Kasus Bupati Muara Enim Meluas, KPK Tangkap 5 ASN BPK dalam OTT Lanjutan
KPK menggelar OTT lanjutan dari kasus Bupati Muara Enim Edison. Sebanyak 11 orang diamankan, termasuk 5 ASN BPK RI terkait dugaan suap.
muara enim – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menggelar Operasi Tangkap Tangon (OTT) lanjutan terkait perkara yang menjerat Bupati Muara Enim nonaktif, Edison. Dalam operasi pengembangan ini, tim kelembagaan antirasuah mengamankan 11 orang, di mana lima di antaranya merupakan Aparatur Sipil Negara (ASN) pada Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI.
“Pihak-pihak yang diamankan ini total ada 11. Enam orang yang juga diamankan dalam peristiwa tertangkap tangan kemarin, dan lima orang lagi pihak-pihak baru yang diamankan dalam tangkap tangan ini. Lima orang ini merupakan ASN dari Badan Pemerikas Keuangan,” ujar Juru Bicara KPK Budi Prasetyo di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Rabu (10/6/2026).
Menurut Budi, ke-11 orang tersebut saat ini tengah menjalani pemeriksaan secara intensif oleh tim penyelidik KPK untuk mendalami peran masing-masing. Kasus ini pun dipastikan telah dinaikkan ke tahap yang lebih tinggi.
“Siang tadi juga sudah dilakukan ekspose, dan atas penyelidikan tertutup ini diputuskan naik ke tahap penyidikan berdasarkan bukti permulaan yang cukup dan sah. Selanjutnya, penyidik akan menetapkan pihak-pihak yang bertanggung jawab untuk ditetapkan sebagai tersangka,” katanya.
Duduk Perkara dan Kaitannya dengan Temuan BPK
Budi menjelaskan, OTT lanjutan yang menjadi penindakan ke-13 KPK sepanjang tahun 2026 ini berkaitan erat dengan dugaan pemberian suap dari pejabat Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Muara Enim kepada jajaran pihak di BPK RI.
“Dugaan pemberian ini berkaitan dengan temuan BPK dalam pengadaan, salah satunya adalah smart tv yang kemarin sudah kami jelaskan dalam konstruksi perkara Muara Enim,” jelas Budi.
Kendati saling bertalian, Budi menegaskan bahwa klaster OTT lanjutan ini secara hukum berbeda dengan konstruksi perkara awal yang langsung menjerat Bupati Edison.
“Pada intinya, dua perkara yang berkaitan, namun berbeda. Yang satu suap terkait dengan pengadaan, dan yang satu suap terkait dengan temuan BPK di Pemkab Muara Enim,” urainya.
Kronologi Rentetan OTT Muara Enim
Sebelumnya, rentetan operasi senyap ini bermula pada Senin, 8 Juni 2026. Saat itu, KPK mengumumkan penangkapan 10 orang dalam OTT ke-12 sepanjang tahun ini, yang tersebar di dua wilayah, yakni lima orang di Jakarta dan lima orang di Sumatera Selatan. Bupati Muara Enim, Edison, menjadi salah satu pihak yang terjaring.
Satu hari berselang, tepatnya pada Selasa, 9 Juni 2026, KPK resmi menetapkan empat orang sebagai tersangka kasus dugaan suap terkait proyek pengadaan barang dan jasa serta penerimaan lainnya di lingkungan Pemkab Muara Enim Tahun Anggaran 2025–2026.
Keempat tersangka yang telah ditahan tersebut adalah Bupati Muara Enim Edison, Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Muara Enim Abi Nurwardani, pegawai pemasaran PT Millenium Solusi Abadi Cory Erin Hardi, serta Adi Triyadi yang merupakan keponakan dari Edison. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.


