Polda Metro Jaya: Pelaku Penyiraman Air Keras terhadap Aktivis KontraS Andrie Yunus Kabur ke Dua Arah
Polda Metro Jaya mengungkap pelaku penyiraman air keras terhadap aktivis KontraS Andrie Yunus melarikan diri ke dua arah berbeda menuju Jakarta Selatan dan Jakarta Timur.
JAKARTA – Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya mengungkapkan bahwa para terduga pelaku penyiraman air keras terhadap aktivis Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS), Andrie Yunus, melarikan diri ke dua arah berbeda setelah kejadian.
Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Iman Imanuddin, menjelaskan bahwa para pelaku menggunakan dua kendaraan yang kemudian bergerak menuju wilayah Jakarta Selatan dan Jakarta Timur.
“Selanjutnya pasca kejadian juga tim kami melakukan penelusuran terhadap para terduga pelaku yang melakukan pelarian ke arah yang berbeda,” kata Iman saat konferensi pers di Jakarta, Senin.
Ia menjelaskan, salah satu kendaraan sempat melawan arus di kawasan Jalan Salemba menuju Senen. Dari Senen, pelaku bergerak ke Jalan Kramat Raya, lalu menuju Tugu Tani dan selanjutnya ke arah Stasiun Gondangdia.
Dari kawasan Gondangdia, kendaraan tersebut kemudian bergerak menuju wilayah Jakarta Selatan.
Sementara itu, kendaraan lain tidak berputar arah dan terus melaju menuju Jalan Pramuka Sari II. Dari lokasi tersebut, pelaku melanjutkan perjalanan menuju Matraman dan terpantau kamera pengawas menuju wilayah Jatinegara.
“Selanjutnya ke Jalan Otto Iskandardinata, Jakarta Timur,” jelas Iman.
Penyidik juga mengungkap bahwa para pelaku telah mengikuti korban sejak dari kantor Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI) di Jalan Pangeran Diponegoro, Pegangsaan, Jakarta Pusat.
Menurut Iman, korban tidak langsung menuju lokasi kejadian setelah meninggalkan kantor YLBHI. Ia sempat berhenti untuk mengisi bahan bakar di SPBU Cikini Raya sebelum akhirnya diserang oleh pelaku.
“Dari YLBHI sudah mulai para pelaku ini mengikuti korban ketika korban selesai acara di sana. Korban tidak langsung menuju tempat kejadian perkara, namun sempat mengisi bahan bakar di SPBU Cikini Raya,” katanya.
Berdasarkan pemeriksaan medis, kondisi korban mengalami trauma akibat zat asam serta luka bakar pada bagian wajah, lengan, batang tubuh, dan kedua anggota gerak lainnya.
“Mudah-mudahan korban segera diberikan kesembuhan. Mari kita sama-sama doakan keluarga kita, sahabat kita tersebut segera memperoleh kesembuhan sehingga bisa kembali beraktivitas,” ujar Iman.(*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

