat ngasih tahu ke yang lain, ada juga HP-nya sudah di-reset. Jadi itu dinamika di lapangan," beber Asep.
Tantangan tidak berhenti di situ. Saat membawa para tersangka, termasuk Bupati Sudewo, ke Jakarta, tim KPK harus berhadapan dengan pendukung dan konstituen yang memadati lokasi. Situasi ini memaksa KPK untuk menyusun strategi pengamanan khusus. "Ada lagi saat perjalanan ke Jakarta dan dihadapkan oleh konstituen dan pendukung jadi belum juga kita menghadapi, jadi ya seperti itu," tandas Asep menutup penjelasannya.
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

