Advertisement
Hukum dan Kriminal

Janda Lansia di Kudus Alami Perampokan Brutal, Pelaku Preteli Perhiasan Rp100 Juta dan Pukuli Korban

Perampokan itu terjadi di Desa Loram Wetan, Kecamatan Jati, Kabupaten Kudus, Kamis (28/5/2026) dini hari. Korban bernama Munzainah (73) mengalami luka, setelah dipukuli pelaku.

TIMES Indonesia,
Janda Lansia di Kudus Alami Perampokan Brutal, Pelaku Preteli Perhiasan Rp100 Juta dan Pukuli Korban
Aksi perampokan terhadap seorang wanita lanjut usia (lansia) mengguncang di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah. (FOTO: istimewa)
A-AA+

KUDUS Aksi perampokan terhadap seorang wanita lanjut usia (lansia) mengguncang Kabupaten Kudus, Jawa Tengah. Perampok menggasak perhiasan senilai Rp 100 juta dan melukai korban. 

Perampokan itu terjadi di Desa Loram Wetan, Kecamatan Jati, Kabupaten Kudus, Kamis (28/5/2026) dini hari. Korban bernama Munzainah (73) mengalami luka, setelah dipukuli pelaku. 

Advertisement

Pelaku yang menyatroni rumahnya saat sedang tertidur seorang diri. Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 02.00 WIB dan sempat menggegerkan warga sekitar. 

Hingga pagi hari, lokasi kejadian yang berada di tepi jalan ramai dipadati masyarakat yang penasaran dengan aksi kriminal tersebut.

Anak korban Bustanul Arifin (50) mengatakan, saat kejadian ibunya berada di rumah seorang diri. Selama ini, korban memang tinggal sendiri di rumahnya. Sedangkan Arifin tinggal di rumah yang berada tepat di sebelahnya.

“Biasanya ditemani budhe atau menginap di rumah budhe. Tapi waktu kejadian beliau sendirian di rumah, karena kecapaian habis rewang kurban,” ujar Arifin.

Menurut keterangan korban kepada Arifin, pelaku diduga hanya seorang diri. Pelaku masuk ke rumah korban dengan cara menjebol pintu samping rumah yang tidak dilengkapi teralis pengaman.

Advertisement

Setelah berhasil masuk ke dalam rumah, pelaku langsung menghampiri korban yang sedang tidur. Pelaku memukul korban secara brutal. Dalam kondisi ketakutan, korban tidak mampu melakukan perlawanan.

Usai menganiaya korban, pelaku kemudian merampas seluruh perhiasan emas yang sedang dipakai korban. Total perhiasan yang dibawa kabur diperkirakan seberat puluhan gram dengan nilai mencapai sekitar Rp100 juta.

Korban sempat berpura-pura pingsan, hal itu untuk menghindari aksi kekerasan lanjutan. Namun pelaku mengetahui hal tersebut, dan kembali memukuli korban sebelum akhirnya melarikan diri.

“Pelaku sempat mengancam ibu saya supaya tidak memberi tahu warga. Kalau bilang-bilang katanya akan dibunuh,” kata Arifin menirukan ucapan pelaku.

Arifin juga mengungkapkan, selama melakukan aksinya pelaku menggunakan helm milik korban yang berada di ruang tamu untuk menutupi wajahnya. Karena itu, korban tidak dapat mengenali ciri-ciri wajah pelaku.

Meski demikian, helm tersebut akhirnya ditinggalkan kembali di lokasi saat pelaku kabur dari rumah korban.

Peristiwa itu baru diketahui keluarga sekitar pukul 03.00 WIB setelah korban menelepon Arifin seusai pelaku meninggalkan lokasi. Mendapat laporan tersebut, keluarga langsung mendatangi rumah korban dan melaporkan kejadian ke pihak kepolisian.

Hingga berita ini diturunkan, aparat kepolisian masih melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan mengumpulkan sejumlah barang bukti untuk mengungkap identitas pelaku perampokan lansia di Kudus tersebut. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia