Advertisement
Hukum dan Kriminal

Siang Jadi Buruh, Malam Jaga Perumahan: Kisah Pak Min, Satpam yang Tewas Lawan Maling di Kota Malang

Pria yang akrab disapa Pak Min itu dikenal sebagai sosok pekerja keras yang tak pernah mengeluh demi menghidupi keluarganya.

TIMES Indonesia,
Siang Jadi Buruh, Malam Jaga Perumahan: Kisah Pak Min, Satpam yang Tewas Lawan Maling di Kota Malang
Anak korban penusukan maling, Harianto saat ditemui di rumah duka. (Foto: Rizky/TIMES Indonesia)
A-AA+

Malang Kepergian Mat Suhadi (51) meninggalkan duka mendalam bagi keluarga. Pria yang akrab disapa Pak Min itu dikenal sebagai sosok pekerja keras yang tak pernah mengeluh demi menghidupi keluarganya.

Pak Min meninggal dunia usai ditusuk maling saat berusaha menggagalkan aksi pencurian kusen di Perumahan Cemara Diamond Townhouse, Kota Malang. Korban sempat menjalani operasi dan perawatan intensif di Rumah Sakit Saiful Anwar (RSSA), sebelum akhirnya dinyatakan meninggal pada Minggu (10/5/2026) sekitar pukul 07.30 WIB.

Advertisement

Saat ditemui di rumah duka di Jalan Slamet RT 6 RW 3, Kelurahan Cemorokandang, Kecamatan Kedungkandang, anak korban, Harianto (32), mengenang ayahnya sebagai pribadi penuh tanggung jawab dalam bekerja.

“Kalau siang bapak kerja sebagai petani atau tukang bangunan. Malamnya jaga sebagai satpam perumahan. Berangkat selepas Isya dan pulang pagi,” ujar Harianto, Senin (11/5/2026).

Menurutnya, sang ayah baru sekitar enam bulan bekerja sebagai petugas keamanan di perumahan tersebut. Meski harus bekerja hampir tanpa mengenal waktu istirahat, Pak Min disebut tidak pernah mengeluhkan pekerjaannya.

“Bapak itu pekerja keras dan selalu bertanggung jawab dalam pekerjaannya,” ungkapnya.

Peristiwa tragis yang menimpa Pak Min terjadi pada Sabtu (9/5/2026) sekitar pukul 19.00 WIB di dekat Jembatan Amprong, Jalan Raya Cemorokandang. Saat itu, korban memergoki pelaku pencurian kusen jendela kantor pemasaran perumahan yang dijaganya.

Advertisement

Pelaku diketahui sedang berhenti di pinggir jalan untuk membetulkan ikatan tali barang curian. Korban yang seorang diri kemudian mencoba menghentikan pelaku dengan memukul menggunakan senter.

Namun situasi berubah menjadi duel maut. Pelaku melawan dan menyerang korban menggunakan senjata tajam. Pak Min ditusuk di bagian perut kanan dan mengalami luka di kepala sebelum pelaku melarikan diri.

Meski dalam kondisi terluka parah, korban masih sempat mencari pertolongan ke rumah keponakannya di Jalan Santoso yang berada tak jauh dari lokasi kejadian.

Harianto mengaku pihak keluarga kini hanya bisa pasrah dan menyerahkan sepenuhnya penanganan kasus tersebut kepada kepolisian. Ia berharap pelaku segera ditangkap dan mempertanggungjawabkan perbuatannya.

“Kami sudah melapor ke polisi. Saya yakin polisi bekerja dengan baik dan berharap pelaku secepatnya bisa tertangkap,” tandasnya. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Rizky Kurniawan Pratama
PenulisRizky Kurniawan PratamaSarjana Ilmu Komunikasi Universitas Merdeka Malang (2019). Bergabung di TIMES Indonesia sejak 2020. Meliput berbagai topik, termasuk Politik, Hukum, Kriminal, Ekonomi, Budaya dan Pemerintahan.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia