Fenomena 'Wisata Narkoba': 31 Pemuda Surabaya Positif di Malang
Polres Malang ungkap 31 wisatawan asal Surabaya positif narkoba pasca-insiden di Pantai Wediawu. Langkah rehabilitasi dan asesmen BNN mulai dijalankan secara prosedural.
Malang – Insiden kericuhan yang melibatkan rombongan wisatawan asal Surabaya di Pantai Wediawu, Kecamatan Tirtoyudo, Kabupaten Malang, membuka tabir persoalan yang lebih kompleks. Bukan sekadar gesekan sosial, pemeriksaan medis pasca-kejadian justru mengungkap adanya penyalahgunaan zat terlarang secara massal di tengah rombongan tersebut.
Kapolres Malang, AKBP Muhammad Taat Resdi, mengonfirmasi bahwa berdasarkan hasil tes urine maraton terhadap 69 orang yang diamankan, ditemukan data yang cukup mengejutkan. Sebanyak 31 orang atau sekitar 45 persen dari total rombongan dinyatakan positif mengonsumsi narkotika.
“Dari hasil tes urine, 31 orang terindikasi positif narkotika dengan rincian 21 orang positif ganja, 6 orang positif sabu, dan 4 orang positif keduanya (ganja dan sabu),” ungkap AKBP Taat Resdi di Mapolres Malang, Rabu (6/5/2026).
Pendekatan Rehabilitasi dan Asesmen Medis
Temuan ini mengubah arah penanganan perkara. Selain fokus pada penyelidikan tindak kekerasan, kepolisian kini mengedepankan fungsi rehabilitasi melalui koordinasi dengan Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Malang.
Langkah ini diambil sesuai dengan mandat hukum yang mengedepankan aspek medis bagi penyalahguna narkotika yang memenuhi kriteria.
Sementara itu, 38 anggota rombongan lainnya yang dinyatakan negatif telah dipulangkan ke daerah asal menggunakan fasilitas transportasi dari BPBD Kota Surabaya.
“Penanganan akan kami lakukan sesuai prosedur, baik dari sisi hukum maupun aspek rehabilitasi bagi yang memenuhi kriteria,” tegas AKBP Taat.
Analisis Sosial: Provokasi dan Pengaruh Zat
Secara kontekstual, insiden ini diduga dipicu oleh aksi provokasi di ruang publik. Video yang viral di media sosial menunjukkan mayoritas pemuda dalam rombongan tersebut menyanyikan lagu-lagu bernada ejekan terhadap salah satu basis suporter sepak bola di Malang.
Kondisi psikologis massa yang berada di bawah pengaruh narkotika disinyalir menjadi faktor katalis yang memperburuk situasi, sehingga kontrol diri melemah dan memicu reaksi keras dari warga lokal.
Hingga saat ini, Satresnarkoba Polres Malang masih mendalami asal-usul barang haram tersebut. Di sisi lain, pengejaran terhadap pelaku utama pengeroyokan dan perusakan di area Pantai Wediawu tetap berjalan secara paralel untuk memastikan penegakan hukum yang berkeadilan.(*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.


