Jasad Pria Ditemukan Mengapung di Sungai Kebalenan Banyuwangi
Sesosok mayat pria ditemukan mengapung di aliran Sungai Balok, Kelurahan Kebalenan, Banyuwangi, Jawa Timur.
BANYUWANGI – Sesosok mayat pria ditemukan mengapung di aliran Sungai Balok, Kelurahan Kebalenan, Banyuwangi, Jawa Timur, Rabu (6/5/2026) sore. Penemuan jasad tersebut sontak mengejutkan masyarakat setempat yang tengah beraktivitas di sekitar sungai.
Dari keterangan kepolisian, jasad pria itu diketahui bernama Hanipan (68), warga Jalan Darmawangsa, Kelurahan Kebalenan. Setelah dilakukan tindak lanjut, terungkap bahwa Hanipan merupakan lansia yang dilaporkan hilang oleh pihak keluarga.
Kapolsek Kota Banyuwangi, AKP Hendry Christanto menyampaikan, korban sempat dinyatakan hilang sejak, Selasa 5 Mei 2026. Pihak keluarga telah berupaya mencari dan melaporkan kehilangan anggota keluarganya tersebut ke Mapolsek Banyuwangi. Namun takdir berkata lain, ternyata Hanipan dapat ditemukan sudah dalam kondisi meninggal dunia keesokan harinya.
"Dugaan sementara, korban terjatuh ke sungai akibat kecelakaan," jelasnya, Kamis (7/5/2026).
Berdasarkan laporan saksi di lokasi, jasad korban ditemukan pertama kali sekitar pukul 16.30 WIB oleh seorang warga yang tengah memancing. Saat sedang menyusuri tepian sungai untuk mencari titik pancing, saksi tersebut dikejutkan oleh sosok tubuh manusia yang mengapung di permukaan air.
"Mengetahui hal tersebut, saksi langsung berteriak meminta bantuan warga sekitar dan segera melaporkan kejadian ini ke Polsek Banyuwangi," ujar AKP Hendry.
Berdasarkan keterangan warga, rumah korban memang terletak tepat di pinggir sungai. Hanipam diketahui sudah berusia lanjut dan belakangan ini kondisi kesehatannya sedang menurun, ditambah dengan keterbatasan fisik yang dideritanya.
"Diperkirakan korban terpeleset dan jatuh ke Sungai Balok yang berada tepat di belakang rumahnya tanpa ada yang mengetahui," ungkap AKP Hendry.
Merespons laporan warga, aparat kepolisian bersama tim medis segera bergegas menuju lokasi. Petugas langsung melakukan evakuasi dan menggelar pemeriksaan luar untuk mengidentifikasi kondisi awal jenazah korban.
Berdasarkan hasil pemeriksaan medis, tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan atau unsur penganiayaan pada tubuh korban.
"Kondisi jasad korban sudah membengkak dan muncul lebam kebiruan di beberapa bagian tubuh diduga akibat terbentur saat jatuh di sungai," ujar AKP Hendry.
Jenazah telah diserahkan kepada pihak keluarga utuk proses pemakaman. Pihak keluarga menerima kejadian ini sebagai musibah murni akibat kecelakaan. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.


