Advertisement
Hukum dan Kriminal

Dari Insiden Pantai Wediawu: Temuan Polres Malang dan Citra Wisata Malang Selatan

Insiden dugaan penyerangan yang dialami rombongan wisatawan asal Surabaya di kawasan Pantai Wediawu Tirtoyudo Kabupaten Malang memicu kecaman.

TIMES Indonesia,
Dari Insiden Pantai Wediawu: Temuan Polres Malang dan Citra Wisata Malang Selatan
Kapolres Malang AKBP Muhammad Taat Resdi, saat memberi keterangan pers di Mapolres Malang. (Foto: Polres Malang)
A-AA+

Malang Insiden dugaan penyerangan yang dialami rombongan wisatawan asal Surabaya di kawasan Pantai Wediawu Tirtoyudo Kabupaten Malang terus memicu kecaman. Insiden ini menjadi catatan jelek rapor pariwisata pantai Malang Selatan.

Pihak kepolisian sebelumnya merilis, 6 orang wisatawan beserta 6 unit kendaraan yang membawa rombongan dilaporkan menjadi korban. Beberapa pengunjung mengalami luka-luka pukulan benda keras, juga benda tajam.

Advertisement

Fakta terbaru ditemukan Polres Malang berdasarkan hasil pemeriksaan terhadap orang atau saksi terkait insiden Pantai Wediawu tersebut. Polisi mendapati 31 wisatawan sebelumnya mengkonsumsi narkotika. 

Polisi telah melakukan pemeriksaan urine terhadap rombongan wisata yang terlibat insiden di Pantai Wediawu Tirtoyudo Kabupaten Malang. Hasilnya, terungkap temuan puluhan orang dinyatakan positif narkotika.

Kapolres Malang AKBP Muhammad Taat Resdi mengatakan, total 69 orang telah diperiksa, usai insiden yang dialami rombongan wisatawan.

“Dari hasil tes urine, 31 orang terindikasi positif narkotika, dengan rincian 21 orang positif ganja, 6 orang positif sabu, dan 4 orang positif keduanya,” kata AKBP Taat Resdi, dalam keterangannya, Rabu (6/5/2026).

Ia menjelaskan, pemeriksaan dilakukan sebagai bagian dari langkah lanjutan pascakejadian, sekaligus memastikan kondisi seluruh rombongan yang terlibat.

Advertisement

Pemandangan Pantai Wediawu Tirtoyudo Kabupaten Malang
Pemandangan Pantai Wediawu Tirtoyudo Kabupaten Malang, yang menarik wisatawan berbagai daerah. (Foto: dok. TIMES Indonesia)

Saat ini, 31 orang yang hasil tesnya positif tersebut telah ditangani Satresnarkoba Polres Malang. Penanganan juga akan dikoordinasikan dengan BNN Kabupaten Malang untuk proses assessment lebih lanjut.

“Koordinasi dengan BNN dilakukan untuk menentukan langkah penanganan yang tepat, termasuk kemungkinan rehabilitasi sesuai ketentuan yang berlaku,” jelasnya.

Sementara itu, lanjut AKBP Taat, 38 orang lainnya tidak terindikasi penyalahgunaan narkoba, dan telah dipulangkan menggunakan fasilitas bus dari BPBD Kota Surabaya.

AKBP Taat menegaskan, pihaknya tetap mengedepankan pendekatan hukum yang profesional dan proporsional dalam menangani temuan tersebut.

“Penanganan akan kami lakukan sesuai prosedur, baik dari sisi hukum maupun aspek rehabilitasi bagi yang memenuhi kriteria,” tegasnya.

Di sisi lain, terkait insiden pengroyokan dan perusakan yang terjadi di Pantai Wediawu, polisi masih terus melakukan penyelidikan serta pengejaran terhadap para terduga pelaku.

“Kami tetap mendalami kasus utama, dan melakukan pengejaran terhadap pelaku yang terlibat dalam aksi kekerasan tersebut,” tandas Kapolres Malang.

Citra Buruk Wisata Pantai Malang Selatan

Insiden dugaan penyerangan wisatawan berikut perusakan yang terjadi di Pantai Wediawu Kabupaten Malang tersebut, juga sangat disesalkan banyak pihak. 

Anggota Komisi IV DPRD Kabupaten Malang Zulham Akhmad Mubarrok menyatakan, dampak dari kasus tersebut langsung massif muncul tak kurang dari 24 jam setelah kejadian.

"Belakangan langsung viral di jagat medsos. Mirisnya, isinya langsung mengarah pada framing isu bahwa wisata Malang Selatan tidak aman bagi pengunjung," tandas Zulham.

Dampak lebih jauh, menurutnya justru sangat dikhawatirkan bagi sektor pariwisata Kabupaten Malang. Terlebih, dalam waktu dekat akses jalan menuju JLS, dari Gondanglegi-Simpang Balekambang dalam waktu dekat sudah bagus dan mulus.

"Sangat disayangkan. Sebentar lagi akses jalan ke wisata pantai selatan sudah bagus. Tetapi gara-gara kejadian ini bisa membuat wisatawan pikir-pikir ke pantai," kata Zulham.

Menurutnya, situasi ini tentunya akan dapat berdampak bagi PAD Kabupaten Malang, karena bisa kurang maksimal capainnya dari sektor pariwisata.

"Dari kejadian ini, kami mendesak evaluasi total SOP keamanan pantai dan wisata Kabupaten Malang. Ini masalah serius," tandas aggota dewan dari Fraksi PDI Perjuangan ini.

Kekhawatiran yang sama juga disampaikan pengelola wisata pantai Malang selatan.

"Kalau viral tidak aman, tentu sangat nerdampak kunjungan wisata Malang Selatan terutama pantai Balekambang. Kita lihat libur weekend sabtu depan dan long weekend menjelang idul Adha nanti," kata Jono, staf pengelola wisata Pantai Balekambang. 

Menurutnya, pengunjung pantai Balekambang dari luar kota didapati rata-rata dari Mojokerto, Pasuruan, Sidoarjo dan Surabaya.

Diberitakan sebelumnya, dugaan pengroyokan dan perusakan kendaraan wisatawan dilaporkan terjadi di kawasan Pantai Wediawu Tirtoyudo, Kabupaten Malang, Selasa (5/5/2006) dini hari.

Dugaan aksi pengeroyokan ini sempat viral, setelah video yang menggambarkan situasi tersebut diunggah akun medsos Instagram kitabonek, beberapa jam setelah kejadian. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Khoirul Amin
PenulisKhoirul AminAhli Madya Bahasa Inggris Dan Dunia Usaha Universitas Negeri Malang (2001). Bergabung di TIMES Indonesia sejak Oktober 2024. Meliput berbagai topik, termasuk politik, hukum, sains (pendidikan), seni, budaya dan kegiatan sosial keagamaan.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia