Advertisement
Hukum dan Kriminal

Kasus Narkoba di Kabupaten Malang pada 2025 Tertinggi dalam Lima Tahun Terakhir

Jumlah kasus pecandu penyalahgunaan narkoba di Kabupaten Malang pada tahun 2025 menjadi yang tertinggi dalam lima tahun terakhir.

TIMES Indonesia,
Kasus Narkoba di Kabupaten Malang pada 2025 Tertinggi dalam Lima Tahun Terakhir
Ilustrasi narkoba. (Istimewa)
A-AA+

Malang Kasus penyalahgunaan narkoba di Kabupaten Malang menunjukkan tren yang mengkhawatirkan. Data terbaru yang dirilis Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Malang, jumlah kasus pecandu penyalahgunaan narkoba pada tahun 2025 mencapai 170 kasus atau menjadi yang tertinggi dalam lima tahun terakhir.

Angka tersebut meningkat cukup signifikan dibandingkan tahun 2024 yang tercatat sebanyak 133 kasus. Sebelumnya, pada tahun 2023 terdapat 135 kasus, tahun 2022 sebanyak 108 kasus, dan tahun 2021 mencapai 122 kasus.

Advertisement

Kepala BPS Kabupaten Malang, Erny Fatma Setyoharini mengatakan, data tersebut menunjukkan bahwa penyalahgunaan narkoba masih menjadi persoalan serius yang memerlukan perhatian seluruh pihak.

"Data menunjukkan bahwa pada tahun 2025 terjadi peningkatan jumlah kasus penyalahgunaan narkoba dibandingkan tahun sebelumnya," ujar Erny.

Tidak hanya mengalami peningkatan jumlah kasus, data BPS juga menunjukkan bahwa kelompok usia remaja menjadi kelompok yang paling banyak terdampak penyalahgunaan narkoba.

Berdasarkan persentase kasus tahun 2025, sebanyak 52,94 persen kasus ditemukan pada kelompok usia 11 hingga 25 tahun. Sementara itu, kelompok usia dewasa 26 hingga 65 tahun menyumbang 47,06 persen dari total kasus yang tercatat.

Dengan kata lain, lebih dari separuh kasus penyalahgunaan narkoba di Kabupaten Malang terjadi pada kelompok usia produktif muda yang saat ini masih berada pada jenjang pendidikan maupun awal masa bekerja.

Advertisement

Erny menjelaskan, data tersebut menjadi gambaran penting bagi pemerintah daerah maupun berbagai pemangku kepentingan dalam menyusun program pencegahan yang lebih tepat sasaran.

"Kelompok usia remaja menjadi kelompok yang paling terdampak pada tahun 2025," katanya.

Menurut dia, publikasi statistik tidak hanya menyajikan angka, tetapi juga memberikan gambaran mengenai kondisi sosial masyarakat yang dapat digunakan sebagai dasar pengambilan keputusan.(*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Achmad Fikyansyah
PenulisAchmad FikyansyahSarjana Sastra Inggris (S.S) UIN Maulana Malik Ibrahim Malang. Bergabung ke TIMES Indonesia sejak Maret 2023. Meliput berbagai topik, utamanya pendidikan dan ekonomi.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia